Barantin Perkuat Pengawasan Perbatasan Lewat Tujuh Strategi

Batam – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat sistem pengawasan perbatasan melalui tujuh strategi nasional untuk mencegah penyelundupan komoditas ilegal sekaligus menjaga keamanan hayati Indonesia. Komitmen itu disampaikan saat Kunjungan Kerja...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Batam – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat sistem pengawasan perbatasan melalui tujuh strategi nasional untuk mencegah penyelundupan komoditas ilegal sekaligus menjaga keamanan hayati Indonesia. Komitmen itu disampaikan saat Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Tempat Pelayanan Fisik Terpadu (TPFT) Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Kamis, 23 Juli 2026.

Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo mewakili Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan penguatan pengawasan menjadi langkah penting karena wilayah perbatasan berfungsi sebagai pintu utama keluar masuk komoditas antarnegara.

Menurut Shahandra, tingginya arus perdagangan internasional meningkatkan potensi masuknya hama, penyakit, dan organisme pengganggu yang mengancam sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta lingkungan hidup.

Karena itu, Barantin terus mempercepat transformasi sistem pengawasan agar mampu mengikuti perkembangan perdagangan global tanpa mengurangi aspek perlindungan terhadap sumber daya hayati nasional.

“Penguatan pengawasan menjadi prioritas Badan Karantina Indonesia melalui tujuh langkah strategis untuk memastikan perlindungan keamanan hayati Indonesia semakin optimal,” ujar Shahandra.

Ia menegaskan ketujuh strategi tersebut saling melengkapi untuk memperkuat efektivitas pengawasan di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran komoditas.

Tujuh Strategi Perkuat Pengawasan

Shahandra menjelaskan strategi pertama berfokus pada perluasan jangkauan pengawasan di titik-titik rawan penyelundupan.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kehadiran petugas karantina pada jalur perdagangan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Strategi berikutnya menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi petugas karantina.

Selain itu, Barantin memodernisasi laboratorium agar identifikasi hama dan penyakit berlangsung lebih cepat serta akurat.

Pilihan Editor :  Patroli Brimob Cegah Tawuran di Pulogadung

Lembaga tersebut juga memperkuat sarana operasional guna meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan.

Selanjutnya, Barantin membangun instalasi pemerintah terpadu untuk mempercepat koordinasi pelayanan antarinstansi.

Barantin juga memperluas digitalisasi layanan agar proses pemeriksaan, sertifikasi, hingga pelacakan media pembawa berlangsung lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Strategi terakhir menitikberatkan pada operasi terpadu bersama kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum guna mempersempit ruang gerak penyelundupan komoditas.

“Kami terus memperkuat pengawasan melalui kolaborasi lintas sektor agar perlindungan keamanan hayati berjalan semakin efektif,” kata Shahandra.

Kepulauan Riau Hadapi Tantangan Besar

Barantin menilai Kepulauan Riau memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Kondisi geografis tersebut menjadikan wilayah itu sebagai pintu utama perdagangan internasional sekaligus kawasan yang rentan terhadap penyelundupan komoditas.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau, Hasim, mengatakan pengawasan tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan lintas instansi.

Menurutnya, karakteristik wilayah kepulauan menghadirkan banyak jalur keluar masuk yang memerlukan pengawasan secara terpadu.

“Kami terus memperkuat pelayanan, pengawasan berbasis risiko, laboratorium, dan penegakan hukum agar keamanan hayati Indonesia tetap terjaga,” ujar Hasim.

Sepanjang Semester I 2026, BKHIT Kepulauan Riau mencatat 18 tindakan penolakan terhadap komoditas yang tidak memenuhi persyaratan karantina.

Selain itu, petugas juga melaksanakan 10 tindakan pemusnahan terhadap komoditas yang melanggar ketentuan perkarantinaan.

BKHIT Kepulauan Riau juga menuntaskan lima perkara tindak pidana karantina terkait komoditas beras hingga berstatus P-21.

Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI dipimpin Wakil Ketua Tim Alex Indra Lukman.

Rombongan meninjau proses pemeriksaan dokumen, verifikasi administrasi, hingga pemeriksaan fisik media pembawa di TPFT Pelabuhan Batu Ampar.

Pilihan Editor :  Brimob, Warga Asrama, dan PPSU Senen Kompak Jaga Kebersihan Lingkungan Ksatrian AKP Mardjaman

Melalui penerapan tujuh strategi tersebut, Barantin menargetkan sistem pengawasan perbatasan semakin efektif mencegah masuk, keluar, dan penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina, Hama Penyakit Ikan Karantina, serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina. Langkah itu sekaligus memperkuat keamanan hayati nasional dan mendukung kelancaran perdagangan komoditas yang aman, sehat, serta memenuhi seluruh ketentuan perkarantinaan Indonesia.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *