Sabtu, 17 Okt 2026
Beranda » TEKNOLOGI » Tantangan Kesehatan Mata di Indonesia: Bedah Okuloplastik sebagai Solusi Inovatif

Tantangan Kesehatan Mata di Indonesia: Bedah Okuloplastik sebagai Solusi Inovatif

  • account_circle Tama
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Depok – Masalah kesehatan mata masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) tahun 2020, sekitar 35 juta orang di Indonesia mengalami kehilangan penglihatan, dengan 3,7 juta di antaranya mengalami kebutaan. Angka ini menunjukkan bahwa kesehatan mata memiliki peran krusial dalam produktivitas dan ekonomi nasional.

Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Yunia Irawati, SpM (K), menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menangani permasalahan ini.

Salah satu bidang yang menjadi perhatian utama adalah bedah okuloplastik rekonstruksi, yang mencakup berbagai aspek seperti kelopak mata, eyelid, dan adneksa.

Termasuk dalam bidang ini adalah bedah estetika mata, filler, rejuvenation, tulang orbita, rongga mata, socket, hingga sistem ekskresi lakrimal.

Survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014-2016 mencatat bahwa prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai 3 persen, dengan katarak sebagai penyebab utama.

Selain itu, kelainan kelopak mata seperti lagoftalmos, entropion, ektropion, dan ptosis juga berdampak serius terhadap penglihatan serta kualitas hidup penderitanya.

“Inovasi teknologi seperti teknik bedah minimal invasif dan penggunaan endoskopi telah terbukti meningkatkan akurasi diagnostik serta intervensi yang lebih akurat. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup pasien,” ujar Prof. Yunia Irawati yang akrab disapa Ira.

Namun, tantangan terbesar dalam bidang ini adalah persepsi publik yang keliru. Banyak masyarakat menganggap bahwa rekonstruksi okuloplastik hanya berkaitan dengan estetika.

Padahal, cakupan bidang ini jauh lebih luas dan mencakup pemulihan fungsi vital jaringan yang mengalami kerusakan. Kesalahpahaman ini menghambat pemahaman masyarakat akan manfaat sebenarnya dari bedah okuloplastik.

Solusi Optimal bagi Pasien dengan Inovasi Bedah Okuloplastik

Sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, Prof. Ira telah melakukan berbagai penelitian untuk mengatasi masalah kesehatan mata di Indonesia.

Pilihan Editor :  Cara Hemat Traveling Liburan Murah Di Vietnam

Salah satu fokus penelitiannya adalah penanganan lagoftalmos akibat lepra. Indonesia mencatat angka kasus baru lepra tertinggi di Asia Tenggara, dengan berbagai komplikasi mata seperti madarosis, dakriosistitis, entropion, ektropion, dan lagoftalmos akibat paralisis nervus fasialis.

“Penanganan lagoftalmos membutuhkan pendekatan holistik. Tidak hanya sebatas pelumas dan lid tapping, tetapi juga prosedur rekonstruksi okuloplastik seperti tarsorafi atau gold weight implant,” jelas Ira.

Dalam upaya mencari solusi yang lebih efektif, Prof. Ira mengembangkan penelitian melalui metode Randomized Controlled Trial (RCT).

Penelitian ini membandingkan Teknik Modifikasi Tarsorafi (Teknik Yunia) dengan teknik gold weight implant dalam menangani lagoftalmos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan solusi optimal, khususnya bagi pasien di daerah dengan keterbatasan akses terhadap layanan subspesialis.

Selain berkontribusi dalam dunia akademik dan penelitian, Prof. Ira juga aktif mengimplementasikan hasil penelitiannya dalam bentuk program sosial.

Sejak 2018, ia menginisiasi program KATAMATAKU UI, yang mendukung penanganan lepra secara holistik, baik dalam aspek kesehatan, antistigma, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program ini berfokus pada wilayah endemik lepra dan mencakup pelatihan tenaga kesehatan, advokasi kebijakan, serta penelitian berbasis masyarakat.

Salah satu hasil dari program ini adalah penerbitan Policy Brief di Ambon pada tahun 2023, yang berkontribusi dalam perumusan kebijakan kesehatan mata di daerah tersebut.

Dalam mendukung target eliminasi lepra pada tahun 2030, KATAMATAKU UI juga melibatkan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) – Elective Posting.

Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedokteran untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam menangani kasus lepra dan komplikasi mata terkait.

Sebagai seorang akademisi dan anggota masyarakat, Prof. Ira menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan sektor dalam menangani permasalahan kesehatan mata di Indonesia.

Pilihan Editor :  Jam Kiamat 2025: Dunia Semakin Dekat dengan Titik Kehancuran

Menurutnya, kepedulian terhadap masalah kesehatan dan pendidikan di lingkungan sekitar adalah langkah awal dalam mendorong inovasi serta solusi yang berkelanjutan.

“Perubahan yang berarti tidak bisa dicapai sendirian. Butuh sinergi antara akademisi, praktisi medis, pemerintah, dan masyarakat luas untuk menciptakan layanan kesehatan mata yang lebih inklusif dan merata,” tegasnya.

Dengan berbagai tantangan yang masih dihadapi, inovasi dalam bidang bedah okuloplastik serta program sosial seperti KATAMATAKU UI memberikan harapan baru bagi peningkatan kesehatan mata di Indonesia.

Langkah-langkah nyata yang dilakukan oleh Prof. Ira dan timnya menjadi bukti bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berarti bagi masyarakat luas.**(sumber: tempo.co)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

    Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Maybrat, Papua Barat Daya – Kontak tembak antara Satgas Yonif 9 Marinir dan kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM Kodap IV/Sorong Raya terjadi di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026). Berdasarkan laporan pendahuluan Penerangan Koops TNI Habema, insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 09.10 WIT saat personel menjalankan Operasi Badai Kasuari 3.10. […]

  • Wakil Panglima Dampingi Menhan Kunjungi Yonif 852

    Wakil Panglima Dampingi Menhan Kunjungi Yonif 852

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Deli Serdang – Wakil Panglima TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan kerja ke Yonif TP 852/ABY di Deli Serdang, 14/02/2026. Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, sekaligus memperkuat pembinaan prajurit serta kesiapan operasional satuan di wilayah strategis Sumatera Utara. Menhan memberikan pengarahan langsung kepada prajurit dengan menekankan pentingnya […]

  • BRI BO Gading Serpong Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    BRI BO Gading Serpong Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Gading Serpong, 1 Oktober 2025 — Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor BRI BO Gading Serpong pada Selasa pagi (1/10), saat seluruh karyawan mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat kebangsaan dan memperkokoh nilai-nilai Pancasila di lingkungan kerja BRI. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala BRI BO Gading Serpong menyampaikan […]

  • Satgas Yonif 126/KC Gotong Royong Bersama Warga SD Negeri Persiapan Amupkim

    Satgas Yonif 126/KC Gotong Royong Bersama Warga SD Negeri Persiapan Amupkim

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Boven Digoel – Suasana kebersamaan terlihat jelas di halaman SD Negeri Persiapan Amupkim, Distrik Arimop, Boven Digoel, Jumat (12/9/2025). Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kalacakti, guru, dan siswa sekolah tersebut bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah dalam kegiatan karya bakti terpadu. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih, […]

  • Gubernur Kalsel Jajal Simulator F-16 di Stand Lanud Sjamsudin Noor

    Gubernur Kalsel Jajal Simulator F-16 di Stand Lanud Sjamsudin Noor

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama sejumlah unsur Forkopimda menjajal simulator pesawat tempur F-16 TNI AU saat mengunjungi stand Lanud Sjamsudin Noor. Kunjungan tersebut berlangsung di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangkaian Kalsel Expo 2026, Jumat (14/8/2026). Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mendampingi Gubernur Kalsel dan […]

  • TNI AD Renovasi SDN 27 Beriulou, Atap Sekolah Dibongkar

    TNI AD Renovasi SDN 27 Beriulou, Atap Sekolah Dibongkar

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Faisal Ryanggie Fermana
    • 0Komentar

    MENTAWAI – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 mulai melakukan pembongkaran atap bangunan SDN 27 Beriulou di Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi sarana pendidikan yang tengah dijalankan TNI AD guna meningkatkan kualitas fasilitas belajar mengajar di wilayah kepulauan tersebut. Pembongkaran […]

expand_less