Sabtu, 10 Okt 2026
Beranda » LINGKUNGAN » Normalisasi Kali Arenjaya Tak Kunjung Jalan, Risiko Banjir Jadi Sorotan

Normalisasi Kali Arenjaya Tak Kunjung Jalan, Risiko Banjir Jadi Sorotan

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

BEKASI – Normalisasi Kali Arenjaya di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, belum terealisasi meski persoalannya telah berlangsung bertahun-tahun.

Keberadaan bangunan di bantaran sungai, penyempitan aliran, serta keterbatasan akses alat berat menjadi sejumlah kendala yang perlu ditangani pemerintah daerah.

Persoalan tersebut kembali disoroti Wakil Ketua Komisi III sekaligus anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alit Jamaludin, S.E., saat melaksanakan kegiatan reses di RT 11/RW 08, Kelurahan Arenjaya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Alit, Kali Arenjaya merupakan persoalan infrastruktur lingkungan yang membutuhkan penanganan serius karena sungai tersebut melintasi sedikitnya lima rukun warga (RW).

Ia menyebut normalisasi sungai itu belum pernah dilakukan sejak kawasan perumahan di sekitarnya berdiri.

Namun, kondisi tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai riwayat penanganan sungai dari pemerintah daerah.

“Ini isunya sudah lama,” ujar Alit saat menanggapi persoalan normalisasi Kali Arenjaya.

Salah satu kendala yang menjadi perhatian ialah keberadaan bangunan di bantaran sungai yang berpotensi menghambat akses alat berat untuk melakukan pengerukan dan penataan aliran.

Kondisi tersebut membuat penanganan sungai tidak cukup dilakukan dengan pekerjaan di satu titik.

Pemerintah perlu mengevaluasi bagian-bagian yang mengalami penyempitan agar rencana normalisasi dapat disusun secara menyeluruh.

“Normalisasi tidak bisa hanya dilakukan di satu titik. Penyempitan aliran di bagian lain juga perlu menjadi perhatian,” katanya.

Alit menilai, persoalan akses dan kondisi fisik sungai harus menjadi bagian dari perencanaan teknis sebelum pekerjaan dimulai. Tanpa persiapan yang memadai, pelaksanaan normalisasi berpotensi menghadapi hambatan di lapangan.

Koordinasi Warga dan Kepastian Pelaksanaan

Penanganan bangunan yang menghambat akses normalisasi membutuhkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat yang terdampak.

Pilihan Editor :  Sumur Kering Lima Bulan, Warga Kertajati Girang Lihat Truk Tangki Datang

Apabila pelaksanaan pekerjaan memerlukan pembukaan akses melalui area yang ditempati bangunan, pemerintah perlu menjelaskan kebutuhan teknis, mekanisme penanganan, serta langkah yang akan ditempuh kepada warga terkait.

“Koordinasi dengan masyarakat perlu dilakukan agar kendala di lapangan bisa dibahas sebelum pekerjaan normalisasi dilaksanakan,” ujar Alit.

Saat ini, pengurus RW setempat disebut tengah berkoordinasi dengan masyarakat untuk membahas rencana normalisasi Kali Arenjaya.

Hasil koordinasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) sebagai bahan tindak lanjut.

Meski demikian, sejumlah hal masih membutuhkan kejelasan, mulai dari jadwal pelaksanaan, hasil kajian teknis, mekanisme penanganan bangunan di bantaran sungai, hingga upaya membuka akses bagi alat berat.

Kepastian tersebut penting agar pembahasan di tingkat lingkungan dapat berlanjut menjadi perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan yang terukur.

Selain normalisasi sungai, warga juga membutuhkan pembenahan jalan lingkungan dan saluran air.

Kedua infrastruktur tersebut perlu dievaluasi berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Menjelang musim penghujan, kondisi sungai dan drainase menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko banjir.

Namun, efektivitas penanganan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan teknis, kapasitas saluran, kondisi aliran, serta pelaksanaan pekerjaan yang sesuai kebutuhan.

Alit mengatakan, persoalan infrastruktur lingkungan perlu ditindaklanjuti berdasarkan prioritas dan hasil koordinasi dengan masyarakat.

“Kebutuhan infrastruktur lingkungan juga perlu mendapat perhatian agar persoalan yang dirasakan masyarakat dapat ditangani sesuai prioritas,” katanya.

Ia menegaskan, hasil pembahasan di tingkat wilayah perlu diikuti langkah konkret dari pemerintah daerah.

Kejelasan perencanaan dan tahapan pekerjaan diperlukan agar persoalan normalisasi yang telah lama dibicarakan tidak terus berlarut-larut.

Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait diharapkan mengevaluasi kondisi Kali Arenjaya, terutama pada bagian yang mengalami penyempitan dan titik-titik yang sulit dijangkau alat berat.

Pilihan Editor :  Modus Pecah Kaca Mobil, Uang Rp450 Juta untuk Biaya RS Raib

Selain itu, pemerintah perlu menyampaikan informasi secara terbuka mengenai rencana penanganan, tahapan pekerjaan, serta mekanisme penyelesaian kendala di lapangan.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindak lanjut yang jelas agar persoalan normalisasi ini tidak terus berlarut-larut,” ujar Alit di sela kegiatan reses.

Bagi warga Arenjaya, kepastian normalisasi menjadi bagian dari kebutuhan penataan lingkungan permukiman.

Setelah bertahun-tahun menjadi persoalan, rencana tersebut membutuhkan tindak lanjut yang jelas, mulai dari kajian teknis hingga kepastian realisasi.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai jadwal pasti pelaksanaan normalisasi maupun keputusan teknis terkait bangunan yang berpotensi menghambat pekerjaan. Penjelasan lebih lanjut dari Pemerintah Kota Bekasi dan BMSDA diperlukan untuk memastikan tahapan penanganan Kali Arenjaya.

FAQ: Normalisasi Kali Arenjaya Bekasi

Di mana lokasi Kali Arenjaya yang menjadi sorotan?

Kali Arenjaya berada di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Menurut Alit Jamaludin, sungai tersebut melintasi sedikitnya lima RW.

Mengapa normalisasi Kali Arenjaya belum terealisasi?

Menurut keterangan Alit Jamaludin, keberadaan bangunan di bantaran sungai, penyempitan aliran, dan keterbatasan akses alat berat menjadi sejumlah kendala yang perlu ditangani. Penyebab dan kondisi teknisnya masih memerlukan penjelasan dari pemerintah daerah.

Siapa yang menyoroti persoalan normalisasi Kali Arenjaya?

Persoalan tersebut disoroti Alit Jamaludin, S.E., Wakil Ketua Komisi III sekaligus anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), saat kegiatan reses di RT 11/RW 08, Kelurahan Arenjaya.

Bagaimana tindak lanjut rencana normalisasi Kali Arenjaya?

Pengurus RW setempat disebut tengah berkoordinasi dengan masyarakat. Hasil koordinasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) sebagai bahan tindak lanjut.

Pilihan Editor :  Harga BBM, Stok, Antrean, dan Dampaknya bagi Masyarakat
Apakah jadwal normalisasi Kali Arenjaya sudah ditetapkan?

Berdasarkan informasi dalam berita, jadwal pasti pelaksanaan normalisasi, keputusan teknis terkait bangunan di bantaran sungai, dan tahapan pekerjaan belum dijelaskan. Konfirmasi lebih lanjut dari Pemerintah Kota Bekasi dan BMSDA diperlukan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Kapolda Jabar Lepas Ziarah Muassis NU untuk Perkuat Semangat Nasionalisme

    Kapolda Jabar Lepas Ziarah Muassis NU untuk Perkuat Semangat Nasionalisme

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Rombongan mengunjungi makam para muassis NU dan tokoh-tokoh NU lainnya, sambil mendoakan jasa-jasa mereka bagi bangsa dan negara.

  • Kasipem Jatirasa Akui Banyak Saluran Air Ditutup Mati, Picu Genangan Saat Hujan Deras

    Kasipem Jatirasa Akui Banyak Saluran Air Ditutup Mati, Picu Genangan Saat Hujan Deras

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Bekasi – Banyaknya saluran air yang ditutup mati di wilayah Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, memicu genangan bahkan banjir saat hujan berintensitas tinggi. Kondisi tersebut diakui langsung oleh Kasi Pembinaan Ketertiban Sosial (Kasipem) Kelurahan Jatirasa, Teguh, saat dikonfirmasi terkait persoalan drainase di wilayahnya, Selasa (3/2/2026). Teguh menegaskan, meningkatnya curah hujan dalam beberapa pekan […]

  • Dandim 1710/Mimika Tekankan Rekrutmen TNI AD Gratis dan Transparan

    Dandim 1710/Mimika Tekankan Rekrutmen TNI AD Gratis dan Transparan

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika, 29 September 2025 – Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A. memberikan pengarahan khusus kepada para pendaftar rekrutmen calon Prajurit TNI AD Tahun Anggaran 2025 di ruang Rekreasi Makodim, Senin (29/9/2025). Dalam arahannya, Dandim menekankan bahwa proses rekrutmen dilaksanakan secara gratis, transparan, dan akuntabel. Seluruh informasi resmi dapat diakses […]

  • Brimob Kawal Ketat Aksi Sengketa Lahan 9,74 Hektar di Pondok Indah Golf

    Brimob Kawal Ketat Aksi Sengketa Lahan 9,74 Hektar di Pondok Indah Golf

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Selatan – Suasana kawasan elit Pondok Indah Golf, Jakarta Selatan, mendadak ramai pada Rabu pagi. Ratusan massa dari Aliansi Rakyat Anti Mafia Tanah, Mafia Hukum, dan Mafia Peradilan memadati area Club House, menyuarakan tuntutan mereka kepada PT Metropolitan Kencana terkait ganti rugi lahan seluas 9,74 hektar yang telah diputus inkrah oleh pengadilan. Di tengah […]

  • Lanal Bandung Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Selatan Jawa Barat

    Lanal Bandung Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Selatan Jawa Barat

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir. Melalui jajaran Pos TNI AL (Posal) Pangandaran, Palabuhanratu, dan Ujung Genteng, Lanal Bandung menggelar Sosialisasi Penanaman Mangrove di Wilayah Pesisir Selatan Jawa Barat Tahun 2025, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan […]

  • Lantamal IX Laksanakan Penataran dan Pembekalan Materi Kepada Pelaku Latihan SAR TA. 2025

    Lantamal IX Laksanakan Penataran dan Pembekalan Materi Kepada Pelaku Latihan SAR TA. 2025

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ambon,- Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IX Ambon Brigadir Jenderal TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M.,. Lantamal IX melaksanakan Penataran dan Pembekalan Materi Pelatihan Search and Rescue (SAR) kepada Prajurit dari berbagai Satuan Kerja Lantamal IX, bertempat di Gedung DR. J. Leimena Lantamal IX Ambon, Halong, Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (28/07/2025). Dalam upaya mendukung […]

expand_less