Selasa, 3 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Lingkungan » Normalisasi Kali Arenjaya Tak Kunjung Jalan, Risiko Banjir Jadi Sorotan

Normalisasi Kali Arenjaya Tak Kunjung Jalan, Risiko Banjir Jadi Sorotan

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Normalisasi Kali Arenjaya di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, belum terealisasi meski persoalannya telah berlangsung bertahun-tahun.

Keberadaan bangunan di bantaran sungai, penyempitan aliran, serta keterbatasan akses alat berat menjadi sejumlah kendala yang perlu ditangani pemerintah daerah.

Persoalan tersebut kembali disoroti Wakil Ketua Komisi III sekaligus anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alit Jamaludin, S.E., saat melaksanakan kegiatan reses di RT 11/RW 08, Kelurahan Arenjaya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Alit, Kali Arenjaya merupakan persoalan infrastruktur lingkungan yang membutuhkan penanganan serius karena sungai tersebut melintasi sedikitnya lima rukun warga (RW).

Ia menyebut normalisasi sungai itu belum pernah dilakukan sejak kawasan perumahan di sekitarnya berdiri.

Namun, kondisi tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai riwayat penanganan sungai dari pemerintah daerah.

“Ini isunya sudah lama,” ujar Alit saat menanggapi persoalan normalisasi Kali Arenjaya.

Salah satu kendala yang menjadi perhatian ialah keberadaan bangunan di bantaran sungai yang berpotensi menghambat akses alat berat untuk melakukan pengerukan dan penataan aliran.

Kondisi tersebut membuat penanganan sungai tidak cukup dilakukan dengan pekerjaan di satu titik.

Pemerintah perlu mengevaluasi bagian-bagian yang mengalami penyempitan agar rencana normalisasi dapat disusun secara menyeluruh.

“Normalisasi tidak bisa hanya dilakukan di satu titik. Penyempitan aliran di bagian lain juga perlu menjadi perhatian,” katanya.

Alit menilai, persoalan akses dan kondisi fisik sungai harus menjadi bagian dari perencanaan teknis sebelum pekerjaan dimulai. Tanpa persiapan yang memadai, pelaksanaan normalisasi berpotensi menghadapi hambatan di lapangan.

Koordinasi Warga dan Kepastian Pelaksanaan

Penanganan bangunan yang menghambat akses normalisasi membutuhkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat yang terdampak.

Baca juga :  Babinsa Potowaiburu Ajak Warga Cegah Karhutla Lewat Komunikasi Sosial

Apabila pelaksanaan pekerjaan memerlukan pembukaan akses melalui area yang ditempati bangunan, pemerintah perlu menjelaskan kebutuhan teknis, mekanisme penanganan, serta langkah yang akan ditempuh kepada warga terkait.

“Koordinasi dengan masyarakat perlu dilakukan agar kendala di lapangan bisa dibahas sebelum pekerjaan normalisasi dilaksanakan,” ujar Alit.

Saat ini, pengurus RW setempat disebut tengah berkoordinasi dengan masyarakat untuk membahas rencana normalisasi Kali Arenjaya.

Hasil koordinasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) sebagai bahan tindak lanjut.

Meski demikian, sejumlah hal masih membutuhkan kejelasan, mulai dari jadwal pelaksanaan, hasil kajian teknis, mekanisme penanganan bangunan di bantaran sungai, hingga upaya membuka akses bagi alat berat.

Kepastian tersebut penting agar pembahasan di tingkat lingkungan dapat berlanjut menjadi perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan yang terukur.

Selain normalisasi sungai, warga juga membutuhkan pembenahan jalan lingkungan dan saluran air.

Kedua infrastruktur tersebut perlu dievaluasi berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Menjelang musim penghujan, kondisi sungai dan drainase menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko banjir.

Namun, efektivitas penanganan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan teknis, kapasitas saluran, kondisi aliran, serta pelaksanaan pekerjaan yang sesuai kebutuhan.

Alit mengatakan, persoalan infrastruktur lingkungan perlu ditindaklanjuti berdasarkan prioritas dan hasil koordinasi dengan masyarakat.

“Kebutuhan infrastruktur lingkungan juga perlu mendapat perhatian agar persoalan yang dirasakan masyarakat dapat ditangani sesuai prioritas,” katanya.

Ia menegaskan, hasil pembahasan di tingkat wilayah perlu diikuti langkah konkret dari pemerintah daerah.

Kejelasan perencanaan dan tahapan pekerjaan diperlukan agar persoalan normalisasi yang telah lama dibicarakan tidak terus berlarut-larut.

Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait diharapkan mengevaluasi kondisi Kali Arenjaya, terutama pada bagian yang mengalami penyempitan dan titik-titik yang sulit dijangkau alat berat.

Baca juga :  Antisipasi Curanmor, Polsek Jatiasih Siapkan Patroli Berpakaian Sipil

Selain itu, pemerintah perlu menyampaikan informasi secara terbuka mengenai rencana penanganan, tahapan pekerjaan, serta mekanisme penyelesaian kendala di lapangan.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindak lanjut yang jelas agar persoalan normalisasi ini tidak terus berlarut-larut,” ujar Alit di sela kegiatan reses.

Bagi warga Arenjaya, kepastian normalisasi menjadi bagian dari kebutuhan penataan lingkungan permukiman.

Setelah bertahun-tahun menjadi persoalan, rencana tersebut membutuhkan tindak lanjut yang jelas, mulai dari kajian teknis hingga kepastian realisasi.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai jadwal pasti pelaksanaan normalisasi maupun keputusan teknis terkait bangunan yang berpotensi menghambat pekerjaan. Penjelasan lebih lanjut dari Pemerintah Kota Bekasi dan BMSDA diperlukan untuk memastikan tahapan penanganan Kali Arenjaya.

FAQ: Normalisasi Kali Arenjaya Bekasi

Di mana lokasi Kali Arenjaya yang menjadi sorotan?

Kali Arenjaya berada di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Menurut Alit Jamaludin, sungai tersebut melintasi sedikitnya lima RW.

Mengapa normalisasi Kali Arenjaya belum terealisasi?

Menurut keterangan Alit Jamaludin, keberadaan bangunan di bantaran sungai, penyempitan aliran, dan keterbatasan akses alat berat menjadi sejumlah kendala yang perlu ditangani. Penyebab dan kondisi teknisnya masih memerlukan penjelasan dari pemerintah daerah.

Siapa yang menyoroti persoalan normalisasi Kali Arenjaya?

Persoalan tersebut disoroti Alit Jamaludin, S.E., Wakil Ketua Komisi III sekaligus anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), saat kegiatan reses di RT 11/RW 08, Kelurahan Arenjaya.

Bagaimana tindak lanjut rencana normalisasi Kali Arenjaya?

Pengurus RW setempat disebut tengah berkoordinasi dengan masyarakat. Hasil koordinasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) sebagai bahan tindak lanjut.

Baca juga :  Lurah Jatirasa Ingatkan Warga Tak Kuasai Sepihak Lahan Bantaran Sungai
Apakah jadwal normalisasi Kali Arenjaya sudah ditetapkan?

Berdasarkan informasi dalam berita, jadwal pasti pelaksanaan normalisasi, keputusan teknis terkait bangunan di bantaran sungai, dan tahapan pekerjaan belum dijelaskan. Konfirmasi lebih lanjut dari Pemerintah Kota Bekasi dan BMSDA diperlukan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Babinsa Mapurujaya Bangun Jembatan Bersama Warga

    Babinsa Mapurujaya Bangun Jembatan Bersama Warga

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Wujud nyata kepedulian dan kebersamaan kembali ditunjukkan Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya, Sertu Slamet Jaya Abadi, yang turun langsung membantu warga membangun jembatan penghubung di Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Komunikasi Sosial (Komsos) dengan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga di wilayah binaan. Bersama […]

  • Prajurit Pasmar 3 Raih Perunggu di Kejurnas Muaythai 2025 NTB

    Prajurit Pasmar 3 Raih Perunggu di Kejurnas Muaythai 2025 NTB

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mataram – Semangat juang prajurit Korps Marinir kembali terbukti di arena olahraga. Serda Marinir Didy Aryadinata, petarung andalan Pasmar 3 dari Satuan Menbanpur 3 Marinir, sukses menyabet medali perunggu pada ajang bergengsi Kejurnas Muaythai 2025 yang berlangsung di Gelanggang Pemuda dan Olahraga (GOR) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kejuaraan yang menjadi bagian dari agenda Road […]

  • Danlanal Sibolga Dampingi Asops Kasad Tinjau Progres TMMD ke-126 Kodim 0211/TT di Sibabangun

    Danlanal Sibolga Dampingi Asops Kasad Tinjau Progres TMMD ke-126 Kodim 0211/TT di Sibabangun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Tapanuli Tengah — Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla., mendampingi Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad) Mayjen TNI Aminton Manurung, S.I.P., saat melakukan peninjauan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun Anggaran 2025 yang digelar oleh Kodim 0211/TT di Lingkungan IX Sikkam, […]

  • Timnas Sepak Takraw Indonesia Berangkat ke World Cup 2026, PB PSTI Bidik Emas

    Timnas Sepak Takraw Indonesia Berangkat ke World Cup 2026, PB PSTI Bidik Emas

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 Mei 2026 – PB PSTI melepas Timnas Sepak Takraw Indonesia menuju ISTAF Sepaktakraw World Cup 2026 di Kuala Lumpur dengan target meraih medali emas. Ketua Umum PB PSTI H. Surianto memimpin pelepasan kontingen di GBK Arena sebagai penegasan ambisi prestasi nasional. Ia menegaskan Indonesia tidak sekadar mengikuti turnamen, tetapi mengejar hasil konkret di […]

  • Warga Rawalumbu Keluhkan Biaya Servis Bengkel Membengkak

    Warga Rawalumbu Keluhkan Biaya Servis Bengkel Membengkak

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Bekasi – Seorang warga Rawalumbu bernama Putri mengeluhkan dugaan praktik bengkel yang merugikan konsumen perempuan di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi. (04/02/2026). Ia datang hanya untuk mengganti oli dan memperbaiki rem sepeda motor miliknya. Namun, mekanik justru menambahkan pemeriksaan komponen lain yang tidak pernah ia minta sebelumnya. Mekanik menyebut masalah pada sistem transmisi atau […]

  • Lantamal I Lepas Kapal Perang India INS Saryu P54 dari Pelabuhan Belawan

    Lantamal I Lepas Kapal Perang India INS Saryu P54 dari Pelabuhan Belawan

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan – Setelah empat hari bersandar di Dermaga Pelindo 104 Belawan, Kapal Perang Angkatan Laut India INS Saryu P54 resmi dilepas keberangkatannya oleh Komandan Lantamal I Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, S.E., CHRMP., yang diwakili oleh Asops Danlantamal I Kolonel Laut (P) Alamsyah Putra Tanjung, M.Tr. Opsla., Senin (23/6/2025). Kunjungan persahabatan kapal perang India ini […]

expand_less