Bedah Rumah di Yamboi, Satgas TMMD Ke-130 Bantu Warga Miliki Hunian Layak
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manokwari Selatan – Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (24/10/2026).
Memasuki hari ke-11 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), personel TNI bersama masyarakat melanjutkan pekerjaan untuk meningkatkan kelayakan tempat tinggal warga.
Program bedah rumah tersebut menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama hunian yang lebih aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.
Komandan Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan, Letkol Czi Sunandar Parius, menegaskan bahwa perbaikan rumah menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal layak.
Di Kampung Yamboi, personel Satgas TMMD dan masyarakat bekerja bersama memperbaiki bagian rumah yang memerlukan penanganan.
Pekerjaan itu menjadi bagian dari rangkaian program TMMD yang menggabungkan pembangunan fisik dengan keterlibatan masyarakat di wilayah sasaran.
Perbaikan Hunian Menyentuh Kebutuhan Dasar Warga
Rumah yang layak menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap keluarga karena berkaitan dengan keamanan, kenyamanan, dan kualitas kehidupan sehari-hari.
Karena itu, program bedah RTLH dalam TMMD diarahkan untuk membantu warga memperbaiki kondisi tempat tinggal yang membutuhkan penanganan.
Satgas TMMD Ke-130 bersama masyarakat mengerjakan perbaikan secara bertahap. Setiap bagian bangunan yang mereka tangani menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelayakan hunian.
Namun, keterangan kegiatan tersebut belum merinci identitas pemilik rumah, jumlah anggota keluarga penerima manfaat, tingkat kerusakan awal, maupun total biaya perbaikan.
Informasi mengenai target penyelesaian dan jumlah rumah yang masuk program bedah RTLH juga belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.
Meski demikian, kegiatan di Kampung Yamboi menunjukkan keterlibatan personel TNI dan masyarakat dalam pekerjaan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Kolaborasi tersebut juga memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses perbaikan lingkungan tempat tinggal mereka.
Selain memperhatikan kondisi fisik bangunan, program semacam ini perlu memastikan bahwa hasil perbaikan sesuai kebutuhan penghuni dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dengan demikian, keberhasilan bedah rumah tidak hanya bergantung pada selesainya pekerjaan, tetapi juga pada kelayakan hunian setelah warga kembali menempatinya.
TMMD Menggabungkan Pembangunan dan Gotong Royong
Letkol Czi Sunandar Parius menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD berupaya membantu keluarga yang membutuhkan hunian lebih layak sekaligus menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung.
Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan di Kampung Yamboi. Personel Satgas dan warga bekerja bersama untuk menyelesaikan pekerjaan perbaikan rumah.
Keterlibatan masyarakat juga memperkuat hubungan antara TNI dan warga selama program berlangsung.
Namun, manfaat program tetap perlu dilihat dari hasil nyata, termasuk kualitas bangunan, kesesuaian perbaikan dengan kebutuhan penghuni, dan keberlanjutan pemanfaatannya.
Karena itu, pendataan penerima manfaat serta evaluasi hasil pekerjaan menjadi unsur penting untuk memastikan program bedah rumah menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Keterangan kegiatan ini belum menyebutkan jadwal penyelesaian rumah yang sedang diperbaiki. Oleh sebab itu, progres akhir pekerjaan belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Baca juga: Babinsa Potowaiburu Ajak Warga Cegah Karhutla Lewat Komunikasi Sosial
Pembangunan Menjangkau Infrastruktur dan Permukiman
Selain perbaikan rumah, TMMD Ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan mencakup sejumlah kegiatan pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Program tersebut meliputi pembangunan jalan, jembatan, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), penyediaan air bersih, serta perbaikan rumah tidak layak huni.
Rangkaian kegiatan itu menunjukkan cakupan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada akses transportasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar permukiman.
Jalan dan jembatan mendukung konektivitas, sedangkan fasilitas MCK dan penyediaan air bersih berkaitan dengan kebutuhan sanitasi serta kehidupan sehari-hari warga.
Sementara itu, perbaikan rumah menyasar kondisi hunian keluarga yang membutuhkan peningkatan kelayakan.
Meski demikian, keterangan yang tersedia belum menjabarkan jumlah setiap proyek, anggaran, target penerima manfaat, maupun capaian keseluruhan program TMMD Ke-130.
Data tersebut diperlukan untuk mengukur skala pembangunan dan menilai sejauh mana program menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.
Pelaksanaan TMMD di Kampung Yamboi menjadi bagian dari upaya Kodim 1808/Manokwari Selatan untuk mendukung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Melalui kerja bersama personel TNI dan warga, program bedah RTLH diharapkan meningkatkan kelayakan tempat tinggal sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Pada akhirnya, manfaat program perlu tercermin dalam kondisi rumah yang lebih layak dan kehidupan penghuni yang lebih aman serta nyaman.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

