Panglima TNI Hadiri Ratas Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Dipadamkan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 40 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Rapat tersebut membahas perkembangan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk percepatan pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas ke kawasan lain.
Dalam rapat itu, pemerintah melaporkan sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi masih menjalani proses pemadaman.
Pemerintah kini memprioritaskan penanganan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan untuk menekan risiko meluasnya kebakaran.
Presiden Prabowo meminta seluruh unsur terkait memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan sumber daya secara optimal.
Selain operasi darat, pemerintah mengoptimalkan operasi udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung percepatan pemadaman.
Pemerintah Prioritaskan Dua Provinsi
Laporan dalam rapat terbatas tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih membutuhkan koordinasi lintas sektor, terutama di wilayah yang menjadi prioritas pemadaman.
Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi fokus pemerintah dalam upaya menekan penyebaran api.
Pemerintah menggabungkan operasi darat dengan dukungan udara dan OMC untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Langkah tersebut bertujuan membantu petugas memadamkan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.
Namun, keterangan yang disampaikan belum merinci lokasi spesifik dari 639 hektare lahan yang masih dalam proses pemadaman, tingkat kerusakan, maupun jumlah titik api di setiap provinsi.
Rincian tersebut penting untuk menggambarkan sebaran kebakaran dan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.
Selain itu, perkembangan luas lahan yang berhasil dipadamkan dapat menjadi salah satu indikator untuk mengevaluasi efektivitas operasi di lapangan.
Sejumlah Pejabat Hadiri Rapat Terbatas
Selain Panglima TNI, rapat tersebut dihadiri Menko Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman serta Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.
Hadir pula Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiyono, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan keterlibatan berbagai unsur pemerintah dalam koordinasi penanganan karhutla.
Pengerahan sumber daya secara terpadu diharapkan mendukung pemadaman sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran berulang.
Meski demikian, keterangan rapat belum menjelaskan rincian penugasan setiap lembaga, jumlah personel yang terlibat, maupun target waktu penyelesaian pemadaman.
Informasi tersebut akan membantu masyarakat memahami perkembangan penanganan karhutla dan langkah lanjutan yang pemerintah siapkan.
Pemerintah menegaskan pentingnya mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemadaman dan mencegah perluasan kebakaran.
Sementara itu, pelaksanaan operasi darat, operasi udara, dan OMC menjadi bagian dari strategi penanganan yang pemerintah jalankan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

