Rabu, 28 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » HUKUM » Membongkar Istilah Konsorsium dan Humas dalam Kasus Jaringan Judi Online di Semarang

Membongkar Istilah Konsorsium dan Humas dalam Kasus Jaringan Judi Online di Semarang

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semarang – Kasus jaringan judi online besar yang diungkap oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri membawa banyak fakta menarik. Salah satunya adalah munculnya istilah “konsorsium” dan “humas” yang kerap digunakan para pelaku untuk menjalankan bisnis ilegal mereka. Terungkapnya kasus ini melibatkan Komisaris PT Arta Jaya Putra, Firman Hertanto alias Aseng, yang diduga kuat menjadi otak di balik jaringan tersebut.

Menurut hasil penyidikan, Firman diduga mencuci uang hasil bisnis judi online melalui Hotel Aruss di Semarang. Seorang sumber yang mengetahui proses penyelidikan menyebutkan bahwa Firman memiliki peran sentral sebagai kepala konsorsium.

“Biasanya, selain menjadi kepala konsorsium, orang tersebut juga memiliki website judi online sendiri,” kata sumber tersebut.

Dalam konteks bisnis judi online, konsorsium merujuk pada kumpulan pemilik website perjudian yang bekerja sama di bawah kepemimpinan seorang kepala.

Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsorsium berarti himpunan beberapa pengusaha yang mengadakan usaha bersama.

Dalam kasus ini, kepala konsorsium bertugas mengatur berbagai hal, mulai dari aliran dana hingga penyediaan rekening penampung yang menggunakan identitas orang lain.

“Kepala konsorsium tidak bekerja sendiri. Ia dibantu tim untuk mengelola setoran dari para bandar judi online. Setiap bulan, para bandar menyetor Rp 15 juta per website ke rekening-rekening tertentu,” ungkap sumber tersebut.

Dengan ratusan website yang dimiliki oleh setiap bandar, jumlah uang yang terkumpul mencapai Rp 40-45 miliar setiap bulannya.

Nama konsorsium juga mencuat dalam kasus lain, seperti dugaan keterlibatan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sebagai pemimpin Konsorsium 303. Istilah ini merujuk pada jaringan pengamanan bisnis judi yang melibatkan oknum penegak hukum.

Istilah konsorsium tidak hanya menggambarkan jaringan bisnis ilegal yang terorganisir, tetapi juga menunjukkan seberapa besar skala operasional mereka.

Baca juga :  Pemerintah Harus Lakukan High Diplomacy untuk Lindungi Pekerja Migran

Dalam beberapa kasus, anggota konsorsium dapat berasal dari berbagai wilayah dengan sistem kerja yang terkoordinasi. Hal ini menjadikan bisnis judi online sulit dilacak dan diberantas sepenuhnya.

Selain konsorsium, penyidik juga menemukan istilah “humas” dalam jaringan ini. Humas adalah individu yang ditunjuk oleh konsorsium untuk menjadi penghubung dengan pihak eksternal, termasuk oknum aparat hukum.

Dalam jaringan judi online di Semarang, dua orang bernama Sinda dan Johan diketahui menjalankan peran ini.

Kedua humas tersebut rutin bertemu di sebuah restoran Korea di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, untuk mengatur strategi.

Tugas utama mereka adalah mendistribusikan uang “pengamanan” kepada oknum tertentu, memastikan bisnis haram ini bisa berjalan lancar tanpa gangguan hukum.

“Humas memiliki kontribusi besar dalam keberlangsungan bisnis judi online. Mereka menjadi perantara penting antara konsorsium dan pihak-pihak yang dapat melindungi jaringan ini,” ujar sumber tersebut.

Tidak hanya itu, humas juga bertugas membangun relasi dengan pihak lain yang dapat memberikan akses atau fasilitas untuk memperluas bisnis ini.

Peran mereka sangat strategis karena mereka memastikan jaringan tetap beroperasi meskipun menghadapi ancaman hukum atau tekanan eksternal lainnya.

Modus Operandi dan Dampak Ekonomi

Dalam jaringan ini, setiap bandar judi online wajib menyetor sejumlah uang ke rekening yang sudah ditentukan. Uang tersebut digunakan untuk membiayai operasional jaringan, termasuk pembayaran kepada humas dan kepala konsorsium.

Modus ini memastikan semua anggota jaringan mendapatkan perlindungan, baik secara hukum maupun operasional.

Namun, praktik ini berdampak besar terhadap ekonomi dan hukum. Dengan omzet yang mencapai puluhan miliar rupiah per bulan, jaringan judi online ini tidak hanya merugikan negara dari sisi pajak, tetapi juga memperparah masalah sosial, seperti kecanduan judi dan tindak kriminal yang menyertainya.

Baca juga :  Perselisihan Korek Api Berujung Maut, Remaja 15 Tahun Tewas di Bekasi

Selain kerugian ekonomi, dampak sosial dari praktik ini juga signifikan. Banyak individu dan keluarga yang terjebak dalam lingkaran kecanduan judi, yang pada akhirnya menyebabkan kerugian finansial, keretakan rumah tangga, dan bahkan tindakan kriminal seperti pencurian atau penipuan.

Bareskrim Polri terus mendalami peran Firman Hertanto dalam jaringan ini. Penelusuran aliran dana, identitas pemilik rekening penampung, serta pihak-pihak yang menerima uang “pengamanan” menjadi fokus utama.

Penyidik juga berupaya mengidentifikasi keterlibatan oknum lembaga penegak hukum dalam melindungi jaringan ini.

Pengungkapan kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya bisnis judi online. Istilah-istilah seperti konsorsium dan humas menjadi bukti bahwa praktik ini dijalankan secara terorganisir, melibatkan berbagai pihak dengan peran yang terstruktur.

Selain itu, Bareskrim Polri juga menggandeng lembaga lain untuk memperluas penyelidikan, termasuk melibatkan pakar keuangan dalam melacak transaksi mencurigakan.

Langkah ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak pelaku dan menghentikan operasi jaringan judi online yang masih aktif.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap bisnis digital yang berpotensi melanggar hukum.

Selain tindakan tegas terhadap pelaku, edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi online juga harus ditingkatkan. Penegakan hukum yang transparan dan konsisten menjadi kunci untuk memutus mata rantai bisnis haram ini.

Dengan temuan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap dampak negatif judi online. Sementara itu, aparat penegak hukum dituntut untuk terus mengusut tuntas kasus ini demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari kejahatan terorganisir.

Untuk langkah jangka panjang, pemerintah perlu mempertimbangkan regulasi yang lebih ketat terhadap aktivitas online yang mencurigakan.

Kerjasama dengan platform teknologi juga harus ditingkatkan untuk mendeteksi dan menutup situs judi online secara cepat. Semua pihak harus berperan aktif dalam memastikan bahwa jaringan seperti ini tidak lagi memiliki tempat di masyarakat.***/Red

Baca juga :  Perlawanan ST Rogaya Guncang Ruang Sidang, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Cacat Hukum

Sumber : Tempo.co


Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Sea World Ancol Rayakan Ulang Tahun ke-33, Perkenalkan Biota Baru: Hiu Berjalan Halmahera

    Sea World Ancol Rayakan Ulang Tahun ke-33, Perkenalkan Biota Baru: Hiu Berjalan Halmahera

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Sea World Ancol resmi memasuki usia ke-33 tahun. Sejak dibuka pada 1992, tempat ini telah menjadi salah satu destinasi eduwisata kelautan terbesar dan terlengkap di Indonesia, menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk mengenal kekayaan laut nusantara. Perayaan ulang tahun kali ini terasa istimewa dengan peluncuran biota baru, yakni Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera). […]

  • Patroli Batalyon B Pelopor amankan pemuda dengan Motor Mofidikasi dan Surat Tidak Sesuai

    Patroli Batalyon B Pelopor amankan pemuda dengan Motor Mofidikasi dan Surat Tidak Sesuai

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Tim patroli gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Patroli Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan seorang pemuda dan sepeda motor bermasalah. Petugas mengamankan pemuda tersebut di Jalan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin, 8 Juni 2026, sekitar pukul 03.11 WIB. Tim menemukan pemuda itu saat melaksanakan patroli rutin pada […]

  • Rorotan Didapuk Jadi Percontohan Nasional, Warga Cilincing Aktif Pilah Sampah dari Sumber

    Rorotan Didapuk Jadi Percontohan Nasional, Warga Cilincing Aktif Pilah Sampah dari Sumber

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 13 April 2026 – Pemerintah menetapkan Kelurahan Rorotan, Cilincing, sebagai percontohan nasional pengelolaan sampah, saat ratusan warga mengikuti dialog pilah sampah berbasis komunitas. Kegiatan berlangsung di Sekretariat RW 003 Rorotan dan menghadirkan sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah pusat, daerah, serta perwakilan masyarakat setempat. Program Jaga Jakarta Plus melalui skema drop point mendorong […]

  • IKKT Pragati Wira Anggini Terus Perkuat Dukungan bagi TNI dan Keluarga Prajurit

    IKKT Pragati Wira Anggini Terus Perkuat Dukungan bagi TNI dan Keluarga Prajurit

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Juli 2025 – Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 melalui acara puncak di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Kamis (31/7/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku Pembina Utama, didampingi Ketua Umum IKKT Ny. Evi Agus Subiyanto. Mengusung tema […]

  • Perempuan Indonesia: Pilar Ketahanan Bangsa di Abad ke-21

    Perempuan Indonesia: Pilar Ketahanan Bangsa di Abad ke-21

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kongres Pejuang Perempuan Indonesia (KPPI) diselenggarakan pada hari Jumat s/d Sabtu, 25-26 April 2025, bertempat di Golden Boutique Hotel, Kemayoran,Jakarta. Acara ini akan menghadirkan lebih dari 500 aktivis perempuan dari berbagai latar belakang, serta menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai pembicara dan narasumber. Kongres ini mengusung semangat perempuan Indonesia sebagai […]

  • TNI Tampil Membanggakan di Parade Bastille Day 2025 di Paris

    TNI Tampil Membanggakan di Parade Bastille Day 2025 di Paris

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Paris – Derap langkah pasukan TNI menggema di sepanjang Champs-Élysées, Paris, Senin (14/7/2025). Di bawah langit musim panas Eropa, ribuan warga dan tamu internasional yang memadati jalan ikonik itu terpukau menyaksikan penampilan prajurit Indonesia yang tampil percaya diri dan penuh semangat dalam Parade Bastille Day 2025. Tergabung dalam Satgas Patriot II, kontingen Indonesia terdiri atas […]

expand_less