Senin, 26 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » BERITA » Warga Depok Tertipu Rp 430 Juta dengan Modus Kasus Narkoba dan Pencucian Uang

Warga Depok Tertipu Rp 430 Juta dengan Modus Kasus Narkoba dan Pencucian Uang

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Depok – Seorang warga Jalan Wisma Mas Pondok Cabe, Blok B 3, No 13, Sawangan, Kota Depok, berinisial AS, menjadi korban penipuan yang mengakibatkan kerugian hingga Rp 430 juta. Penipuan ini dilakukan dengan modus menuduh korban terlibat dalam kasus narkoba dan pencucian uang. Kejadian tersebut kini tengah ditangani oleh Polres Metro Depok.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, kasus bermula ketika pelaku menghubungi korban menggunakan telepon rumah.

Pelaku mengaku sebagai customer service Telkom dan menyatakan bahwa nomor rumah, identitas, serta alamat korban telah digunakan untuk promosi judi online.

Untuk meyakinkan korban, pelaku kemudian menyambungkan panggilan tersebut ke nomor yang mengaku sebagai petugas dari Polrestabes Bandung.

Dalam percakapan tersebut, pelaku yang mengaku sebagai petugas menyatakan bahwa nama dan nomor rekening korban digunakan untuk menampung uang dari kasus narkoba dan pencucian uang.

Selanjutnya, korban diarahkan berbicara dengan seseorang yang mengaku sebagai jaksa. Pelaku dengan terampil menanamkan ketakutan dan kebingungan pada korban, sehingga AS tidak memiliki cukup waktu untuk berpikir rasional atau memeriksa kebenaran informasi tersebut.

Pelaku meminta korban untuk mentransfer uang sebagai bagian dari proses pemeriksaan yang disebut-sebut akan dilakukan pihak kepolisian.

Korban diminta mengirim uang sebesar Rp 100 juta ke rekening Bank Mandiri atas nama YCN. Tak berhenti di situ, pelaku juga meminta transfer tambahan sebesar Rp 100 juta dan Rp 230 juta ke nomor rekening bank yang berbeda, dengan janji bahwa uang tersebut akan dikembalikan setelah pemeriksaan selesai. Janji ini disampaikan dengan penuh keyakinan, yang membuat korban merasa terpaksa menuruti permintaan tersebut.

“Ketika korban telah memberikan nominal uang yang diminta, korban baru tersadar bahwa pelaku sebenarnya tidak memiliki akses ke nomor rekeningnya. Namun, uang yang telah dikirimkan tidak kunjung dikembalikan,” ungkap Kombes Pol Ade Ary Syam dilansir dari depok.tribunnews.com.

Baca juga :  Direktur PalmCo Jadi Mahasiswa Perdana Magister ITSI

Situasi ini menjadi bukti bahwa pelaku memang sudah merencanakan aksinya dengan matang untuk membuat korban kehilangan sejumlah besar uang dalam waktu singkat.

Setelah menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan, AS melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok.

Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 430 juta. Modus seperti ini seringkali memanfaatkan kelengahan korban serta tekanan psikologis yang ditimbulkan dari ancaman hukum fiktif.

Pelaku memanfaatkan ketidaktahuan korban tentang prosedur hukum serta rasa takut akan konsekuensi hukum yang tidak berdasar.

Pihak kepolisian kini sedang menyelidiki kasus tersebut dan melacak pelaku berdasarkan informasi yang diberikan oleh korban.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap panggilan telepon yang mencurigakan, apalagi jika diminta untuk mentransfer uang dalam jumlah besar. Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi tersebut ke pihak berwenang,” tambah Kombes Pol Ade Ary Syam.

Penyelidikan ini diharapkan dapat segera mengungkap identitas pelaku dan mencegah kasus serupa terjadi pada korban lain di masa depan.

Fenomena Penipuan Kian Marak

Kasus seperti yang menimpa AS bukanlah hal baru. Penipuan dengan modus serupa telah banyak terjadi, di mana pelaku berpura-pura menjadi petugas resmi untuk menakut-nakuti korban.

Dalam beberapa kasus, pelaku menggunakan data pribadi korban yang telah bocor sebagai alat untuk meyakinkan target.

Data-data ini mungkin diperoleh melalui kebocoran informasi di dunia digital, sehingga pelaku dapat menyebutkan informasi spesifik seperti alamat rumah atau nomor rekening untuk menambah kredibilitas mereka.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kejahatan siber dan manipulasi psikologis semakin canggih. Masyarakat perlu lebih waspada dan paham tentang berbagai jenis modus penipuan yang beredar.

Selain itu, penting untuk mengedukasi masyarakat tentang cara melindungi data pribadi mereka dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga :  Koramil 09/Serpong Utara Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

Agar terhindar dari modus penipuan seperti ini, masyarakat diimbau untuk:

  1. Tidak mudah percaya pada panggilan telepon dari pihak yang mengaku sebagai petugas tanpa bukti resmi, terutama jika mereka mengancam atau membuat Anda panik.

  2. Tidak memberikan informasi pribadi atau nomor rekening kepada pihak yang tidak dikenal, bahkan jika mereka mengklaim memiliki otoritas resmi.

  3. Selalu memverifikasi informasi yang diterima dengan menghubungi kantor polisi, bank, atau institusi terkait secara langsung melalui nomor resmi.

  4. Segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menerima panggilan mencurigakan, apalagi jika ada permintaan untuk mentransfer uang.

Penipuan seperti ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menjaga data pribadi dan berhati-hati terhadap segala bentuk ancaman atau permintaan mencurigakan.

Kejahatan semacam ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga berdampak pada ketenangan dan rasa aman korban.

Semoga kasus ini dapat segera terungkap, dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Dengan kerja sama semua pihak, kita dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.***/Red

(bang tama)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Estafet Komando di Udara “Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Sertijab Kadisops”

    Estafet Komando di Udara “Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Sertijab Kadisops”

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar — Suasana khidmat dan penuh semangat pengabdian mewarnai Gedung Serba Guna (GSG) Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (3/7/2025), saat Danlanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., memimpin langsung Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Sultan Hasanuddin. Tongkat estafet jabatan strategis ini resmi berpindah dari Kolonel Pnb Ari Susiono, S.E. kepada […]

  • Dandim 1710/Mimika Gelar Jam Komandan dan Sampaikan Arahan Kasad

    Dandim 1710/Mimika Gelar Jam Komandan dan Sampaikan Arahan Kasad

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Seusai pelaksanaan upacara bendera, Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A., menggelar Jam Komandan bersama seluruh prajurit dan PNS Kodim 1710/Mimika di Pendopo Darmawangsa Makodim, Senin (22/9/2025). Kegiatan tersebut digelar untuk menindaklanjuti arahan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., kepada para Dansat. Dalam arahannya, Dandim […]

  • Ayat Suci Iringi Langkah Brimob Jakpus

    Ayat Suci Iringi Langkah Brimob Jakpus

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Masjid At-Taubah di Jakarta Pusat menggema oleh lantunan ayat suci ketika personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menggelar tadarus, Kamis pagi, 26/02/2026. Sejak pukul 08.00 WIB, para anggota memasuki masjid, lalu menunaikan sholat sunnah sebelum membuka mushaf Al-Qur’an. Ipda Nurali, S.H. memimpin jalannya tadarus dan mengatur pembacaan ayat secara tertib serta […]

  • Dr. Das’ad Latif Sampaikan Tausiyah dalam Binrohtal Polda Jabar

    Dr. Das’ad Latif Sampaikan Tausiyah dalam Binrohtal Polda Jabar

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bandung – Polda Jawa Barat menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) di Masjid Al-Aman Polda Jabar, Kamis (18/09/2025), sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan moralitas personel. Kegiatan diikuti oleh personel Polri dan ASN Polda Jabar, serta dihadiri Irwasda Polda Jabar Brigjen Pol. Rinto Prastowo, S.I.K., bersama Pejabat Utama Polda Jabar. Penceramah utama ialah dai […]

  • Operasi Passobis: 40 Penipu Digital Diciduk, Nama Besar Kodam Dicatut Buat Tipu Miliaran!

    Operasi Passobis: 40 Penipu Digital Diciduk, Nama Besar Kodam Dicatut Buat Tipu Miliaran!

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar — Dunia maya geger! Kodam XIV/Hasanuddin baru aja membongkar sindikat penipuan digital berskala nasional yang udah lama gentayangan dengan nama “Passobis”. Aksi mereka nggak main-main, sampai berani bawa-bawa nama pejabat TNI buat ngelancarin modus tipu-tipu! Diungkap dalam konferensi pers di Aula Waskita, Markas Denintel Kodam XIV/Hasanuddin, Jumat (25/04/2025), pengungkapan ini dipimpin langsung oleh Danrem […]

  • Satgas Kizi TNI Siap Jalankan Misi Perdamaian PBB

    Satgas Kizi TNI Siap Jalankan Misi Perdamaian PBB

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 17 Juli 2026 – Sebanyak 175 prajurit Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-W MONUSCO Tahun Anggaran 2026 siap menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo setelah mengikuti upacara pemberangkatan di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (17/7/2026). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto […]

expand_less