Wakil Ketua I Satgas PRR Tinjau Huntap Padang Sidempuan dan Tapanuli Selatan

Padang, Sidempuan, 14 Juli 2026 – Wakil Ketua I Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana, Letjen TNI Richard Tampubolon, meninjau pembangunan hunian tetap (Huntap) di Kota Padang...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Padang, Sidempuan, 14 Juli 2026 – Wakil Ketua I Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana, Letjen TNI Richard Tampubolon, meninjau pembangunan hunian tetap (Huntap) di Kota Padang Sidempuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Selasa (14/7/2026). Kunjungan itu bertujuan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui pembangunan permukiman permanen.

Richard memimpin rombongan lintas kementerian dan lembaga dalam rangka memastikan kesiapan pembangunan Huntap serta mengevaluasi progres rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan.

Turut mendampingi, Marsda TNI M. Nurdin, Deputi IV Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rony Ariuly Hutahayan, serta pejabat Kementerian PKP, Kementerian PU, Kemensos, dan BNPB.

Rombongan bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Boeing A-7304 TNI AU menuju Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara.

Selanjutnya, rombongan terbang menuju Helipad Yonif 123/Rajawali sebelum menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Huntap di bekas lahan PTPN IV, Desa Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara.

Bangun 1.133 Hunian Tetap

Richard menjelaskan kawasan Huntap berdiri di lahan sekitar 27 hektare yang mencakup Desa Palopat Pijorkoling dan Huta Koje Pijorkoling.

Pemerintah mengalokasikan sekitar 15 hektare untuk kawasan perumahan, 7,5 hektare bagi fasilitas umum dan jaringan jalan, serta 4,5 hektare sebagai ruang terbuka hijau.

Masterplan rehabilitasi dan rekonstruksi menetapkan kawasan tersebut mampu menampung sebanyak 1.133 unit rumah permanen bagi masyarakat terdampak bencana.

Richard mengungkapkan pemerintah semula menjadwalkan pembangunan massal pada 2027.

Namun, Pemerintah Kota Padang Sidempuan mengajukan percepatan sehingga pembangunan dapat dimulai pada 2026.

“Keberhasilan pembangunan ini merupakan bukti nyata sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pembangunan berhasil dimajukan menjadi tahun 2026,” ujar Richard.

Pilihan Editor :  Prajurit Lanal Bintan Kobarkan Semangat Nasionalisme di Hari Sumpah Pemuda ke-97

Sebagai tahap awal, pemerintah membangun 200 unit Huntap pada tahun ini.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung pembangunan 100 unit rumah.

Sementara itu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membangun 100 unit lainnya.

Richard menegaskan kolaborasi Satgas PRR, pemerintah daerah, kementerian, BNPB, serta Yayasan Buddha Tzu Chi mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Ia menambahkan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia serta Satgas PRR Pascabencana.

“Kita sesuai arahan Bapak Presiden dan Kasatgas. Dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi acuan pelaksanaan pembangunan di lapangan,” katanya.

Richard berharap seluruh pembangunan berlangsung sesuai jadwal melalui sinergi pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat.

“Semoga seluruh proses pembangunan berjalan lancar melalui kerja sama lintas sektoral, budaya gotong royong, supervisi yang baik, kolaborasi, serta semangat kebersamaan bersama masyarakat,” ujarnya.

Tinjau Huntara dan Huntap Hapesong

Usai menghadiri groundbreaking, rombongan terbang menuju Helipad PTPN IV Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Richard kemudian meninjau hunian sementara dan lokasi pembangunan Huntap di Desa Hapesong, Kecamatan Batang Toru.

Ia juga menyerahkan bantuan sembako kepada 214 kepala keluarga calon penghuni kawasan Huntap.

Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Jembatan Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Richard menjelaskan sebanyak 214 kepala keluarga masih menempati hunian sementara di kawasan Perkebunan Hapesong eks PTPN IV.

Seluruh warga tersebut berasal dari Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, serta Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat.

Pemerintah menyiapkan lahan sekitar lima hektare untuk membangun 227 unit Huntap di kawasan tersebut.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melaksanakan pembangunan sebagai mitra strategis pemerintah dalam percepatan penyediaan hunian bagi korban bencana.

Pilihan Editor :  Kapuspen TNI Tegaskan Isu Prajurit Jadi Provokator Demo Adalah Hoax

“Atas nama TNI dan seluruh jajaran Satgas PRR, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia beserta seluruh pihak yang membantu masyarakat,” ucap Richard.

Perkuat Sinergi dan Pemberdayaan Warga

Richard menyebut progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif.

Tim teknis telah menyelesaikan pematangan lahan Blok A sehingga pekerjaan konstruksi fisik segera dimulai.

Sementara itu, tim terus mempercepat pematangan lahan Blok C agar seluruh tahapan pembangunan selesai sesuai target.

“Saya berharap seluruh pihak menjaga koordinasi, memperkuat sinergi, dan mengedepankan kualitas pekerjaan sehingga setiap rumah memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan ketahanan bencana,” katanya.

Richard juga meminta seluruh pihak mengembangkan kawasan Huntap sebagai permukiman yang produktif dan berkelanjutan.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama kementerian terkait mengintegrasikan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, serta penciptaan lapangan usaha.

“Saya berharap kawasan Huntap Hapesong tumbuh menjadi permukiman yang mandiri, produktif, dan sejahtera melalui kolaborasi seluruh pihak,” pungkas Letjen TNI Richard Tampubolon.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *