Ular Masuk Rumah: 5 Pemicu, Cara Mencegah, dan Langkah Aman Mengatasinya
- account_circle Firman Ugm
- calendar_month 48 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kemunculan ular di dalam rumah dapat berkaitan dengan ketersediaan makanan, tempat persembunyian, kondisi bangunan, dan lingkungan di sekitarnya. Keberadaan tikus, rumput yang tidak terawat, tumpukan barang bekas, hingga celah pada fondasi merupakan beberapa kondisi yang perlu diperhatikan untuk mengurangi peluang ular memasuki area hunian.
Bagi masyarakat yang tinggal di permukiman padat, dekat kebun, lahan kosong, saluran air, atau area dengan vegetasi lebat, memahami faktor yang dapat menarik ular menjadi bagian penting dari upaya menjaga keselamatan keluarga.
Mengutip informasi Animal and Veterinary Service (AVS) Singapura dan Minnesota Department of Natural Resources, ketersediaan makanan serta tempat berlindung merupakan faktor yang dapat memengaruhi keberadaan ular di suatu lingkungan.
Meski demikian, ular yang ditemukan di rumah tidak selalu menunjukkan bahwa bangunan tersebut kotor atau menjadi sarang ular. Hewan ini dapat melintas untuk mencari mangsa, berlindung, atau berpindah dari satu habitat ke habitat lain.
Karena itu, pencegahan perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi rumah secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan kebersihan lantai dan ruangan. Masyarakat juga perlu mengetahui tindakan yang aman ketika menemukan ular agar tidak meningkatkan risiko gigitan atau kontak langsung.
1. Tikus dan Hewan Kecil yang Menjadi Sumber Makanan
Salah satu faktor yang dapat menarik ular ke sekitar rumah adalah ketersediaan mangsa. Sejumlah jenis ular memangsa tikus, sedangkan jenis lainnya dapat memakan katak, kadal, atau hewan kecil lain.
Jika populasi tikus meningkat di sekitar bangunan, lingkungan tersebut berpotensi menyediakan sumber makanan bagi ular pemangsa tikus. Namun, keberadaan tikus tidak berarti ular pasti akan datang karena pergerakan satwa juga dipengaruhi habitat, kondisi lingkungan, dan perilaku masing-masing spesies.
Tikus dapat tertarik pada sisa makanan, bahan pangan yang tidak tertutup, sampah organik, serta tempat yang menyediakan ruang untuk bersarang. Gudang, dapur, area penyimpanan barang, dan halaman belakang perlu mendapat perhatian apabila ditemukan kotoran tikus, bekas gigitan, atau tanda aktivitas hewan pengerat lainnya.
Cara mengurangi sumber makanan ular
Langkah pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
- Simpan beras, makanan kering, pakan hewan, dan bahan pangan lain dalam wadah yang tertutup rapat.
- Bersihkan sisa makanan dan remah-remah, terutama di dapur serta area makan.
- Gunakan tempat sampah bertutup dan buang sampah secara teratur.
- Hindari membiarkan pakan hewan peliharaan terbuka sepanjang malam apabila dapat menarik tikus.
- Periksa area penyimpanan untuk mengetahui tanda keberadaan tikus dan tutup jalur masuknya setelah memastikan tidak ada satwa yang terjebak di dalamnya.
Jika tanda infestasi tikus terus ditemukan, pengendalian perlu dilakukan secara tepat agar sumber makanan tersebut tidak terus tersedia. Penggunaan racun atau perangkap harus memperhatikan keselamatan anak-anak, hewan peliharaan, dan satwa lain yang bukan sasaran.
Mengurangi populasi tikus bukan jaminan ular tidak akan masuk, tetapi dapat mengurangi salah satu faktor yang membuat lingkungan rumah menarik bagi ular pemangsa tikus.
2. Rumput Tinggi, Semak Belukar, dan Vegetasi yang Tidak Terawat
Halaman yang dipenuhi rumput tinggi, semak lebat, dan tanaman liar dapat menyediakan tempat berlindung bagi ular. Vegetasi yang rapat juga bisa menyembunyikan keberadaan hewan kecil yang menjadi mangsa.
Area seperti ini berisiko luput dari pengawasan karena penghuni rumah sulit melihat kondisi permukaan tanah secara menyeluruh. Situasi serupa dapat ditemukan pada lahan kosong di samping rumah, kebun yang jarang dirawat, serta bagian belakang bangunan yang jarang digunakan.
Meski demikian, rumput tinggi tidak otomatis berarti terdapat ular. Vegetasi hanya merupakan salah satu kondisi lingkungan yang dapat menyediakan perlindungan bagi berbagai jenis satwa.
Apa yang perlu dilakukan?
Pangkas rumput dan tanaman liar secara berkala, terutama di sekitar pintu, jendela bawah, jalur pejalan kaki, dan area yang berbatasan langsung dengan bangunan.
Jaga agar jalur menuju pintu masuk tetap mudah terlihat. Hindari menempatkan barang-barang yang tidak diperlukan di balik semak atau tanaman yang terlalu rapat.
Jika halaman berbatasan dengan kebun atau lahan yang tidak terawat, prioritaskan pemeliharaan bagian lahan yang menjadi tanggung jawab penghuni. Untuk lahan milik pihak lain, koordinasikan pembersihan dengan pemilik atau pengelola setempat.
Ketika membersihkan vegetasi yang lebat, gunakan alat yang sesuai dan hindari merogoh bagian tanaman yang tidak terlihat. Jika menemukan ular, hentikan pekerjaan dan menjauhlah tanpa berusaha menangkap atau memindahkannya sendiri.
Perawatan halaman secara berkala bukan hanya membantu mengurangi tempat persembunyian satwa, tetapi juga memudahkan penghuni mengenali perubahan kondisi lingkungan sebelum menimbulkan masalah.
3. Tumpukan Kayu, Kardus, dan Barang Bekas yang Jarang Diperiksa
Tumpukan barang yang dibiarkan terlalu lama dapat menciptakan celah dan ruang gelap yang menjadi tempat berlindung bagi berbagai hewan, termasuk ular.
Kayu bekas, pot tanaman kosong, kardus, puing bangunan, genteng, serta material yang menumpuk di halaman belakang dapat membuat penghuni sulit memantau kondisi di bawah atau di antara barang-barang tersebut.
Selain itu, tumpukan barang juga berpotensi menjadi tempat persembunyian tikus dan hewan kecil lainnya. Apabila mangsa tersedia di sekitar lokasi, area tersebut dapat menjadi lebih menarik bagi ular tertentu.
Minnesota Department of Natural Resources menyarankan pengurangan tumpukan material dan tempat persembunyian di sekitar rumah sebagai bagian dari upaya mengurangi kemungkinan ular berada dekat bangunan. Minnesota Department of Natural Resources memberikan panduan tersebut melalui materi pencegahan ular di lingkungan hunian.
Cara menata barang agar lebih aman
Pisahkan barang yang masih digunakan dari barang yang sudah tidak diperlukan. Simpan peralatan di gudang atau rak yang tertata sehingga bagian bawah dan sisi ruangan tetap dapat diperiksa.
Jika harus menyimpan kayu bakar atau material bangunan, letakkan di tempat yang tidak menempel langsung pada dinding rumah apabila kondisi lahan memungkinkan. Hindari menjadikan area dekat pintu, ventilasi, atau jalur keluar sebagai tempat penumpukan barang.
Ketika membersihkan gudang atau memindahkan tumpukan material, jangan memasukkan tangan ke celah yang tidak terlihat. Gunakan alat bantu yang sesuai untuk memeriksa barang dari jarak aman, dan hentikan pekerjaan jika terlihat ular atau ditemukan tanda keberadaannya.
Jangan langsung mengangkat, mengguncang, atau membongkar tumpukan yang dicurigai menjadi tempat persembunyian ular. Tindakan tersebut dapat mempersempit ruang geraknya dan meningkatkan kemungkinan kontak dengan manusia.
4. Celah Fondasi, Pintu, Ventilasi, dan Jalur Pipa
Kondisi fisik bangunan juga berpengaruh terhadap kemungkinan ular masuk ke rumah. Lubang di sekitar pipa, celah di bawah pintu, kerusakan pada dinding, dan bukaan yang tidak terlindungi dapat menjadi jalur masuk bagi hewan.
Minnesota Department of Natural Resources menjelaskan bahwa ular dapat memanfaatkan retakan fondasi atau ruang di sekitar struktur bangunan untuk berlindung. Panduan lembaga tersebut juga menekankan pentingnya menutup celah yang memungkinkan ular masuk.
Di rumah-rumah perkotaan, pemeriksaan tidak cukup dilakukan pada pintu utama. Garasi, gudang, saluran utilitas, ventilasi, dan bagian bawah pintu belakang juga perlu diperhatikan.
Bagian rumah yang perlu diperiksa
- Bagian bawah pintu: pastikan tidak terdapat celah yang cukup besar untuk dilewati hewan.
- Lubang di sekitar pipa: periksa bagian tempat pipa air atau instalasi lain menembus dinding.
- Ventilasi dan saluran udara: pastikan pelindung terpasang dengan baik tanpa menghambat sirkulasi udara.
- Fondasi dan dinding: perhatikan retakan, lubang, serta kerusakan yang berpotensi menjadi jalur masuk.
- Garasi dan gudang: pastikan pintu dapat menutup dengan baik dan tidak menyisakan celah besar di bagian bawah.
Perbaikan dapat dilakukan dengan bahan penutup atau pelindung yang sesuai dengan jenis bukaan. Namun, sebelum menutup lubang yang dicurigai menjadi tempat persembunyian ular, pastikan tidak ada ular di dalamnya.
Jangan menyumbat lubang secara sembarangan apabila ada kemungkinan satwa terjebak di balik dinding atau fondasi. Penutupan tanpa pemeriksaan dapat membuat hewan terperangkap di dalam struktur bangunan atau mencari jalan keluar ke bagian dalam rumah.
Jika ular terlihat masuk melalui celah tertentu, jaga jarak dan mintalah bantuan petugas yang kompeten sebelum melakukan perbaikan di area tersebut.
5. Rumah Berdekatan dengan Kebun, Saluran Air, atau Lahan Kosong
Lokasi rumah dapat memengaruhi kemungkinan penghuni berinteraksi dengan satwa liar. Rumah yang berbatasan dengan kebun, semak belukar, lahan kosong, sungai kecil, atau saluran air dapat berada lebih dekat dengan jalur pergerakan berbagai hewan.
AVS Singapura menjelaskan bahwa ular dapat ditemukan di kawasan perkotaan ketika tersedia mangsa, termasuk hewan pengerat, burung kecil, reptil, dan amfibi. Beberapa ular juga dapat bergerak melalui saluran drainase atau kanal untuk mencapai area yang menyediakan makanan.
Kondisi tersebut relevan untuk dipahami di lingkungan perkotaan, termasuk permukiman yang berdekatan dengan lahan terbuka. Namun, informasi dari Singapura tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua kawasan di Indonesia memiliki jenis ular, pola pergerakan, atau tingkat risiko yang sama.
Rumah yang berdekatan dengan lahan kosong juga tidak otomatis menjadi tempat yang sering didatangi ular. Kehadiran satwa bergantung pada kondisi habitat, ketersediaan mangsa, jalur masuk, dan karakteristik spesies setempat.
Langkah pencegahan untuk rumah dekat lahan terbuka
Penghuni dapat memulai dengan menjaga halaman tetap terawat, mengurangi penumpukan barang, mengelola sampah, dan memperbaiki celah pada bangunan.
Periksa bagian yang berbatasan dengan saluran air atau kebun, terutama apabila terdapat lubang, tumpukan material, atau vegetasi yang menutupi jalur masuk.
Jangan menutup saluran drainase yang berfungsi mengalirkan air hanya karena khawatir terhadap ular. Gunakan penutup atau pelindung yang sesuai dengan fungsi saluran, dan pastikan pemasangannya tidak mengganggu aliran air maupun menimbulkan genangan.
Apabila ular berulang kali terlihat di area yang sama, laporkan kepada pengelola lingkungan atau pihak berwenang yang menangani penyelamatan satwa. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui apakah terdapat sumber makanan, tempat persembunyian, atau akses masuk yang perlu ditangani.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Ular Masuk Rumah?
Menemukan ular di dalam rumah dapat memicu kepanikan. Namun, tindakan spontan seperti memukul, mengejar, menangkap, atau mencoba membunuhnya justru dapat meningkatkan risiko gigitan.
AVS Singapura menyarankan masyarakat untuk tetap tenang, menjaga jarak, tidak menyentuh atau menyudutkan ular, serta meminta bantuan tenaga terlatih apabila penanganan diperlukan.
Berikut langkah yang lebih aman untuk dilakukan.
1. Jaga jarak dan jangan mendekat
Berhenti ketika melihat ular. Jangan mencoba memastikan jenisnya dengan mendekat, menyentuh, atau mengangkatnya menggunakan tangan maupun alat seadanya.
Warna dan pola tubuh tidak selalu cukup untuk menentukan apakah ular berbisa. Ular yang terlihat diam pun belum tentu aman untuk didekati.
2. Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan
Arahkan penghuni rumah menjauh dari lokasi ular. Jangan biarkan anak-anak menonton dari jarak dekat atau membiarkan anjing dan kucing mengejar satwa tersebut.
Jika aman dilakukan tanpa melewati ular, batasi akses ke ruangan atau area tempat ular berada. Jangan mengambil risiko hanya untuk menutup pintu.
3. Jangan mengejar atau memojokkan ular
Hindari memukul, menendang, melempar benda, atau berusaha menangkap ular menggunakan tongkat, sapu, maupun alat rumah tangga lainnya.
Ular dapat menggigit ketika merasa terancam, tersudut, atau terganggu. Memberinya ruang untuk menjauh lebih aman daripada memaksanya bergerak ke arah tertentu.
Jika ular berada di dalam ruangan, jangan memindahkan furnitur atau membongkar barang di sekitarnya untuk mencari tempat persembunyian. Tindakan tersebut berpotensi memperbesar risiko kontak langsung.
4. Hubungi petugas yang kompeten
Mintalah bantuan pemadam kebakaran dan penyelamatan atau tim penyelamat satwa setempat yang memiliki kemampuan menangani ular.
Sampaikan lokasi lengkap, bagian rumah tempat ular terlihat, perkiraan ukuran jika dapat diamati dari jarak aman, serta apakah ular masih terlihat atau telah menghilang.
Jangan menyimpulkan sendiri bahwa ular sudah keluar hanya karena tidak lagi terlihat. Jika ular menghilang ke balik lemari, plafon, atau celah bangunan, beri tahu petugas agar penanganan dapat disesuaikan dengan situasi.
5. Jangan menyentuh ular setelah terlihat tidak bergerak
Ular yang tidak bergerak belum tentu mati atau tidak mampu menggigit. Hindari memegang, mengangkat, atau memasukkannya ke wadah tanpa peralatan dan keterampilan yang sesuai.
Jangan pula mencoba mengidentifikasi tingkat bahaya dengan mengandalkan bentuk kepala, warna, atau ukuran semata.
Jika Terjadi Gigitan Ular, Apa yang Harus Dilakukan?
Gigitan ular perlu diperlakukan sebagai keadaan darurat medis apabila jenis ular belum diketahui atau terdapat kemungkinan ular berbisa.
Segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu munculnya gejala dan jangan mencoba menangani gigitan menggunakan ramuan tradisional.
Langkah pertolongan awal yang perlu diperhatikan meliputi:
- Jauhkan korban dari ular tanpa membahayakan penolong.
- Usahakan korban tetap tenang dan membatasi gerakan tubuh.
- Imobilisasi atau topang bagian tubuh yang tergigit agar tidak banyak bergerak.
- Segera hubungi layanan darurat atau bawa korban ke fasilitas kesehatan dengan bantuan yang sesuai.
- Jika aman dan tidak menunda pertolongan, catat waktu kejadian serta gejala yang muncul untuk disampaikan kepada tenaga medis.
Jangan mengikat anggota tubuh dengan torniket, menyayat luka, mengisap racun, memijat bagian yang tergigit, atau menempelkan es secara langsung. Jangan pula mencoba menangkap atau membunuh ular untuk dibawa ke rumah sakit.
Penanganan medis perlu dilakukan sesegera mungkin karena dampak gigitan bergantung pada jenis ular, jumlah racun yang masuk, lokasi gigitan, dan kondisi korban.
Apakah Ular Bisa Dicegah Masuk Rumah Sepenuhnya?
Tidak ada langkah sederhana yang dapat menjamin rumah sepenuhnya bebas dari ular, terutama jika bangunan berada dekat habitat satwa liar. Namun, sejumlah tindakan dapat mengurangi peluang ular masuk dan membuat lingkungan rumah lebih mudah dipantau.
Salah satu hal yang perlu dihindari adalah mengandalkan cara-cara yang belum terbukti efektif.
Jangan mengandalkan kapur barus atau bahan berbau menyengat
Berbagai cara tradisional, seperti menaburkan kapur barus, sulfur, atau bahan berbau tajam di sekitar rumah, kerap disebut sebagai cara mengusir ular.
Namun, Minnesota Department of Natural Resources menyatakan bahwa sejumlah bahan yang pernah dipromosikan sebagai pengusir ular, termasuk kapur barus, sulfur, dan beberapa bahan rumah tangga lainnya, tidak terbukti efektif dalam panduan yang mereka terbitkan.
Temuan tersebut tidak berarti semua bahan atau metode pengendalian memiliki hasil yang sama pada setiap spesies dan kondisi lingkungan. Akan tetapi, penghuni rumah sebaiknya tidak mengandalkan bahan-bahan tersebut sebagai perlindungan utama.
Penggunaan bahan kimia secara sembarangan juga dapat menimbulkan risiko bagi penghuni rumah, anak-anak, hewan peliharaan, dan lingkungan.
Pendekatan yang lebih masuk akal adalah mengurangi sumber makanan, menata barang, memangkas vegetasi, serta menutup celah bangunan setelah memastikan tidak ada ular yang terjebak.
Apakah ular selalu berbahaya?
Tidak semua jenis ular memiliki bisa yang membahayakan manusia. Ular juga berperan dalam ekosistem, termasuk membantu mengendalikan populasi hewan pengerat.
Namun, hal tersebut tidak berarti ular yang ditemukan di dalam rumah boleh disentuh atau didekati. Masyarakat umumnya tidak memiliki peralatan dan keahlian untuk mengidentifikasi spesies secara aman.
Karena itu, perlakukan ular yang belum teridentifikasi sebagai satwa yang berpotensi membahayakan. Berikan ruang untuk menjauh dan serahkan penanganannya kepada petugas yang kompeten.
Perubahan Terbaru dan Konteks Informasi
Panduan keselamatan satwa dapat berbeda menurut wilayah, jenis ular, dan kemampuan petugas setempat. Karena itu, pembaca perlu mengutamakan arahan dari instansi berwenang di Indonesia ketika menghadapi kejadian nyata.
Salah satu rujukan yang relevan adalah panduan AVS Singapura mengenai ular, yang diperbarui pada 15 Juli 2026. Panduan tersebut menjelaskan hubungan antara ketersediaan mangsa, jalur pergerakan satwa, tempat persembunyian, serta tindakan aman saat bertemu ular.
Untuk konteks Indonesia, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan juga mendokumentasikan penanganan ular di plafon rumah warga pada 18 Juni 2026. Contoh tersebut menunjukkan bahwa evakuasi ular dapat menjadi bagian dari penanganan kedaruratan nonkebakaran oleh petugas yang memiliki kemampuan sesuai.
Ketersediaan layanan dan prosedur pelaporan dapat berbeda antardaerah. Masyarakat sebaiknya memeriksa kanal resmi pemadam kebakaran atau penyelamatan satwa di wilayah masing-masing, tanpa menganggap nomor layanan dari negara atau daerah lain berlaku secara lokal.
Ular masuk rumah dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, mulai dari ketersediaan tikus dan hewan kecil, vegetasi yang lebat, tumpukan barang bekas, celah bangunan, hingga kedekatan rumah dengan habitat satwa liar.
Kelima faktor tersebut bukan penyebab yang selalu berdiri sendiri dan tidak menjamin ular akan datang. Keberadaan ular di lingkungan hunian merupakan hasil interaksi antara kondisi habitat, kebutuhan satwa, serta akses menuju area rumah.
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan penghuni meliputi pengelolaan sampah, pengendalian tikus, perawatan halaman, penataan barang, dan pemeriksaan kondisi bangunan secara berkala.
Apabila ular telanjur masuk, jangan mencoba menangkap atau membunuhnya sendiri. Jaga jarak, jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan, lalu hubungi petugas yang kompeten.
Jika terjadi gigitan, segera cari pertolongan medis dan jangan menunda penanganan untuk mencoba mengidentifikasi ular.
Keselamatan penghuni dan penanganan satwa secara tepat perlu menjadi prioritas, baik untuk mencegah kejadian serupa maupun mengurangi risiko bagi manusia dan satwa liar.
Sumber rujukan
- Animal and Veterinary Service (AVS) Singapura – Snakes in Singapore. Rujukan mengenai habitat, sumber makanan, pencegahan ular masuk rumah, dan tindakan aman saat bertemu ular.
- Minnesota Department of Natural Resources – Deterring Unwanted Snakes. Rujukan mengenai celah bangunan, sumber makanan, dan pengelolaan halaman.
- Minnesota Department of Natural Resources – Snakes and Lizards of Minnesota. Rujukan tambahan mengenai pencegahan ular dan keterbatasan sejumlah metode pengusiran.
- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan – Contoh penanganan ular di plafon rumah warga, 18 Juni 2026.
FAQ: Ular Masuk Rumah
Apa penyebab ular masuk ke dalam rumah?
Ular dapat masuk ke rumah karena mencari makanan, tempat berlindung, atau jalur untuk berpindah habitat. Faktor yang dapat meningkatkan peluang ular berada di sekitar rumah meliputi keberadaan tikus dan hewan kecil, rumput tinggi atau semak lebat, tumpukan barang bekas, celah pada bangunan, serta lokasi rumah yang berdekatan dengan kebun atau lahan kosong. Namun, faktor-faktor tersebut tidak berarti ular pasti akan masuk.
Bagaimana cara mencegah ular masuk ke rumah?
Pencegahan dapat dilakukan dengan mengelola sampah secara teratur, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, mengendalikan tikus, memangkas rumput dan semak, menata tumpukan barang, serta memeriksa celah pada pintu, ventilasi, fondasi, dan jalur pipa. Pastikan tidak ada ular yang terjebak sebelum menutup lubang yang dicurigai sebagai tempat persembunyian.
Apa yang harus dilakukan jika menemukan ular di dalam rumah?
Jaga jarak, tetap tenang, jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan, serta batasi akses ke lokasi jika aman dilakukan. Jangan mencoba menangkap, memukul, membunuh, atau memojokkan ular. Hubungi petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan atau tim penyelamat satwa setempat yang kompeten. Jangan menyentuh ular meskipun terlihat tidak bergerak.
Apakah kapur barus efektif untuk mengusir ular?
Kapur barus tidak sebaiknya diandalkan sebagai cara utama untuk mengusir ular. Panduan Minnesota Department of Natural Resources menyebut sejumlah bahan yang dipromosikan sebagai pengusir ular, termasuk kapur barus dan sulfur, tidak terbukti efektif dalam panduan mereka. Upaya yang lebih tepat adalah mengurangi sumber makanan dan tempat persembunyian serta menutup celah bangunan setelah memastikan tidak ada ular yang terjebak.
Apakah semua ular yang masuk rumah berbisa?
Tidak semua jenis ular berbisa, tetapi masyarakat tidak sebaiknya menentukan tingkat bahayanya hanya berdasarkan warna, ukuran, atau bentuk kepala. Perlakukan ular yang belum teridentifikasi sebagai satwa yang berpotensi membahayakan. Jaga jarak dan serahkan penanganannya kepada petugas yang kompeten.
Apa pertolongan pertama jika seseorang digigit ular?
Jauhkan korban dari ular, usahakan korban tetap tenang dan membatasi gerakan, serta topang bagian tubuh yang tergigit agar tidak banyak bergerak. Segera cari pertolongan medis tanpa menunggu gejala muncul. Jangan mengikat anggota tubuh dengan torniket, menyayat luka, mengisap racun, memijat bagian yang tergigit, atau mencoba menangkap ular untuk dibawa ke rumah sakit.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Firman Ugm
Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

