Rabu, 4 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Lingkungan » Kasus Santriwati Jadi Alarm, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Perlindungan Peserta Didik

Kasus Santriwati Jadi Alarm, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Perlindungan Peserta Didik

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BEKASI – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Siti Mukhliso, S.Ag., M.Ag., mendesak penguatan perlindungan korban dan evaluasi sistem pengawasan di lingkungan pendidikan menyusul kasus yang menimpa santriwati di lingkungan pesantren.

Politikus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, penanganan kasus harus mengutamakan proses hukum, pemenuhan hak korban, serta langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Siti menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut pada Rabu (14/10/2026).

Ia menilai setiap peserta didik, termasuk santriwati, berhak memperoleh perlindungan, rasa aman, dan perlakuan yang menjunjung tinggi martabat manusia selama menjalani pendidikan.

“Saya sangat miris dan prihatin. Saya turut berempati kepada para korban, khususnya santriwati yang seharusnya dijaga dan dimuliakan,” ujarnya.

Meski mendesak penanganan yang tegas, Siti mengingatkan agar kasus tersebut tidak menjadi dasar untuk memberikan stigma kepada seluruh lembaga pesantren.

Menurutnya, penanganan harus berfokus pada pihak-pihak yang diduga terlibat, dengan tetap menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Bekasi memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan pemulihan sesuai kebutuhan.

“Ini harus jelas, supaya hak korban terpenuhi dan masyarakat mendapatkan rasa keadilan,” katanya.

Siti menilai persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak dapat dipandang sebagai masalah sepele.

Kasus perundungan di kalangan pelajar hingga persoalan yang menimpa santriwati, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap lembaga pendidikan dan perlindungan peserta didik perlu diperkuat.

Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya merespons setelah suatu kasus mencuat ke publik, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang terukur dan berkelanjutan.

Berita lainnya: Ribuan Massa Pemuda Pancasila Gelar Aksi, Soroti Larangan Atribut Organisasi

Dorong Peta Jalan Pencegahan Kekerasan

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Siti menyatakan perlunya kajian dan advokasi untuk merumuskan kebijakan yang berorientasi pada keselamatan peserta didik.

Baca juga :  77,22 Ton Beras Disalurkan untuk 2.574 Warga Bojongmenteng

Salah satu langkah yang diusulkannya ialah menyusun peta jalan atau roadmap penanganan persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Peta jalan tersebut diharapkan dapat memetakan jenis persoalan yang terjadi, mengidentifikasi faktor penyebab, serta merumuskan langkah pencegahan dan penanganan yang sesuai.

Hasil pemetaan itu juga dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kebijakan yang berlaku dan mempertimbangkan regulasi tambahan apabila diperlukan.

“Kita akan coba membuat roadmap persoalan apa saja yang terjadi, kemudian langkah antisipasinya dituangkan dalam bentuk peraturan atau kebijakan yang diperlukan,” ungkapnya.

Siti menegaskan, penguatan pencegahan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Ia menilai sanksi sesuai ketentuan diperlukan untuk memberikan efek jera, tanpa mengabaikan hak korban selama proses penanganan berlangsung.

“Ini bukan persoalan remeh-temeh. Efek jera bagi pelaku harus diperkuat,” tuturnya.

Selain penyusunan kebijakan, Siti berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama pemangku kepentingan terkait memperkuat mekanisme pelaporan yang aman, menyediakan pendampingan bagi korban, dan memastikan pengawasan di lingkungan pendidikan berjalan efektif.

Menurutnya, mekanisme pelaporan perlu memungkinkan peserta didik menyampaikan pengaduan tanpa takut mengalami intimidasi atau perlakuan yang merugikan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarpihak agar laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara tepat, dengan memperhatikan keselamatan korban dan ketentuan hukum yang berlaku.

Siti berharap kasus tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem perlindungan peserta didik di Kota Bekasi.

Pemerintah daerah, menurutnya, perlu menerjemahkan komitmen perlindungan anak ke dalam langkah konkret, mulai dari pencegahan, pengawasan, penanganan pengaduan, hingga pemulihan korban.

Dengan penguatan sistem tersebut, lembaga pendidikan diharapkan benar-benar menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa rasa takut.

Baca juga :  TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice untuk OMC di Banjarmasin dan Palembang

FAQ: Perlindungan Santriwati dan Peserta Didik di Bekasi

Apa yang disoroti Siti Mukhliso terkait kasus santriwati di Kota Bekasi?

Siti Mukhliso, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, menyoroti pentingnya perlindungan korban, penegakan hukum, dan evaluasi sistem pengawasan di lingkungan pendidikan.

Apa yang didesak Siti Mukhliso kepada Pemerintah Kota Bekasi?

Ia mendorong Pemerintah Kota Bekasi memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan pemulihan sesuai kebutuhan, sekaligus memperkuat pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Mengapa sistem perlindungan peserta didik perlu dievaluasi?

Evaluasi diperlukan untuk memperkuat pengawasan, mengidentifikasi persoalan dan faktor penyebab kekerasan, serta merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Apa usulan Siti Mukhliso untuk mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan?

Ia mengusulkan penyusunan peta jalan atau roadmap untuk memetakan persoalan kekerasan, mengidentifikasi faktor penyebab, dan merumuskan langkah antisipasi melalui kebijakan yang diperlukan.

Bagaimana penanganan kasus harus dilakukan agar tetap berimbang?

Penanganan harus berfokus pada pihak yang diduga terlibat, mengikuti proses hukum, menghormati asas praduga tak bersalah, serta memastikan hak dan keselamatan korban tetap terlindungi.

Apa langkah yang diharapkan untuk memperkuat perlindungan peserta didik?

Langkah yang diharapkan meliputi penguatan mekanisme pelaporan yang aman, pendampingan dan pemulihan korban, pengawasan yang efektif, serta koordinasi antarpemangku kepentingan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Sambut HUT ke-79, Prajurit dan PNS TNI di Wilayah Garnisun Pontianak Laksanakan Doa Bersama

    Sambut HUT ke-79, Prajurit dan PNS TNI di Wilayah Garnisun Pontianak Laksanakan Doa Bersama

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil di wilayah Garnisun Pontianak melaksanakan doa bersama di tempat ibadah masing-masing dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-79 Tentara Nasional Indonesia, Kamis (3/10/2024). Untuk umat Islam, dilaksanakan di Masjid Nurul Ikhlas, Makodam XII/Tpr, dipimpin oleh Kapoksahli Pangdam XII/Tpr Brigjen TNI Wahyu Marhaendro, S.Sos., M.Hum. Untuk umat Nasrani di […]

  • Patroli Terpadu Duren Sawit Intensif, Aparat dan Warga Tekan Risiko Tawuran Remaja

    Patroli Terpadu Duren Sawit Intensif, Aparat dan Warga Tekan Risiko Tawuran Remaja

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 12 Mei 2026 – Koramil 08/Duren Sawit bersama Komponen Pendukung (Komduk) menggelar patroli terpadu untuk menekan potensi tawuran dan kenakalan remaja di wilayah Duren Sawit. Aparat memusatkan patroli di Pos Pantau Jalan Raya Kalimalang RT 15 RW 07, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, sebagai titik yang dinilai rawan. Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa, […]

  • Paspotmar Lanal Bintan Buka Perkemahan Wirakarya Saka Bakti Husada II di Bintan

    Paspotmar Lanal Bintan Buka Perkemahan Wirakarya Saka Bakti Husada II di Bintan

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai kawasan Sebong Lagoi, Teluk Sebong, Bintan, Selasa (24/6/2025). Sebanyak 30 Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai sekolah di Kabupaten Bintan berkumpul dalam kegiatan Perkemahan Wirakarya Satuan Karya Pramuka Bakti Husada II yang resmi dibuka oleh Paspotmar Lanal Bintan selaku Pembina upacara. Dengan mengusung tema “Berbakti Bersama Bakti […]

  • Brimob Polda Metro Jaya Tebar Kepedulian Ramadan di Masjid At-Taubah

    Brimob Polda Metro Jaya Tebar Kepedulian Ramadan di Masjid At-Taubah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Semangat berbagi mewarnai Ramadan saat SatBrimob Polda Metro Jaya menginisiasi santunan anak yatim dan buka puasa bersama di Masjid At-Taubah, Jumat, 20/03/2026. Kegiatan ini menghadirkan suasana hangat yang mempertemukan personel Brimob dengan anak-anak yatim dalam balutan kebersamaan dan kepedulian. Panitia langsung memulai acara dengan doa bersama, lalu mengajak seluruh peserta memanjatkan harapan melalui […]

  • Polsek Penjaringan Gelar KRYD, Bubarkan Tawuran dan Amankan Titik Rawan Kriminalitas

    Polsek Penjaringan Gelar KRYD, Bubarkan Tawuran dan Amankan Titik Rawan Kriminalitas

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kami terus meningkatkan patroli dan langkah pencegahan agar masyarakat merasa aman.

  • Mobil Kredit Dijual ke Ormas atau LSM: Risiko Pidana, Fidusia, dan Cara Melapor ke Polisi

    Mobil Kredit Dijual ke Ormas atau LSM: Risiko Pidana, Fidusia, dan Cara Melapor ke Polisi

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Mobil yang masih dalam masa kredit tidak dapat dialihkan begitu saja tanpa memperhatikan perjanjian pembiayaan dan status jaminannya. Penjualan kendaraan kepada organisasi masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), atau perorangan tanpa persetujuan tertulis perusahaan pembiayaan dapat menimbulkan persoalan hukum, baik perdata maupun pidana. Namun, penjualan mobil yang masih dalam masa kredit tidak otomatis merupakan penggelapan, […]

expand_less