Rabu, 14 Okt 2026
Beranda » LINGKUNGAN » Kasus Santriwati Jadi Alarm, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Perlindungan Peserta Didik

Kasus Santriwati Jadi Alarm, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Perlindungan Peserta Didik

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month 57 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BEKASI – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Siti Mukhliso, S.Ag., M.Ag., mendesak penguatan perlindungan korban dan evaluasi sistem pengawasan di lingkungan pendidikan menyusul kasus yang menimpa santriwati di lingkungan pesantren.

Politikus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, penanganan kasus harus mengutamakan proses hukum, pemenuhan hak korban, serta langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Siti menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut pada Rabu (14/10/2026).

Ia menilai setiap peserta didik, termasuk santriwati, berhak memperoleh perlindungan, rasa aman, dan perlakuan yang menjunjung tinggi martabat manusia selama menjalani pendidikan.

“Saya sangat miris dan prihatin. Saya turut berempati kepada para korban, khususnya santriwati yang seharusnya dijaga dan dimuliakan,” ujarnya.

Meski mendesak penanganan yang tegas, Siti mengingatkan agar kasus tersebut tidak menjadi dasar untuk memberikan stigma kepada seluruh lembaga pesantren.

Menurutnya, penanganan harus berfokus pada pihak-pihak yang diduga terlibat, dengan tetap menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Bekasi memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan pemulihan sesuai kebutuhan.

“Ini harus jelas, supaya hak korban terpenuhi dan masyarakat mendapatkan rasa keadilan,” katanya.

Siti menilai persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak dapat dipandang sebagai masalah sepele.

Kasus perundungan di kalangan pelajar hingga persoalan yang menimpa santriwati, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap lembaga pendidikan dan perlindungan peserta didik perlu diperkuat.

Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya merespons setelah suatu kasus mencuat ke publik, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang terukur dan berkelanjutan.

Dorong Peta Jalan Pencegahan Kekerasan

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Siti menyatakan perlunya kajian dan advokasi untuk merumuskan kebijakan yang berorientasi pada keselamatan peserta didik.

Pilihan Editor :  Orang Tua Keluhkan Kualitas MBG di SDN Margahayu Bekasi

Salah satu langkah yang diusulkannya ialah menyusun peta jalan atau roadmap penanganan persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Peta jalan tersebut diharapkan dapat memetakan jenis persoalan yang terjadi, mengidentifikasi faktor penyebab, serta merumuskan langkah pencegahan dan penanganan yang sesuai.

Hasil pemetaan itu juga dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kebijakan yang berlaku dan mempertimbangkan regulasi tambahan apabila diperlukan.

“Kita akan coba membuat roadmap persoalan apa saja yang terjadi, kemudian langkah antisipasinya dituangkan dalam bentuk peraturan atau kebijakan yang diperlukan,” ungkapnya.

Siti menegaskan, penguatan pencegahan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Ia menilai sanksi sesuai ketentuan diperlukan untuk memberikan efek jera, tanpa mengabaikan hak korban selama proses penanganan berlangsung.

“Ini bukan persoalan remeh-temeh. Efek jera bagi pelaku harus diperkuat,” tuturnya.

Selain penyusunan kebijakan, Siti berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama pemangku kepentingan terkait memperkuat mekanisme pelaporan yang aman, menyediakan pendampingan bagi korban, dan memastikan pengawasan di lingkungan pendidikan berjalan efektif.

Menurutnya, mekanisme pelaporan perlu memungkinkan peserta didik menyampaikan pengaduan tanpa takut mengalami intimidasi atau perlakuan yang merugikan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarpihak agar laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara tepat, dengan memperhatikan keselamatan korban dan ketentuan hukum yang berlaku.

Siti berharap kasus tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem perlindungan peserta didik di Kota Bekasi.

Pemerintah daerah, menurutnya, perlu menerjemahkan komitmen perlindungan anak ke dalam langkah konkret, mulai dari pencegahan, pengawasan, penanganan pengaduan, hingga pemulihan korban.

Dengan penguatan sistem tersebut, lembaga pendidikan diharapkan benar-benar menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa rasa takut.

Pilihan Editor :  Transjakarta Rem Mendadak di Senen, Penumpang Protes, Motor Disebut Biang Kerok

FAQ: Perlindungan Santriwati dan Peserta Didik di Bekasi

Apa yang disoroti Siti Mukhliso terkait kasus santriwati di Kota Bekasi?

Siti Mukhliso, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, menyoroti pentingnya perlindungan korban, penegakan hukum, dan evaluasi sistem pengawasan di lingkungan pendidikan.

Apa yang didesak Siti Mukhliso kepada Pemerintah Kota Bekasi?

Ia mendorong Pemerintah Kota Bekasi memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan pemulihan sesuai kebutuhan, sekaligus memperkuat pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Mengapa sistem perlindungan peserta didik perlu dievaluasi?

Evaluasi diperlukan untuk memperkuat pengawasan, mengidentifikasi persoalan dan faktor penyebab kekerasan, serta merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Apa usulan Siti Mukhliso untuk mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan?

Ia mengusulkan penyusunan peta jalan atau roadmap untuk memetakan persoalan kekerasan, mengidentifikasi faktor penyebab, dan merumuskan langkah antisipasi melalui kebijakan yang diperlukan.

Bagaimana penanganan kasus harus dilakukan agar tetap berimbang?

Penanganan harus berfokus pada pihak yang diduga terlibat, mengikuti proses hukum, menghormati asas praduga tak bersalah, serta memastikan hak dan keselamatan korban tetap terlindungi.

Apa langkah yang diharapkan untuk memperkuat perlindungan peserta didik?

Langkah yang diharapkan meliputi penguatan mekanisme pelaporan yang aman, pendampingan dan pemulihan korban, pengawasan yang efektif, serta koordinasi antarpemangku kepentingan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Ethical Considerations of AI: Balancing Innovation and Responsibility

    Ethical Considerations of AI: Balancing Innovation and Responsibility

    • calendar_month Senin, 10 Apr 2023
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

      Foto oleh Kindel Media Artificial Intelligence (AI) has revolutionized various industries and transformed the way we live our lives. From personalized recommendations to self-driving cars, AI has made our lives easier and more convenient.  However, as with any powerful technology, AI raises ethical questions. How can we balance innovation with responsibility? How can we […]

  • Program Jembatan Garuda, Kodim Mimika Bangun Akses Warga Kaugapu

    Program Jembatan Garuda, Kodim Mimika Bangun Akses Warga Kaugapu

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika – Kodim 1710/Mimika membangun jembatan di Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Papua Tengah, melalui Program Jembatan Garuda. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat memperkuat akses transportasi dan konektivitas masyarakat di Kabupaten Mimika. Kegiatan pembangunan berlangsung secara bertahap, mulai dari persiapan hingga pengerjaan konstruksi, dengan melibatkan jajaran Kodim 1710/Mimika. Komandan Kodim 1710/Mimika […]

  • OTT KPK Ungkap Suap Proyek Kab Bekasi, Bupati Terima Aliran Dana Rp14,2 Miliar

    OTT KPK Ungkap Suap Proyek Kab Bekasi, Bupati Terima Aliran Dana Rp14,2 Miliar

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis, 18 Desember 2025. Operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang menyoroti indikasi transaksi proyek bermasalah. Setelah menerima laporan tersebut, tim KPK segera melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi. Selanjutnya, penyidik bergerak cepat […]

  • Perda Halal Kota Bekasi Ditargetkan Berjalan pada 2026, Ini Fokusnya

    Perda Halal Kota Bekasi Ditargetkan Berjalan pada 2026, Ini Fokusnya

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI – Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Dariyanto, S.Kom., M.Pd., mendorong pemerintah daerah segera menyiapkan implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Jaminan Produk Halal agar pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) mendapatkan kemudahan dalam memperoleh sertifikasi halal. Dariyanto menyampaikan, regulasi tersebut telah diselesaikan dan diharapkan mulai diimplementasikan pada 2026, dengan pelaksanaan yang berjalan optimal […]

  • Patroli Brimob Batalyon B Pelopor Tertibkan Balap Liar di Duren Sawit

    Patroli Brimob Batalyon B Pelopor Tertibkan Balap Liar di Duren Sawit

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur – Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya kembali menunjukkan respons cepat dalam menjaga keamanan wilayah. Dipimpin Brigadir Ari Prasetyo, tim patroli roda dua langsung bergerak dan menertibkan aksi balap liar di Jalan Kalimalang, Duren Sawit. Saat menyisir lokasi, petugas segera menemukan sekelompok remaja yang menyiapkan sekaligus memulai balapan ilegal. Tanpa menunda, […]

  • Gerakan Pangan Murah Kodim 1714/Puncak Jaya Bantu Stabilkan Harga Beras

    Gerakan Pangan Murah Kodim 1714/Puncak Jaya Bantu Stabilkan Harga Beras

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mulia — Kodim 1714/Puncak Jaya menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya beras, di wilayah Kabupaten Puncak Jaya. Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi antara Kodim 1714/Puncak Jaya dan Bulog. Kegiatan berlangsung pada Rabu (03/12/2025) di depan pertigaan Kodim 1714/Puncak Jaya, Jl. Trans–Mulia, Distrik Pagaleme. Pada kesempatan tersebut, […]

expand_less