TNI Kerahkan 1.482 Penyuluh Perkuat Pencegahan Karhutla

Jakarta – TNI mengerahkan 1.482 personel penyuluh untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Sebelum turun ke wilayah terdampak, para personel mengikuti pembekalan di Base...

-AA+

Jakarta – TNI mengerahkan 1.482 personel penyuluh untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat.

Sebelum turun ke wilayah terdampak, para personel mengikuti pembekalan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pembekalan berlangsung 25–31 Agustus 2026 dan melibatkan personel dari Mabes TNI serta tiga matra.

Selain itu, personel berasal dari Sesko TNI, Seskoad, Seskoal, dan Seskoau untuk memperkuat pendekatan terpadu.

TNI mengarahkan para penyuluh memberikan edukasi dan informasi yang akurat kepada masyarakat di wilayah terdampak Karhutla.

Advertisement

Langkah tersebut memperluas strategi penanganan Karhutla yang tidak hanya mengandalkan operasi pemadaman di lapangan.

Melalui penyuluhan, TNI mendorong masyarakat memahami langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Pembekalan Samakan Pemahaman Personel

Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Aang Gunawan, S.Sos., membuka pembekalan Tim Penyuluh sebelum personel menjalankan tugas.

Pembekalan tersebut memperkuat kesiapan personel dalam menyampaikan edukasi secara terkoordinasi kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan memastikan seluruh penyuluh memiliki pemahaman yang selaras mengenai tugas dan pendekatan komunikasi di lapangan.

Sejumlah perwira tinggi TNI turut memberikan materi sesuai bidang dan kompetensi masing-masing dalam rangkaian pembekalan tersebut.

Mereka antara lain Marsda TNI Esron Sahat B. Sinaga, S.Sos., M.A., dan Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, S.E., M.M.

Kemudian, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla., serta Brigjen TNI (Mar) Nioko Budi L.H., S.H., M.Tr.Hanla., M.H., M.Han.

Keterlibatan sejumlah perwira tersebut memperkuat materi pembekalan sebelum para penyuluh menghadapi kondisi masyarakat di wilayah tugas.

Pilihan Editor :  Sambut HUT TNI ke-80, Kodim 1715/Yahukimo Gelar Donor Darah

Dengan pemahaman yang sama, personel diharapkan mampu menyampaikan informasi secara tepat dan mudah dipahami masyarakat.

Edukasi Jadi Bagian Pencegahan Karhutla

TNI menempatkan penyuluhan sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan Karhutla melalui keterlibatan masyarakat.

Pendekatan tersebut penting karena pencegahan membutuhkan kesadaran masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Para penyuluh akan berperan menyampaikan informasi mengenai pencegahan dan penanganan Karhutla sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Selain memberikan informasi, personel juga diharapkan membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat di wilayah terdampak.

Langkah itu memungkinkan TNI memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi yang berlangsung langsung di tengah masyarakat.

Dengan demikian, penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada respons ketika api muncul.

TNI juga mendorong langkah preventif agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kewaspadaan sebelum kebakaran berkembang.

Perkuat Respons Bersama Masyarakat

Pengerahan 1.482 penyuluh memperlihatkan upaya TNI memperluas pola penanganan Karhutla melalui pendekatan edukatif.

Personel yang berasal dari berbagai unsur TNI membawa kapasitas masing-masing untuk mendukung pelaksanaan penyuluhan di lapangan.

Sebelum menjalankan tugas, pembekalan menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan komunikasi dan koordinasi antarpersonel.

TNI berharap para penyuluh mampu menjalankan tugas secara efektif di wilayah yang menghadapi ancaman maupun dampak Karhutla.

Kehadiran mereka juga diharapkan memperkuat partisipasi masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan Karhutla secara terpadu dengan menggabungkan kemampuan operasional dan edukasi masyarakat.

Melalui strategi tersebut, TNI berupaya membangun kesadaran bersama agar pencegahan kebakaran tidak hanya mengandalkan aparat.

Masyarakat menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi kebakaran dan menjaga lingkungan dari aktivitas yang dapat memicu api.

Pilihan Editor :  Danlantamal I Sambut Hangat Kunjungan Komandan Kosek I Medan

Karena itu, penyuluhan menjadi instrumen penting untuk memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi Karhutla.

Pada akhirnya, TNI berharap pendekatan edukatif tersebut mampu mendukung upaya pencegahan sekaligus memperkuat penanganan Karhutla di berbagai wilayah.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti
Advertisement
Advertisement