TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton Garam untuk Dukung Penanganan Karhutla di Kalimantan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 57 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kalimantan – Satuan Tugas (Satgas) TNI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyemai 2,8 ton garam untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang melibatkan TNI, BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta instansi terkait lainnya.
Dalam operasi itu, personel menggunakan dua pesawat untuk mengangkut dan menyemai bahan modifikasi cuaca berupa Natrium Klorida (NaCl).
Pesawat CN-295 membawa muatan 2 ton garam, sedangkan pesawat Cassa 212 mengangkut 800 kilogram.
Kedua pesawat menjalankan misi penyemaian dalam satu sortie penerbangan.
Dua Pesawat Dukung Operasi Modifikasi Cuaca
Penggunaan dua pesawat tersebut menjadi bagian dari dukungan udara dalam pelaksanaan OMC di wilayah Kalimantan.
Melalui operasi ini, Satgas TNI bersama BMKG dan BNPB berupaya mendukung penanggulangan karhutla serta mengurangi dampak kabut asap.
Selain itu, penyemaian bahan modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah dalam upaya mendukung terjadinya hujan di wilayah sasaran.
Berdasarkan laporan prajurit di lapangan dan data BMKG, hujan telah mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan.
Namun, informasi tersebut belum merinci lokasi wilayah yang mengalami hujan, intensitas curah hujan, maupun kaitannya secara langsung dengan pelaksanaan penyemaian.
Karena itu, data tersebut menjadi laporan perkembangan cuaca yang perlu dibaca sesuai cakupan informasi yang tersedia.
TNI Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla
TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penanggulangan karhutla dan dampak kabut asap melalui kerja sama dengan BMKG, BNPB, serta instansi terkait lainnya.
Berita sebelumnya: TNI Kerahkan 289 Personel Penyuluhan Karhutla ke Tiga Wilayah
Sinergi antarlembaga tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat di wilayah Kalimantan.
Selain menghadapi ancaman kebakaran, upaya penanganan juga berkaitan dengan perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan kabut asap.
Dengan demikian, operasi modifikasi cuaca tidak hanya menjadi bagian dari dukungan penanganan karhutla, tetapi juga diarahkan untuk membantu menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Puspen TNI menyebut keterlibatan Satgas dalam operasi tersebut sebagai wujud kepedulian dan pengabdian TNI terhadap kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

