TNI Kerahkan 289 Personel Penyuluhan Karhutla ke Tiga Wilayah
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 59 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung – TNI memberangkatkan 289 personel Tim Penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuju Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin, Rabu (4/11/2026).
Pemberangkatan berlangsung dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla langsung di tengah masyarakat.
Personel tersebut terdiri atas 264 Perwira Siswa (Pasis) dan 25 Perwira Pendamping (Paping) Seskoad.
Melalui pengerahan ini, TNI mendorong keterlibatan personel dalam memberikan edukasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Pembekalan Sebelum Terjun ke Masyarakat
Sebelum berangkat, seluruh personel mengikuti pembekalan materi penyuluhan dari Pati Sahli Tk. II Bid. Jahpers Brigjen TNI (Mar) Tri Haryanto.
Selain pembekalan tersebut, Pati Sahli Tk. III Bid. Banusia Laksda TNI Donny Suharto memberikan penekanan khusus kepada para personel.
Pembekalan itu menjadi bagian dari persiapan agar setiap anggota tim memahami peran penyuluhan dalam mendorong pencegahan karhutla.
TNI menekankan bahwa personel tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat.
Berita sebelumnya: TNI Angkut 12 Ton Garam ke Kendari untuk Dukung Operasi Modifikasi Cuaca
Sebaliknya, mereka juga harus menunjukkan keteladanan serta mendorong warga mengambil tindakan nyata untuk mencegah kebakaran.
Dengan pendekatan tersebut, tim penyuluhan diharapkan mampu membangun kepedulian masyarakat terhadap perlindungan lingkungan.
Donny Suharto Tekankan Kepedulian dan Ketahanan Bangsa
Dalam arahannya, Laksda TNI Donny Suharto menegaskan pentingnya pencegahan karhutla melalui kesadaran dan kepatuhan masyarakat.
Ia menghubungkan upaya menjaga hutan dengan keselamatan kehidupan serta masa depan generasi mendatang.
“Mencegah kebakaran berarti menyelamatkan kehidupan, menjaga hutan berarti menjaga masa depan, dan membangun kepatuhan masyarakat berarti memperkuat ketahanan bangsa,” ujar Laksda TNI Donny Suharto.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama, bukan hanya tindakan ketika kebakaran sudah terjadi.
Karena itu, edukasi dan penyuluhan lapangan menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai perlindungan ekosistem.
Selain menjaga kelestarian hutan, upaya pencegahan juga berkaitan dengan kualitas udara dan keselamatan warga di wilayah rawan karhutla.
Tiga Wilayah Menjadi Sasaran Penyuluhan
TNI mengarahkan 289 personel tersebut ke Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin.
Pengerahan ini menjadi bentuk dukungan TNI terhadap upaya pencegahan karhutla melalui pendekatan edukasi langsung kepada masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan, personel membawa pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah tindakan yang dapat memicu kebakaran.
TNI juga menempatkan perlindungan ekosistem dan keselamatan masyarakat sebagai bagian dari tujuan pengerahan tim tersebut.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian serta tindakan pencegahan di lingkungan masyarakat.
Puspen TNI menyebut pengerahan Tim Penyuluhan tersebut sebagai wujud komitmen TNI dalam mendukung penanganan karhutla secara menyeluruh.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

