TNI Semai 6 Ton Garam untuk Tingkatkan Potensi Hujan di Kalimantan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kalimantan – Satuan Tugas (Satgas) TNI kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai enam ton garam untuk meningkatkan potensi curah hujan di wilayah Kalimantan, Sabtu (31/10/2026).
Penyemaian natrium klorida (NaCl) tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan satuan TNI di lapangan mencatat hujan di sejumlah wilayah Kalimantan.
Hujan tersebut memiliki intensitas beragam, mulai dari ringan hingga deras.
Wilayah yang mengalami hujan meliputi Dadahup, Dusun Hilir, Jabiren, Jenamas, Kahayan Hilir, dan Kahayan Kuala.
Selain itu, hujan juga tercatat di Katingan Kuala dan Mendawai.
Di wilayah Kalimantan Utara, laporan mencakup Krayan, Krayan Barat, Krayan Selatan, Krayan Tengah, dan Krayan Timur.
Wilayah lainnya meliputi Lumbis Ogong, Mentarang Hulu, Tanjung Palas, serta Tanjung Palas Tengah.
Hujan juga tercatat di Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Utara, dan Tanjung Selor.
Sementara itu, sejumlah wilayah di Kalimantan Barat turut mengalami hujan.
Wilayah tersebut mencakup Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Landak, dan Melawi.
Laporan BMKG dan satuan TNI juga mencatat hujan di Sambas, Sanggau, Sekadau, serta Sintang.
Dukungan Penanganan Karhutla
Penyemaian enam ton garam menjadi salah satu langkah Satgas TNI dalam mendukung pelaksanaan OMC di wilayah Kalimantan.
Melalui kegiatan tersebut, TNI berupaya meningkatkan potensi hujan sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan Karhutla.
Namun, data yang disampaikan Pusat Penerangan TNI belum merinci lokasi penerbangan, waktu penyemaian, maupun pembagian jumlah bahan yang ditebarkan.
Informasi tersebut juga belum menjelaskan hubungan langsung antara penyemaian garam dan hujan yang tercatat di sejumlah daerah.
Karena itu, data hujan dari BMKG dan laporan lapangan menjadi informasi penting dalam memantau kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi.
TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, TNI juga berupaya membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta menjaga keselamatan warga yang terdampak.
Dukungan tersebut menegaskan keterlibatan TNI dalam upaya penanganan Karhutla dan perlindungan masyarakat di wilayah Kalimantan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

