Minggu, 1 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Satgas Udara Semai 7,2 Ton Dry Ice dan NaCl untuk Tekan Karhutla Sumsel

Satgas Udara Semai 7,2 Ton Dry Ice dan NaCl untuk Tekan Karhutla Sumsel

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month 53 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Palembang – TNI bersama BMKG dan tim gabungan mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap di Sumatera Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Dalam operasi tersebut, Satgas Udara mengerahkan total 7,2 ton bahan semai berupa dry ice dan natrium klorida (NaCl) guna mendukung upaya pembentukan hujan di wilayah sasaran.

Berdasarkan pemantauan BMKG, operasi penyemaian tersebut berdampak pada turunnya hujan di Kabupaten Empat Lawang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan OKU Selatan.

Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) menyampaikan bahwa pengerahan armada udara menjadi bagian dari langkah terpadu menghadapi ancaman Karhutla sekaligus mendukung penanganan kabut asap.

Operasi ini mengandalkan koordinasi TNI, BMKG, dan unsur gabungan dengan memanfaatkan informasi meteorologi untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.

Melalui pendekatan tersebut, tim gabungan berupaya meningkatkan peluang hujan di wilayah sasaran sebagai salah satu dukungan terhadap penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Namun, pelaksanaan operasi tidak hanya mengandalkan pengerahan pesawat dan bahan semai, melainkan juga membutuhkan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan.

BMKG menggunakan radar cuaca, penakar hujan, serta laporan lapangan untuk mengamati perkembangan kondisi cuaca dan dampak penyemaian.

Data pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Sumatera Selatan.

Tiga Kabupaten Catat Dampak Hujan dari Operasi Modifikasi Cuaca

Berdasarkan data pemantauan BMKG, hujan terjadi di tiga wilayah, yakni Kabupaten Empat Lawang, OKU Timur, dan OKU Selatan.

Informasi tersebut menunjukkan adanya dampak hujan setelah tim gabungan melaksanakan kegiatan penyemaian dalam operasi modifikasi cuaca.

Meski demikian, informasi yang disampaikan Puspen TNI belum merinci besaran curah hujan di setiap kabupaten maupun luas wilayah yang menerima hujan.

Baca juga :  Panglima TNI Tinjau Gladi Bersih HUT Ke-81 TNI di Cilangkap

Selain itu, belum terdapat keterangan mengenai durasi hujan dan perubahan tingkat kebakaran setelah kegiatan penyemaian berlangsung.

Karena itu, dampak operasi terhadap pengendalian titik api dan penurunan kabut asap masih membutuhkan data pemantauan lanjutan.

Keterangan tersebut penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai hasil operasi, bukan hanya berdasarkan informasi terjadinya hujan.

Di sisi lain, pemanfaatan data radar, penakar hujan, dan laporan lapangan memberikan dasar pemantauan terhadap perkembangan cuaca selama operasi berlangsung.

Dengan demikian, evaluasi secara berkala diperlukan untuk melihat kesesuaian antara pelaksanaan penyemaian, kondisi atmosfer, dan hasil hujan di wilayah sasaran.

TNI dan BMKG Perkuat Penanganan Karhutla

Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu pendekatan yang melibatkan dukungan teknologi meteorologi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Melalui penyemaian bahan tertentu ke atmosfer, tim berupaya mendukung proses pembentukan hujan ketika kondisi awan dan atmosfer memungkinkan.

Dalam kegiatan ini, Satgas Udara menggunakan dry ice dan natrium klorida atau NaCl dengan total berat mencapai 7,2 ton.

Kedua bahan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan penyemaian dalam operasi terpadu yang melibatkan TNI dan BMKG.

Namun, Puspen TNI tidak merinci pembagian berat masing-masing bahan maupun jumlah penerbangan yang mendukung kegiatan tersebut.

Oleh sebab itu, angka 7,2 ton merujuk pada total bahan semai yang disebutkan dalam informasi resmi, bukan berat masing-masing jenis bahan.

Sementara itu, pengerahan armada udara secara berkelanjutan menunjukkan dukungan TNI terhadap upaya penanganan Karhutla di Sumatera Selatan.

Koordinasi dengan BMKG juga menjadi unsur penting karena pelaksanaan modifikasi cuaca membutuhkan informasi mengenai perkembangan atmosfer dan potensi hujan.

Selain mendukung penanganan kebakaran, operasi tersebut memiliki tujuan membantu mengurangi dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca juga :  Ramadan Brimob: Tadarus Perkuat Moral Personel

Penanganan Karhutla Membutuhkan Pemantauan Berkelanjutan

Pengerahan bahan semai dan armada udara merupakan bagian dari upaya menghadapi ancaman Karhutla, tetapi penanganan persoalan tersebut membutuhkan langkah yang berkesinambungan.

Karena itu, pemantauan kondisi cuaca dan perkembangan kebakaran tetap menjadi bagian penting setelah operasi penyemaian berlangsung.

Data curah hujan, kondisi titik api, serta perkembangan kabut asap diperlukan untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai hasil penanganan di lapangan.

Selain itu, koordinasi antarlembaga perlu terus berjalan agar setiap perkembangan kondisi wilayah dapat menjadi dasar penentuan langkah berikutnya.

TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai bentuk dukungan terhadap penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan.

Melalui upaya terpadu tersebut, tim berharap hujan dapat membantu mengurangi ancaman kebakaran serta mendukung perbaikan kualitas udara di wilayah terdampak.

Dengan demikian, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada pelaksanaan penyemaian, tetapi juga pada pemantauan hasil dan kesinambungan penanggulangan di lapangan.

Pengerahan 7,2 ton bahan semai oleh Satgas Udara menjadi bagian dari upaya TNI, BMKG, dan tim gabungan menghadapi Karhutla serta dampak kabut asap di Sumatera Selatan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal di Kabupaten Sigi

    Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal di Kabupaten Sigi

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    SIGI — Dalam upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat untuk menangkal paham radikalisme, Divisi Humas Polri melalui Tim Subsatgas Banops Humas Polri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Kontra Radikal, salah satu program prioritas Kapolri. Kegiatan yang berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Polres Sigi, Senin (13/10/2025), dibuka secara resmi oleh Wakapolda Sulawesi […]

  • Mengenal Web AI Audio Editing: Solusi Canggih untuk Mengedit Audio

    Mengenal Web AI Audio Editing: Solusi Canggih untuk Mengedit Audio

    • calendar_month Selasa, 25 Apr 2023
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

      Krisp Krisp Supercharge your online meetings with Voice Productivity AI, Krisp improves the productivity of online meetings with its AI-powered Voice Clarity and Meeting Assistant. Kunjungi x   Adobe Podcast Adobe Podcast AI-powered audio recording and editing, all on the web Kunjungi x   Beatoven.ai Beatoven.ai Beatoven.ai uses advanced AI music generation techniques to […]

  • Patroli Pekat Jaya di Kramat Jati Gagalkan Tawuran, Empat Pemuda Diamankan

    Patroli Pekat Jaya di Kramat Jati Gagalkan Tawuran, Empat Pemuda Diamankan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 6 April 2026 – Patroli gabungan Operasi Pekat Jaya 2026 menggagalkan dugaan aksi tawuran di Kramat Jati dan mengamankan empat pemuda beserta senjata tajam. Petugas bergerak cepat setelah menemukan sekelompok pemuda berkumpul di Jalan Bintaro, Kampung Tengah, pada Senin dini hari. Saat patroli mendekat, para pemuda berupaya melarikan diri sehingga memicu kecurigaan petugas […]

  • Brimob Polda Metro Jaya Sambangi Koramil 05 Ciputat di HUT ke-80 TNI

    Brimob Polda Metro Jaya Sambangi Koramil 05 Ciputat di HUT ke-80 TNI

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan, 5 Oktober 2025 – Suasana penuh keakraban terasa di Koramil 05 Ciputat, Kodim 0506/Tangerang, Minggu (5/10/2025). Rombongan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya datang membawa semangat kebersamaan, menyampaikan langsung ucapan Dirgahayu ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tahun ini mengusung tema “TNI PRIMA, TNI RAKYAT, Indonesia Maju.” Dipimpin oleh AKP Nanang […]

  • Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Bintan, Prajurit TNI AL Tegaskan Komitmen Ideologi dan Profesionalisme

    Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Bintan, Prajurit TNI AL Tegaskan Komitmen Ideologi dan Profesionalisme

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan, 1 Juni 2026 – Prajurit Lanal Bintan mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila dan menegaskan komitmen menjaga ideologi bangsa serta memperkuat profesionalisme. Lanal Bintan menggelar upacara di Lapangan Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban, dengan melibatkan seluruh prajurit dan aparatur sipil. Kegiatan berlangsung pada Senin, 1 Juni 2026, dengan partisipasi satuan TNI AL di wilayah Tanjung Uban. […]

  • Warga dan Prajurit Kompak, Lapangan Desa Susupu Disulap Jadi Lokasi Upacara Penutupan TMMD

    Warga dan Prajurit Kompak, Lapangan Desa Susupu Disulap Jadi Lokasi Upacara Penutupan TMMD

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Halmahera Barat – Ada yang beda di pagi hari Desa Susupu, Kecamatan Sahu, Selasa (3/6/2025). Suara sapu dan cangkul bersahut-sahutan, bukan karena kerja bakti biasa, tapi dalam rangka persiapan upacara penutupan TMMD ke-124 Kodim 1501/Ternate! Di bawah terik matahari yang bersahabat, prajurit TNI dari Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu membersihkan Lapangan Sepak Bola Desa Susupu, […]

expand_less