Pemasangan Atap RTLH di Mentawai Dikebut, Satgas TNI AD Gandeng Warga
MENTAWAI – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus menunjukkan progres. Memasuki Senin...

MENTAWAI – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus menunjukkan progres.
Memasuki Senin (1/6/2026), pembangunan rumah milik Robert di Dusun Karoniet, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, telah memasuki tahap pemasangan seng atap, menandai kemajuan signifikan dalam pelaksanaan salah satu sasaran fisik program tersebut.
Tahap pemasangan atap menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi rumah setelah pekerjaan rangka dan konstruksi kuda-kuda atap sebelumnya berhasil diselesaikan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pengerjaan RTLH berjalan sesuai rencana dan mendekati tahap penyelesaian.
Program Karya Bakti TNI AD yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Kegiatan ini melibatkan personel Satgas Karya Bakti TNI AD bersama warga setempat melalui pola gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung pekerjaan rehabilitasi rumah.
Warga membantu mengangkat material bangunan serta mendukung berbagai kebutuhan teknis di lapangan.
Sementara itu, personel Satgas bekerja secara bergantian untuk mempercepat pemasangan seng dan memastikan pekerjaan berlangsung sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat terlihat selama proses pengerjaan berlangsung.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mempercepat progres pembangunan, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri dalam distribusi material dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Komandan Kodim 0319/Mentawai selaku unsur Satgas Karya Bakti TNI AD menyatakan bahwa program rehabilitasi RTLH merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak huni.
Menurutnya, pembangunan rumah layak huni tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi keluarga penerima manfaat.
Kehadiran rumah yang lebih kokoh dan nyaman diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup serta memberikan rasa aman bagi penghuni.
Selain itu, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pelibatan warga dalam setiap tahapan pekerjaan dinilai mampu membangun rasa memiliki sekaligus memperkuat semangat gotong royong di lingkungan setempat.
Warga Sambut Positif Program Rehabilitasi Rumah
Robert, penerima manfaat program rehabilitasi RTLH, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan melalui Karya Bakti TNI AD.
Ia menyebut pembangunan rumah tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk dapat tinggal di tempat yang lebih layak dan nyaman.
Selama proses pembangunan berlangsung, keluarganya turut menyaksikan perkembangan pekerjaan yang dilakukan secara bertahap oleh personel Satgas bersama warga.
Tahap pemasangan seng atap yang tengah dikerjakan saat ini menjadi salah satu progres yang paling terlihat karena menandakan bangunan mulai memasuki fase penyelesaian.
Program rehabilitasi RTLH menjadi salah satu sasaran fisik yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kepulauan Mentawai.
Selain meningkatkan kualitas hunian masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di kawasan yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.
Pelaksanaan program di wilayah kepulauan seperti Mentawai memiliki tantangan tersendiri, mulai dari faktor geografis hingga distribusi material bangunan.
Namun demikian, keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, menjadi modal penting dalam menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.
Dengan progres pembangunan yang terus bergerak maju, Satgas Karya Bakti TNI AD optimistis seluruh target fisik yang telah ditetapkan pada Tahun Anggaran 2026 dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Keberhasilan program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih layak huni, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara, rehabilitasi RTLH di Dusun Karoniet menjadi gambaran nyata kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan hunian yang lebih baik.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan berbasis kebersamaan masih menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.**/Fais










