Kejuaraan IPAC dan Gantolle Kotabaru Jadi Wadah Lahirkan Atlet Dirgantara Berprestasi
Kotabaru, 24 Juni 2026 – Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan Kejuaraan Nasional Gantolle Seri 1 dan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Seri 2 menjadi...

Kotabaru, 24 Juni 2026 – Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan Kejuaraan Nasional Gantolle Seri 1 dan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Seri 2 menjadi panggung pembinaan atlet dirgantara masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Kejurnas Gantolle Seri 1 Ketepatan Mendarat Fly Kotabaru sekaligus pembukaan IPAC Seri 2 Tahun 2026.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Sai’jaan Landing Area, Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu, 24 Juni 2026.
Kolonel Hilman hadir sebagai Ketua Federasi Aero Sport Indonesia Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) bersama jajaran TNI Angkatan Udara dan pemerintah daerah.
Kejuaraan menghadirkan atlet, ofisial, serta pegiat olahraga dirgantara dari berbagai provinsi di Indonesia hingga mancanegara.
Pembinaan Atlet dan Promosi Sport Tourism
Kolonel Hilman menilai kejuaraan tersebut memiliki nilai strategis bagi pembinaan atlet paralayang dan gantolle di tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, kompetisi menjadi sarana mengukur kemampuan atlet sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap olahraga dirgantara.
“Kejuaraan ini menjadi bagian penting pembinaan atlet paralayang dan gantolle. Atlet harus memanfaatkan setiap kompetisi sebagai bekal menuju kejuaraan yang lebih tinggi,” ujar Kolonel Hilman.
Ia menambahkan, pembinaan berkelanjutan akan melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Bupati Kotabaru melalui Wakil Bupati Syairi Mukhlis menyebut kejuaraan tersebut menjadi momentum memperkenalkan potensi wisata alam Kabupaten Kotabaru.
Ia menilai semangat sportivitas, persahabatan, dan keberagaman peserta mampu memperkuat citra Kotabaru sebagai destinasi olahraga dirgantara unggulan di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, potensi lokasi paralayang dan gantolle bertaraf nasional maupun internasional dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
Kapala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Besar FASI, Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M., menegaskan kejuaraan melampaui sekadar ajang kompetisi.
“Kejuaraan ini mempererat persahabatan, memperkokoh sportivitas, sekaligus memperkenalkan potensi wisata dirgantara Kalimantan Selatan kepada dunia,” katanya.
Ia berharap kejuaraan mampu melahirkan atlet paralayang dan gantolle yang mengharumkan nama Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional.
Penghargaan Venue dan Kepedulian Lingkungan
Panitia juga menyerahkan Brevet Kehormatan Federasi Aero Sport Indonesia kepada sejumlah tokoh yang berkontribusi terhadap pengembangan olahraga dirgantara.
FASI turut memberikan sertifikasi venue paralayang dan gantolle sebagai pengakuan atas kelayakan fasilitas olahraga dirgantara di Kabupaten Kotabaru.
Sebelum rangkaian kejuaraan berlangsung, peserta melaksanakan penanaman pohon di kawasan Bukit Mamake sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri Sespusterau Kolonel Adm Nurul Ardiyanto, Dirbin Ordirga Kolonel Tek Sunu Eko Prasetyo, Dirbin Sumda Kolonel Pom Tomy, Ketua DPRD Kotabaru Hj. Suanti, unsur Forkopimda, serta pejabat Lanud Sjamsudin Noor.
Melalui penyelenggaraan kejuaraan nasional dan internasional tersebut, FASI, TNI Angkatan Udara, serta Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap pembinaan olahraga dirgantara berjalan semakin kuat.
Selain mencetak atlet berprestasi, kejuaraan itu juga memperkuat posisi Kotabaru sebagai destinasi sport tourism yang mampu menarik wisatawan dan komunitas olahraga dirgantara dari berbagai negara.









