ISTAF Bekukan Sementara Pemain dan Ofisial Thailand Usai Insiden Final Sepaktakraw Dunia 2026

Singapura, 22 Juni 2026 – Persekutuan Sepaktakraw Antarabangsa (ISTAF) memulai proses disiplin terhadap delapan anggota Timnas Thailand usai insiden final Piala Dunia Sepaktakraw 2026. Langkah ini diambil menyusul dugaan penolakan...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Singapura, 22 Juni 2026 – Persekutuan Sepaktakraw Antarabangsa (ISTAF) memulai proses disiplin terhadap delapan anggota Timnas Thailand usai insiden final Piala Dunia Sepaktakraw 2026.

Langkah ini diambil menyusul dugaan penolakan melanjutkan pertandingan pada partai final di Kuala Lumpur, 24 Mei 2026.

Komite Disiplin ISTAF menetapkan keputusan tersebut dalam rapat pada 19 Juni 2026 setelah menelaah laporan dan bukti terkait insiden.

ISTAF menyoroti dugaan tindakan Regu Ketiga Thailand yang menolak melanjutkan pertandingan meski ofisial telah memberikan instruksi resmi.

Proses disiplin juga mencakup dugaan keterlibatan dua pelatih dan satu manajer dalam insiden tersebut.

Lima pemain yang menjalani pemeriksaan disiplin yaitu Wichan Temkort, Jakkrit Thinbangbon, Phutawan Sopa, Sittipong Khamchan, dan Chattuphon Siriart.

Sementara itu, dua pelatih dan seorang manajer tim turut diperiksa atas dugaan peran dalam pengambilan keputusan tersebut.

ISTAF telah menyampaikan pemberitahuan resmi melalui Thailand Sepaktakraw Association kepada seluruh pihak terkait.

Setiap responden diberikan waktu 14 hari untuk menyampaikan jawaban tertulis sebelum sidang disiplin dimulai.

Larangan Sementara untuk Jaga Integritas Kompetisi

Selama proses berlangsung, ISTAF menjatuhkan larangan sementara terhadap seluruh responden dalam setiap aktivitas sepaktakraw resmi.

Larangan tersebut mencakup peran sebagai pemain, pelatih, manajer, maupun keterlibatan lain dalam kompetisi di bawah naungan ISTAF.

Keputusan interim ini bertujuan menjaga integritas proses disiplin serta memastikan tata kelola kompetisi tetap berjalan baik.

ISTAF menegaskan langkah tersebut bukan merupakan sanksi akhir dan tidak dapat diartikan sebagai penetapan kesalahan.

Pilihan Editor :  Prajurit Pasmar 3 Peringati Maulid Nabi di Lebanon

Seluruh responden tetap memiliki hak penuh untuk memberikan pembelaan sesuai prinsip keadilan dan aturan disiplin ISTAF.

Sekretaris Jenderal ISTAF Abdul Halim Kader menegaskan pentingnya nilai sportivitas dalam setiap kompetisi.

“Setiap pemain dan ofisial wajib menjunjung disiplin, integritas, dan menghormati peraturan pertandingan,” ujarnya.

Ia menilai proses disiplin ini mencerminkan komitmen ISTAF menjaga profesionalisme dan kredibilitas olahraga sepaktakraw.

ISTAF juga memastikan seluruh proses berjalan transparan, adil, dan tidak memihak sesuai prinsip due process.

Organisasi tersebut menegaskan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut hingga seluruh proses pemeriksaan selesai.

Langkah tegas ini menunjukkan upaya ISTAF menjaga reputasi dan standar tinggi dalam setiap kompetisi internasional.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi citra olahraga sepaktakraw di tingkat global.

ISTAF menegaskan setiap pelanggaran yang merusak integritas pertandingan akan ditangani melalui mekanisme disiplin yang ketat.

Dengan proses ini, ISTAF berharap seluruh pihak tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap ajang kompetisi.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *