Senin, 5 Okt 2026
Beranda » BERITA » BBM Pertalite Solar Pertamax Hingga Peraturan Pemerintah

BBM Pertalite Solar Pertamax Hingga Peraturan Pemerintah

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
  • print Cetak
Property of Gensa Club
Property of Gensa Club

Mobil Tak Penuhi Syarat Beli Pertalite, BBM Tak Bakal Keluar dari Nozzle

Dikutip dari : DetikOto

SPBU Tanah Abang jual Pertalite dengan harga Rp 6.450 per liter. Sejumlah pemotor pun antre di SPBU itu demi dapat membeli Pertalite seharga Premium itu.

Mobil di luar kriteria nggak bakal bisa isi Pertalite sekalipun nekat. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikOto)

Pertamina telah menyiapkan skema terkait penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite dan solar. Dengan begitu, diharapkan distribusi lebih merata dan tepat sasaran. Sejak 1 Juli 2022, Pertamina telah membuka pendaftaran bagi kendaraan pengguna Pertalite dan solar subsidi. Pada tahap ini, konsumen yang kendaraannya menggunakan Pertalite dan solar subsidi harus memasukkan identitas diri serta foto kendaraan.


Artikel sebelumnya : Over Kredit Mobil, Manfaat Dan Mudarat Nya

Pertamina juga sudah menyiapkan skema untuk diterapkan, ketika pemerintah merilis kriteria kendaraan penerima Pertalite dan solar subsidi. Sekalipun pemilik kendaraan itu nekat mengisi Pertalite padahal tidak termasuk dalam kriteria, maka selang nozzle tidak akan bekerja menyalurkan BBM.

“Misalnya jika kendaraan roda empat yang diperbolehkan sampai dengan 1.500 cc masuk ke Pertalite nozzlenya nggak akan keluar,” ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR.

Sejauh ini, pemerintah memang belum merilis apa saja kriteria kendaraan yang bisa mengkonsumsi Pertalite. Namun dalam paparan presentasi yang dibawakan Nicke, terlihat berdasarkan Rakortas dengan Menko Perekonomian Pertalite bisa digunakan pada mobil di bawah 1.500 cc dan motor di bawah 250 cc.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas sempat menyebut bahwa mobil mewah dengan kapasitas di atas 2.000 cc tak lagi bisa konsumsi Pertalite. Untuk keputusan resminya tentu masih menunggu revisi dari Perpres nomor 191 tahun 2014.

“Yang daftar yang merasa berhak berdasarkan kriteria. Di luar kriteria tersebut tidak perlu daftar. Kriteria akan keluar bulan ini jadi sudah ada harmonisasi,” ungkap Nicke.

Nicke juga menegaskan pada masa pendaftaran 1-30 Juli 2022, belum ada pembatasan pembelian Pertalite maupun solar subsidi. Pada masa pendaftaran, konsumen di data dan akan mendapatkan QR code untuk melakukan transaksi di SPBU Pertamina. Perlu dicatat, pendaftaran ini hanya berlangsung satu kali untuk satu kendaraan. QR Code itu yang menjadi pegangan para pengguna Pertalite maupun solar subsidi.

Pilihan Editor :  TNI AL Tegaskan Legalitas Lahan Sabang

“Jadi siapapun pengendaranya, penumpangnya yang ditetapkan kendaraannya,” ucap Nicke.

Pertamina Ungkap Roadmap Pertamax Jadi BBM Subsidi Setelah Pertalite

Dikutip dari : CNN INDONESIA

Menurut Pertamina terdapat roadmap menjadikan Pertamax sebagai BBM subsidi setelah saat ini berlaku bagi Pertalite. Menurut Pertamina terdapat roadmap menjadikan Pertamax sebagai BBM subsidi setelah saat ini berlaku bagi Pertalite. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Pertamina mengungkap roadmap bahan bakar minyak (BBM) bensin subsidi memungkinkan ditetapkan pada Pertamax (RON 92) setelah berlaku saat ini bagi Pertalite (RON 90).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan pemberian subsidi untuk Pertamax berdasarkan roadmap buat memenuhi target pemerintah menuju net zero emission pada 2060.

“Subsidi BBM ada roadmap, dulu yang disubsidi Premium [RON 88] maka masyarakat pindah ke Pertalite karena lebih tinggi (RON-nya), sehingga emisinya bisa kita kurangi, sekarang yang disubsidi RON 90, itu pengurangan karbon emisinya besar,” kata Nicke di DPR, Rabu (6/7).

Pertalite ditetapkan menjadi BBM subsidi pemerintah menggantikan Premium melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tanggal 10 Maret 2022 tentang JBKP.


Mungkin kamu sukai : Take Over Mobil Dibawah Tangan Agar Aman Tidak Dikejar Debt Collector Leasing

Saat ini Pertamina tengah berupaya mengalokasikan Pertalite sebagai BBM subsidi ke target masyarakat miskin dan rentan kemiskinan agar dapat mengakses BBM harga terjangkau.

Pertamina mengatakan 80 persen BBM subsidi selama ini dinikmati masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah atas.

“Roadmap pemerintah paling baik mensubsidi bahan bakar ramah lingkungan sesuai target net zero emission 2060. Maka roadmap berikutnya yang disubsidi adalah Pertamax. Ada roadmap tahapannya, kan tidak bisa serta merta pindah. Ini kita lakukan bertahap,” katanya.

Berapa Harga Pertalite dan Solar jika Tak Disubsidi Pemerintah?

Dikutip dari : KOMPAS.COM

Belakangan ini bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite menjadi sorotan, termasuk soal harganya. 

PT Pertamina (Persero) menyorot terkait penguatan harga dan penurunan suplai minyak mentah global yang berdampak pada harga keekonomian BBM dan elpiji di Indonesia. Hal ini diutarakan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta. Ia menyebut, penurunan suplai global terjadi karena turunnya kemampuan produksi negara OPEC, terutama Libya dan Ekuador. 

Pilihan Editor :  Dankodaeral X Kobarkan Semangat Jalasena di Ujung Timur Nusantara

“Kalau kita melihat harga keekonomian dengan peningkatan harga minyak dan gas ini juga meningkat tajam,” kata Nicke dikutip dari Antara, sebagaimana dikutip Kompas.com, Rabu (6/7/2022). Lantas, berapa harga keekonomian Pertalite dan Solar jika tak disubsidi pemerintah? Berapa harga Pertalite dan Solar jika tak disubsidi? Berdasarkan formulasi perhitungan oleh Pertamina pada Juli 2022, harga keekonomian Solar adalah Rp 18.150 per liter. 

Sedangkan Pertalite memiliki harga keekonomian sebesar Rp 17.200 per liter. Pemerintah melakukan subsidi harga BBM dan elpiji yang dijual lewat Pertamina dengan jumlah yang cukup besar. Misalnya harga keekonomian Solar adalah Rp 18.150 per liter, tetapi harga jual Rp 5.150 per liter. 

Artinya pemerintah harus membayar subsidi Solar Rp 13.000 per liter. Kemudian untuk Pertalite, harga keekonomian Rp 17.200 per liter dengan harga jual Rp 7.650 per liter. Artinya, pemerintah mensubsidi sebesar Rp 9.550 per liter. Lalu untuk Pertamax, harga keekonomiannya Rp 17.950 per liter, harga jual Rp 12.500 per liter, sehingga pemerintah melakukan subsidi Rp 5.450 per liter. 

“Kami masih menahan harga Pertamax Rp 12.500 per liter karena kami juga pahami kalau Pertamax naik setinggi ini, maka shifting ke Pertalite akan terjadi. Kondisi ini tentunya akan menambah beban negara,” ujar Nicke. Untuk elpiji bersubsidi, Pertamina mengatakan pihaknya belum menaikkan harga elpiji non subsidi sejak tahun 2007, sehingga harganya masih Rp 4.250 per kilogram. 


Hanya untuk mu : Lakukan Langkah Ini Sebelum Mobil Ditarik Oleh Debt Collector Leasing Atau Bank

Harga pasaran elpiji saat ini Rp 15.698 per kilogram dan pemerintah mensubsidi Rp 11.448 per kilogram. Penghitungan harga keekonomian BBM dan elpiji tersebut, menurut Nicke sudah sesuai dengan formulasi dalam Peraturan Menteri ESDM. Formula penghitungan digunakan oleh perusahaan-perusahaan kompetitor Pertamina untuk menetapkan harga BBM atau elpiji mereka. 

Pertamina masih terus memantau kondisi harga pasar terkait dengan BBM dan elpiji, serta berkoordinasi dengan pemerintah menetapkan kebijakan-kebijakan yang sesuai. 

Hal ini untuk memastikan harga Pertalite, Solar bersubsidi, dan elpiji tiga kilogram tidak naik. Dengan begitu, dapat membuat harga tetap stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga. “Ini wujud negara hadir untuk melindungi masyarakatnya,” kata Nicke dikutip dari Antara, Jumat (3/6/2022). 

Pilihan Editor :  Jalasenastri Kodaeral X Teguhkan Solidaritas dan Cinta Laut

Upaya subsidi dilakukan untuk mendukung upaya Pertamina menyediakan dan menyalurkan BBM dan elpiji bersubsidi yang diperlukan oleh masyarakat miskin, menengah dan UMKM. Anggaran belanja subsidi BBM dan elpiji sebelumnya hanya sebesar Rp 77,5 triliun dan kompensasi BBM Rp 18,5 triliun untuk tahun 2022. Pemerintah kemudian menambah anggaran subsidi sebesar Rp 71,8 triliun dan kompensasi BBM Rp 234 triliun atau menjadi Rp 401,8 triliun pada 2022.

Daftar Mobil dan Motor Jenis Ini Bakal Dilarang Pakai Pertalite

Dikutip dari : Oke Finance

Pembelian BBM Pertalite akan dibatasi demi subsidi tepat sasaran. Alasannya, tidak lain lantaran Pertalite merupakan bahan bakar bensin paling banyak digunakan sebab terjangkau setelah Premium yang perlahan mulai punah.

Pembatasan penggunaan Solar juga terkena imbasnya. Bakal mobil acuannya, yakni mesin di atas 2.000 cc, sementara motor di atas 250 cc.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan bahwa belum ada kriteria resmi untuk menentukan perihal kendaraan roda empat yang dilarang menggunakan Pertalite dan Solar. Menurut ia, sebaiknya menunggu regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

Menurut Pertamina, pembatasan pembelian Pertalite akan dilakukan buat mobil dan motor kapasitas mesin tertentu.

“Yang menentukan nanti dari Pemerintah,” kata Irto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (7/7/2022).

Perlu diketahui Pertalite dikategorikan sebagai bahan bakar RON 90 dam lebih cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Maka, bila rasio kompresi mesin kendaraan 11:1, namun menggunakan Pertalite maka yang akan terjadi adalah proses pembakaran telat.

Hal ini menyebabkan knocking yang biasanya ditandai gejala tenaga dan torsi berkurang dari biasanya.

Direkomendasikan : Dihadang Debt Collector Di Jalan – Lakukan Ini Agar Mobil Tidak Ditarik 

Mesin dengan rasio kompresi di atas 10:1 memang lebih dianjurkan menggunakan bahan bakar dengan kadar RON di atas 90 seperti halnya Pertamax.

Selain soal tenaga dan torsi, kandungan zat aditif pada bahan bakar RON tinggi biasanya lebih baik. Zat aditif itu ada yang fungsinya membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga lebih awet.

Kualitas Pertalite yang lebih rendah dari Pertamax juga memungkinkan membuat ruang bakar mesin lebih kotor, terutama pada area injector. Selain itu gambaran umumnya Pertalite akan menghasilkan emisi lebih kotor ketimbang Pertamax.***

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menarik Dibaca

  • Kodim Tangerang Patroli Malam Jaga Keamanan Kota dan Tangsel

    Kodim Tangerang Patroli Malam Jaga Keamanan Kota dan Tangsel

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Tangerang, 6 Agustus 2026 – Kodim 0506/Tangerang menggelar patroli malam dengan menyasar pusat keramaian dan kawasan pemerintahan di wilayah Kota Tangerang serta Tangerang Selatan, Kamis malam (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama aktivitas malam hari. Personel Koramil 01/Tangerang dan Koramil 07/Pondok Aren terlibat dalam patroli yang […]

  • Kontingen TNI AL Borong 33 Medali di Piala Panglima TNI

    Kontingen TNI AL Borong 33 Medali di Piala Panglima TNI

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ambon – Prestasi membanggakan diraih TNI Angkatan Laut di ajang Turnamen Menembak Piala Panglima TNI 2025. Digelar di Lapangan Tembak Jusman Puger, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Sabtu (20/9/2025), kontingen TNI AL tampil dominan dengan menyabet 33 medali dari 32 kelas yang dipertandingkan. Dipimpin langsung Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral IX Ambon, Kolonel Laut (P) Dr. […]

  • Patroli Komduk Matraman Libatkan Warga, Babinsa Dorong Pencegahan Tawuran Sejak Dini

    Patroli Komduk Matraman Libatkan Warga, Babinsa Dorong Pencegahan Tawuran Sejak Dini

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, Sabtu, 30/5/2026 – Babinsa Koramil 02/Matraman bersama Tiga Pilar dan warga menggelar patroli Komduk untuk mencegah tawuran dan menjaga keamanan lingkungan. Kegiatan berlangsung di Jalan Kayu Manis I Lama, RT 06 RW 08, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Patroli melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas Polsek Matraman, Satpol PP, serta warga setempat dalam sistem keamanan lingkungan […]

  • Panglima TNI: Mudik Gratis dengan KRI Banjarmasin Bukti TNI Hadir untuk Rakyat

    Panglima TNI: Mudik Gratis dengan KRI Banjarmasin Bukti TNI Hadir untuk Rakyat

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa dukungan TNI Angkatan Laut dalam program mudik dan balik gratis merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat. Hal ini disampaikan melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi, menanggapi apresiasi dari Wali Kota Semarang, Agustina, atas peran aktif TNI AL dalam mendukung kelancaran […]

  • Lanal Sibolga Sambut Hangat Komandan Baru dengan Tradisi Pesisir dan Entry Briefing

    Lanal Sibolga Sambut Hangat Komandan Baru dengan Tradisi Pesisir dan Entry Briefing

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sibolga – Semangat kekompakan dan kebersamaan terasa kental di Markas Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sibolga, Senin (15/9/2025). Seluruh prajurit dan PNS Lanal menyambut kedatangan Komandan baru, Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla., melalui tradisi penyambutan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah. Rangkaian acara dimulai dengan laporan Pgs. Dansatma kepada Danlanal Sibolga. Suasana pun semakin […]

  • Pendangkalan SS Rawa Baru Picu Banjir di Bekasi Timur, DBMSDA Lakukan Normalisasi Darurat

    Pendangkalan SS Rawa Baru Picu Banjir di Bekasi Timur, DBMSDA Lakukan Normalisasi Darurat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    DBMSDA Kota Bekasi berharap, setelah proses normalisasi selesai, SS Rawa Baru dapat kembali berfungsi optimal dalam mengalirkan air

expand_less