Selasa, 3 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Bagian Bumi yang Hilang Selama 120 Juta Tahun Ditemukan di Kalimantan

Bagian Bumi yang Hilang Selama 120 Juta Tahun Ditemukan di Kalimantan

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penelitian geologi terbaru yang dipimpin oleh Suzanna van de Lagemaat dari Universitas Utrecht telah mengungkap bagian Bumi yang hilang selama 120 juta tahun. Penemuan ini berhasil merekonstruksi sebuah lempeng tektonik besar yang sebelumnya hanya sebatas teori. Lempeng tersebut, yang diberi nama Pontus, berukuran seperempat dari Samudra Pasifik dan terbukti eksis setelah puluhan tahun hanya menjadi hipotesis. Penemuan ini dilakukan melalui analisis di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Jepang, dan Filipina, yang kini membuka lembaran baru dalam sejarah geologi Bumi.

Awal Penemuan Lempeng Pontus

Lebih dari satu dekade yang lalu, para ahli geologi di Universitas Utrecht telah memprediksi adanya lempeng tektonik besar yang hilang. Berdasarkan serpihan-serpihan lempeng tua yang ditemukan di dalam mantel Bumi, hipotesis mengenai lempeng Pontus pertama kali muncul. Serpihan tersebut merupakan sisa-sisa lempeng yang telah tersubduksi atau “tenggelam” ke dalam mantel, membuatnya sulit untuk diidentifikasi. Namun, berkat teknologi modern, para ilmuwan mampu mendeteksi anomali dalam mantel Bumi yang menjadi petunjuk awal tentang keberadaan lempeng ini.

Meskipun terdapat indikasi melalui anomali seismik, lempeng Pontus tetap menjadi misteri karena tidak ada data lapangan yang konkret. Penelitian yang dipimpin oleh Van de Lagemaat menjadi langkah signifikan dalam mengungkap teka-teki ini.

Penemuan di Kalimantan Utara

Terobosan besar dalam penelitian ini terjadi ketika sisa-sisa batuan yang tidak dikenal ditemukan di Kalimantan Utara. Sebelumnya, batuan tersebut dianggap sebagai bagian dari lempeng tektonik yang telah diketahui. Namun, setelah dilakukan studi magnetik pada batuan tersebut, hasil menunjukkan bahwa asal-usulnya berasal dari wilayah yang jauh lebih utara. Temuan ini membuktikan bahwa Kalimantan pernah menjadi bagian dari lempeng Pontus yang hilang.

Baca juga :  Bakamla RI Turun Tangan Bantu Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Penemuan ini menjadi kunci utama dalam rekonstruksi lempeng Pontus. Selain itu, studi ini memberikan pemahaman baru mengenai sejarah geologi Borneo dan wilayah sekitarnya, serta membuka wawasan baru tentang dinamika pergerakan lempeng tektonik di wilayah Pasifik Barat.

Sistem Lempeng yang Luas

Lempeng Pontus tidak berdiri sendiri. Van de Lagemaat berhasil mengungkap bahwa lempeng ini merupakan bagian dari sistem tektonik yang sangat luas, membentang dari selatan Jepang hingga Selandia Baru. Sistem tektonik ini kemungkinan telah ada selama lebih dari 150 juta tahun. Penemuan ini menjadi penting dalam studi tektonik karena memberikan gambaran baru tentang jangkauan lempeng ini yang sebelumnya tidak diketahui.

Melalui pemetaan yang dilakukan, sistem lempeng ini diyakini memiliki peran penting dalam dinamika geologi Pasifik Barat. Pergerakan lempeng tersebut kemungkinan berpengaruh terhadap pembentukan pegunungan, gunung berapi, serta keberadaan sumber daya alam seperti logam langka.

Rekonstruksi Berdasarkan Anomali Seismik

Penelitian ini juga memanfaatkan anomali seismik yang terdeteksi di dalam mantel Bumi. Ketika sebuah lempeng tektonik tenggelam ke dalam mantel, ia meninggalkan jejak berupa perubahan suhu dan komposisi kimia. Gangguan ini dapat dilacak oleh para ahli geologi melalui gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi.

Melalui metode ini, tim peneliti berhasil menelusuri masa lalu hingga 300 juta tahun untuk mengidentifikasi zona subduksi purba yang pernah membatasi lempeng Pontus dari lempeng Pasifik. Data geologi dari berbagai wilayah, termasuk Borneo dan Palawan, digunakan untuk merekonstruksi sejarah tektonik wilayah tersebut.

Dampak Penting Penemuan Ini

Penemuan lempeng Pontus memiliki dampak signifikan terhadap studi tektonik. Selain mengungkap bagian Bumi yang telah hilang, penelitian ini memperkuat pemahaman tentang pergerakan lempeng di masa lalu. Pergerakan lempeng tektonik memengaruhi perubahan paleogeografi, iklim, serta pembentukan pegunungan dan gunung berapi.

Baca juga :  Puncak Perayaan HUT RI ke-79 Perkuat Kebersamaan Warga Papan Mas

Studi ini juga penting dalam mengidentifikasi sumber daya alam yang terkait dengan pergerakan lempeng. Dengan terungkapnya lempeng Pontus, para ilmuwan kini memiliki gambaran lebih lengkap tentang sejarah dinamika Bumi dan interaksi antar lempeng di wilayah Pasifik Barat. Penemuan ini menjadi landasan penting dalam memahami sejarah geologi global.

(Red/*idmtimes)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Resolusi Tahun 2026: Menata Harapan, Menyusun Langkah, dan Membangun Masa Depan Lebih Baik

    Resolusi Tahun 2026: Menata Harapan, Menyusun Langkah, dan Membangun Masa Depan Lebih Baik

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    Tahun 2026 adalah kesempatan baru untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi lebih baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

  • Ketua DPRD Sumedang Bacakan Ikrar Kesetiaan pada Pancasila di Hari Kesaktian

    Ketua DPRD Sumedang Bacakan Ikrar Kesetiaan pada Pancasila di Hari Kesaktian

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    SUMEDANG – Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, H. Sidik Jafar, S.E., membacakan ikrar pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Lapangan PPS Sumedang, Rabu (1/10/2025). Ikrar tersebut menegaskan komitmen bangsa Indonesia untuk terus mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., […]

  • Sense Laundry Bekasi Diduga Buang Air Cucian ke Selokan Sekitar

    Sense Laundry Bekasi Diduga Buang Air Cucian ke Selokan Sekitar

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Kita tidak mungkin sembarangan ya pak, kita ada pihak lingkungan, kita juga sudah bekerjasama, pak RT juga tau, silahkan dikonfirmasi sendiri

  • Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat Wujudkan Revitalisasi Sosial-Ekonomi di Kabupaten Puncak

    Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat Wujudkan Revitalisasi Sosial-Ekonomi di Kabupaten Puncak

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak, Papua Tengah – Dari lembah hingga perbukitan di Kabupaten Puncak, denyut pembangunan terus bergetar. Di tengah alam yang indah namun penuh tantangan, pemerintah bersama masyarakat adat bergandengan tangan membangun wajah baru Papua—lebih mandiri, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat. Rabu (12/11/2025), sejumlah kegiatan strategis kembali digelar sebagai wujud nyata komitmen pemerintah pusat untuk membangun dari […]

  • Halte Bekasi Ditargetkan Tuntas November, Publik Menunggu Hasil Bukan Sekadar Target

    Halte Bekasi Ditargetkan Tuntas November, Publik Menunggu Hasil Bukan Sekadar Target

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan pembangunan halte di Kota Bekasi ditargetkan rampung pada akhir November 2026. Saat ini, pengerjaan masih berlangsung, dengan fokus pada pembuatan berbagai komponen dan kelengkapan bangunan yang selanjutnya akan dipasang di lokasi. Dedi menyampaikan bahwa proses pembangunan telah memasuki tahap persiapan kelengkapan halte. Setelah seluruh komponen selesai dibuat, […]

  • Satgas TMMD Kodim 1505/Tidore Gotong Royong untuk Pembangunan Lapangan Bola Voli

    Satgas TMMD Kodim 1505/Tidore Gotong Royong untuk Pembangunan Lapangan Bola Voli

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan — Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1505/Tidore. Pada Senin (13/10/2025), personel Satgas TMMD bersama warga Desa Wama, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, bergotong royong mengambil material pasir di kali setempat. Pasir yang dikumpulkan digunakan untuk penimbunan dasar lapangan bola voli, […]

expand_less