Karnaval HUT RI ke-81, Warga Jatisari Tampilkan Kostum dan Kritik Sosial
BEKASI – Hampir 1.000 warga RW 04, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mengikuti karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung meriah...

BEKASI – Hampir 1.000 warga RW 04, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mengikuti karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kostum, karakter, hingga kritik sosial yang disampaikan melalui simbol-simbol kreatif.
Karnaval dipusatkan di Lapangan RW 04, Jatisari, pada Minggu (23/8/2026).
Warga mulai berkumpul sejak pagi sebelum mengikuti iring-iringan yang menyusuri kawasan AURI dan kemudian kembali ke lapangan utama sebagai titik akhir kegiatan.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti karnaval.
Ketua RW 04 Jatisari, Adiono, menyebut jumlah peserta yang turun dalam kegiatan tersebut hampir mencapai 1.000 orang.
Adiono mengaku tidak menyangka partisipasi warga dalam kegiatan peringatan kemerdekaan tahun ini mendapat respons sebesar itu.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat interaksi dan gotong royong di lingkungan.
“Uforia masyarakat RW 04 sangat luar biasa. Kami betul-betul tidak menyangka akan seheboh ini, hampir 1.000 warga turun langsung mengikuti karnaval. Saya berharap kekompakan dan semangat gotong royong ini menjadi momentum untuk kita semua menjadi masyarakat yang peduli tanpa ada sekat,” ujar Adiono.
Peserta karnaval tampil dengan berbagai atribut dan kostum.
Sebagian warga mengenakan pakaian yang menggambarkan perjuangan para pahlawan nasional, sementara peserta lainnya memilih karakter populer dan tokoh fiktif sebagai bagian dari penampilan.
Salah satu kostum yang menarik perhatian warga adalah karakter Mak Lampir yang diperankan Nyimas, warga RW 04. Penampilan tersebut menjadi bagian dari kreativitas peserta dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan.
Selain karakter fiktif, sejumlah peserta juga menggunakan kostum dan properti yang mengandung unsur humor. Salah satunya berupa patung berbentuk tikus dengan tulisan “Korupsi/Koruptor”.
Kritik Sosial Muncul di Tengah Karnaval Warga
Penggunaan simbol tikus dengan tulisan terkait korupsi menjadi salah satu bentuk kritik sosial yang disampaikan peserta melalui medium karnaval. Simbol tersebut ditampilkan sebagai bagian dari kreativitas warga dan menarik perhatian sepanjang rute kegiatan.
Fenomena itu menunjukkan bahwa kegiatan perayaan kemerdekaan di tingkat lingkungan tidak hanya menjadi ruang hiburan. Warga juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan sosial dengan cara yang ringan dan mudah dipahami masyarakat.
Di sisi lain, keberagaman kostum memperlihatkan keterlibatan warga dari berbagai kelompok dalam satu kegiatan bersama. Peserta tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak, tetapi juga masyarakat dewasa yang ikut mengenakan kostum dan mengikuti iring-iringan.
Karnaval dimulai dari Lapangan RW 04. Peserta kemudian bergerak menyusuri kawasan AURI sebelum kembali menuju lapangan utama. Sepanjang perjalanan, warga yang berada di sekitar rute turut menyaksikan iring-iringan tersebut.
Bagi panitia dan pengurus lingkungan, tingginya partisipasi warga menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan. Namun, keberhasilan kegiatan semacam itu tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta, melainkan juga kemampuan warga menjaga ketertiban, keselamatan, kebersihan, dan kelancaran lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme serupa disampaikan Nyimas, salah satu peserta yang tampil sebagai Mak Lampir. Ia mengaku senang dapat ikut ambil bagian dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI bersama warga lainnya.
“Senang dan bangga sekali. Lewat karnaval ini kita semua bisa saling kenal dan seru-seruan bareng. Harapannya, tahun depan bisa jauh lebih seru lagi,” kata Nyimas.
Kegiatan karnaval tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RW 04 Jatisari. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan itu mempertemukan warga dalam satu ruang sosial dan memperkuat interaksi antarmasyarakat.
Bagi warga RW 04, perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Keterlibatan hampir 1.000 warga menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam menghidupkan kegiatan di tingkat lingkungan.
Karnaval dengan berbagai kostum, kreativitas, dan pesan sosial tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana masyarakat mengemas peringatan kemerdekaan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan warga.
Semangat kebersamaan itu menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga hubungan antarwarga. Di tengah beragam karakter dan latar belakang masyarakat, kegiatan bersama seperti karnaval dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.














