Senin, 9 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Budaya » 46 Tahun Tradisi 17 Agustus di Kalimalang, Warga Cipinang Melayu Gelar Tiga Lomba

46 Tahun Tradisi 17 Agustus di Kalimalang, Warga Cipinang Melayu Gelar Tiga Lomba

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, kembali menggelar berbagai perlombaan tradisional untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Tradisi yang berlangsung di kawasan Kalimalang itu telah dipertahankan warga sejak 1980.

Tahun ini, warga menggelar tiga jenis perlombaan, yakni gebuk bantal, titian bambu, dan panjat pinang.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi gotong royong yang diwariskan lintas generasi.

Ketua LMK RW 04 Cipinang Melayu, Subagio, mengatakan penyelenggaraan lomba 17 Agustus di wilayah tersebut telah menjadi agenda tahunan warga selama lebih dari empat dekade.

“Untuk 17-an tahun ini kita menyelenggarakan seperti tahun-tahun yang lalu. Penyelenggaraannya sudah dari tahun 1980,” kata Subagio, Senin (17/8/2026).

Menurut Subagio, warga menyiapkan empat sarana perlombaan.

Dua sarana digunakan untuk panjat pinang, sedangkan masing-masing satu sarana dipakai untuk perlombaan titian bambu dan gebuk bantal.

Panjat pinang menjadi salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian warga.

Tahun ini, hadiah utama yang disiapkan antara lain satu sepeda listrik dan dua sepeda gunung.

Subagio mengatakan hadiah tersebut merupakan dukungan dan sumbangan dari Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.

“Kalau tahun kemarin motor listrik, tahun ini kita dapat sepeda listrik dan dua sepeda gunung,” ujarnya.

Sepeda listrik tersebut akan diberikan kepada tim panjat pinang yang berhasil menjadi juara pertama dan mencapai puncak.

Untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, warga melakukan persiapan selama sekitar dua bulan.

“Persiapan kita selama dua bulan. Kita godok terus menjadikan perlombaan ini menjadi perlombaan yang benar-benar untuk menghibur masyarakat warga Cipinang Melayu,” kata Subagio.

Baca juga :  Dalam Bahasa Sunda : Kisah Sangkuriang Dan Dayang Sumbi Dalam Cerita Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu

Warga Bersihkan Kali Sebelum Perlombaan

Persiapan tidak hanya dilakukan dengan memasang sarana perlombaan. Warga juga bergotong royong membersihkan kali yang menjadi bagian dari lokasi kegiatan, terutama untuk mengantisipasi risiko keselamatan peserta.

Subagio mengatakan warga terlebih dahulu menyisir area kali untuk memastikan tidak terdapat benda berbahaya yang dapat melukai peserta. Benda seperti paku, pecahan kaca, hingga benda tajam lainnya menjadi perhatian karena sebagian perlombaan berlangsung di atas atau di sekitar aliran air.

“Sebelum kita mengadakan acara ini, kita sisir dulu. Yang kami khawatirkan di dalam air kan kita tidak tahu, ada paku, beling, atau alat-alat tajam yang bisa mencelakakan. Makanya kita sisir, sehingga kalau sudah merasa aman baru kita pasang tiangnya,” tuturnya.

Pemasangan sarana perlombaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Menurut Subagio, pemasangan tiang membutuhkan waktu sekitar dua hari, sedangkan keseluruhan persiapan di lokasi berlangsung selama satu hingga dua minggu.

Antusiasme warga juga terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti setiap perlombaan. Panjat pinang tercatat diikuti sekitar 90 peserta, titian bambu sekitar 60 peserta, sedangkan gebuk bantal diikuti sekitar 20 peserta.

Dengan jumlah tersebut, ratusan warga terlibat langsung dalam rangkaian perlombaan maupun menyaksikan kegiatan dari sekitar lokasi.

Hingga sekitar pukul 13.20 WIB, perlombaan panjat pinang belum dimulai. Subagio mengatakan perlombaan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut dia, panjat pinang biasanya menjadi tontonan utama masyarakat. Warga bahkan memenuhi sisi jalan di sekitar lokasi untuk menyaksikan peserta berusaha mencapai puncak dengan mengandalkan kerja sama tim.

Subagio berharap tradisi yang telah berlangsung sejak 1980 tersebut tidak berhenti pada generasi yang saat ini menjadi penyelenggara. Ia ingin kegiatan tersebut terus diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari budaya warga Cipinang Melayu.

Baca juga :  Malam Puncak HUT RI di Jatisari Jadi Panggung Seni dan Solidaritas untuk NTT

“Ini adalah sebuah tradisi di warga kami yang turun-temurun. Kami sebagai generasi penerus yang kedua, mudah-mudahan nanti generasi penerus berikutnya bisa selalu membudayakan tradisi ini,” katanya.

Ia menilai perlombaan 17 Agustus juga memiliki nilai sosial karena mendorong warga untuk bekerja sama dan menjaga kekompakan. Panjat pinang, misalnya, membutuhkan strategi, koordinasi, sportivitas, serta kerja sama seluruh anggota tim untuk mencapai tujuan bersama.

“Seperti panjat pinang, itu adalah suatu contoh untuk kekompakan dan sportivitas supaya bisa meraih ke atas, meraih juara. Dengan kekompakan, insyaallah mereka akan menjadi juara,” ujar Subagio.

Subagio menyebut tradisi perlombaan di kawasan Kalimalang tersebut telah dikenal luas dan menjadi salah satu kegiatan yang melekat dengan warga Cipinang Melayu. Meski digelar di tingkat RW, ia berharap tradisi tersebut tetap dapat dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan sosial dan budaya masyarakat Jakarta Timur.

Bagi warga setempat, perayaan kemerdekaan tidak sekadar ditandai dengan perlombaan dan pembagian hadiah. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bergotong royong, menjaga lingkungan, sekaligus meneruskan tradisi yang telah bertahan selama 46 tahun.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Mudik Tenang, Polsek Kelapa Gading Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis

    Mudik Tenang, Polsek Kelapa Gading Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara – Menyambut musim mudik Lebaran, Polsek Kelapa Gading, Polres Metro Jakarta Utara, menghadirkan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang ingin pulang kampung tanpa khawatir meninggalkan kendaraannya. Program ini resmi dimulai pada Selasa (1/4/2025) di halaman belakang Mako Polsek Kelapa Gading, Jl. Kelapa Nias Raya Blok LI 1, Jakarta Utara. Kapolsek Kelapa Gading, […]

  • Panglima TNI: Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup dalam Tugas dan Pengabdian

    Panglima TNI: Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup dalam Tugas dan Pengabdian

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sebagai prajurit dan abdi negara, kita harus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menjalankan tugas

  • Sambut HUT ke-80 TNI, Lanal Bandung Bersih-Bersih Sungai Cidurian

    Sambut HUT ke-80 TNI, Lanal Bandung Bersih-Bersih Sungai Cidurian

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung menggelar aksi peduli lingkungan dengan membersihkan aliran Sungai Cidurian di kawasan RW 07, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Rabu (24/9/2025). Dalam kegiatan bertajuk Program Kali Bersih (Prokasih) ini, puluhan prajurit TNI AL bergabung dengan warga sekitar untuk mengangkat sampah […]

  • Minyak Goreng Murah PTPN Diserbu Warga, Ludes Sejam di Kota Tua Surabaya

    Minyak Goreng Murah PTPN Diserbu Warga, Ludes Sejam di Kota Tua Surabaya

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Surabaya, 7 Juni 2026 – Warga menyerbu bazar minyak goreng murah di Kota Tua Surabaya hingga 600 kemasan ludes dalam waktu kurang dari satu jam. PT Industri Nabati Lestari menggelar bazar untuk memperluas distribusi minyak goreng. Perusahaan menargetkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok terjangkau. Perusahaan menjual minyak goreng ukuran 900 mililiter seharga Rp15.000 per kemasan. […]

  • Izin Lingkungan PT Glow Dipertanyakan, KAPOLSEK: Kita Lidik Lagi

    Izin Lingkungan PT Glow Dipertanyakan, KAPOLSEK: Kita Lidik Lagi

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Nanti saya kasih informasi ke Reskrim, kira-kira lebih dalam lagi untuk penyelidikannya, gak apa-apa nanti kita lidik lagi

  • TMMD Ke-129 Percepat Pembangunan Jalan Cor di Kampung Sesor, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

    TMMD Ke-129 Percepat Pembangunan Jalan Cor di Kampung Sesor, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sorong Selatan, 16 Juli 2026 – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan mempercepat pembangunan jalan cor di Kampung Sesor, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Kamis (16/7/2026). Pekerjaan memasuki hari kedua pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2026 dengan fokus memperkuat akses transportasi masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan. Program tersebut menjadi bagian […]

expand_less