Marfor Lampung dan Pasukan Asing Asah Taktik Darat di SGS 2026
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Lampung – Marine Force (Marfor) Lampung bersama pasukan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan mengasah taktik darat dalam Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026.
Latihan berlangsung di lingkungan Brigif 4 Mar/BS, Lampung, Senin (7/9/2026), dengan fokus pada kemampuan taktis pasukan gabungan.
Unsur United States Marine Corps (USMC), Japan Ground Self Defense Force (JGSDF), dan Republic of Korea Marine Corps (ROK MC) turut mengikuti latihan.
Materi latihan mencakup Patroli Tempur, Penghadangan atau Ambush, serta Patroli Keamanan dalam berbagai skenario operasi lapangan.
Latihan tersebut bertujuan meningkatkan interoperabilitas, kapabilitas tempur, dan penyamaan persepsi taktis antara Marinir Indonesia dan pasukan negara sahabat.
Kemampuan tersebut menjadi penting ketika pasukan gabungan menghadapi medan hutan rimba maupun wilayah yang memiliki potensi kerawanan.
Pasukan Gabungan Uji Kemampuan di Medan Hutan
Dalam skenario Patroli Tempur, pasukan gabungan bergerak melewati vegetasi lebat untuk mendeteksi posisi musuh.
Selain kemampuan deteksi, latihan tersebut menguji ketahanan fisik dan kedisiplinan lapangan atau fieldcraft setiap personel.
Pasukan harus mampu menjaga koordinasi selama bergerak di tengah kondisi medan yang menuntut ketelitian dan kesiapan.
Sementara itu, materi Penghadangan atau Ambush melatih kemampuan pasukan menghadapi situasi taktis sesuai skenario yang telah ditentukan.
Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman mengenai prosedur dan respons taktis antarnegara peserta.
Selanjutnya, Patroli Keamanan mengarahkan pasukan untuk memetakan sekaligus mengamankan area sekitar setelah operasi.
Skenario tersebut bertujuan mencegah infiltrasi elemen musuh yang berpotensi mengganggu keamanan pascaoperasi.
Perkuat Interoperabilitas Negara Sahabat
Integrasi berbagai materi latihan memberikan kesempatan kepada pasukan peserta untuk menguji kemampuan bekerja secara bersama dalam satu lingkungan operasi.
Melalui latihan tersebut, Marinir Indonesia dan pasukan negara sahabat membangun pemahaman taktis yang lebih selaras.
Interoperabilitas menjadi salah satu aspek penting karena setiap negara memiliki prosedur, pengalaman, dan karakteristik operasi yang berbeda.
Karena itu, latihan bersama membuka ruang bagi peserta untuk menguji koordinasi sekaligus menyamakan persepsi di lapangan.
Latgabma SGS 2026 juga menjadi sarana memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pasukan dalam menghadapi dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Pada akhirnya, latihan taktik darat di Lampung memperkuat kemampuan pasukan gabungan melalui latihan yang terintegrasi dan berorientasi pada kerja sama.
Semangat “Together We Train, Strength Through Partnership” menjadi bagian dari pesan kerja sama yang dibangun melalui Latgabma SGS 2026.
Penulis Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi
