Flores Belum Tenang: 731 Gempa Susulan Terjadi, BMKG Prediksi Stabilitas Butuh Tiga Pekan

KUPANG – Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berada dalam cengkeraman ketidakpastian seismik. Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 731 kali gempa...

Flores Belum Tenang: 731 Gempa Susulan Terjadi, BMKG Prediksi Stabilitas Butuh Tiga Pekan – Foto Istimewa
-AA+

KUPANG – Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berada dalam cengkeraman ketidakpastian seismik. Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 731 kali gempa susulan pasca-gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026). Tingginya frekuensi aktivitas kegempaan ini memaksa warga tetap berada dalam kewaspadaan tinggi, sementara BMKG memproyeksikan kondisi wilayah tersebut baru akan stabil dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengungkapkan bahwa hingga pukul 07.00 WIB, ratusan gempa susulan terus melanda kawasan Flores. Berdasarkan data teknis BMKG, dari akumulasi 731 kejadian tersebut, terdapat 16 gempa dengan magnitudo di atas 5,0, sementara gempa dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Meskipun mayoritas gempa susulan berada dalam skala kecil dengan magnitudo terendah 1,9, sebanyak 42 gempa di antaranya dilaporkan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Arief menegaskan bahwa hingga saat ini, grafik peluruhan aktivitas gempa masih menunjukkan tren yang fluktuatif. Belum terlihat adanya penurunan pola aktivitas yang konsisten atau signifikan yang mengindikasikan berakhirnya rangkaian gempa susulan. Kondisi inilah yang mendasari rekomendasi BMKG agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam jangka waktu dekat.

“Dari grafik peluruhan masih fluktuatif, belum terlihat jelas pola peluruhan. Kami mengestimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan baru akan stabil,” ujar Arief dalam keterangannya kepada media, Minggu (16/8/2026).

Rentetan peristiwa ini menambah beban psikologis dan logistik bagi warga di Flores yang terdampak langsung oleh gempa utama. Di tengah upaya tanggap darurat dan pencarian korban, masyarakat diimbau untuk tidak termakan oleh informasi yang tidak bersumber dari otoritas resmi. BMKG menekankan pentingnya verifikasi informasi guna mencegah kepanikan massal di wilayah yang tengah berduka tersebut.

Pilihan Editor :  Rescue Damkar Evakuasi Jasad Bayi di Kali Sunter Jaticempaka

Mitigasi Bangunan dan Kewaspadaan Warga

Selain mengingatkan tentang potensi gempa susulan, otoritas meteorologi dan geofisika memberikan instruksi tegas terkait keselamatan fisik warga di lapangan. BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan asesmen mandiri terhadap kondisi bangunan tempat tinggal mereka. Warga diminta secara ketat menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan struktural akibat guncangan gempa, baik dari gempa utama maupun gempa-gempa susulan yang terjadi bertubi-tubi.

Kerusakan struktural pada bangunan yang telah terguncang berkali-kali memiliki risiko tinggi untuk runtuh saat terjadi gempa susulan berikutnya. Oleh karena itu, perhatian terhadap integritas struktur rumah sangat krusial bagi keselamatan warga selama masa transisi menuju stabilisasi seismik ini.

Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan upaya tanggap darurat, termasuk perluasan pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Situasi lapangan di Flores menuntut koordinasi lintas sektoral yang solid agar dampak dari ketidakstabilan seismik ini tidak bertambah parah. Warga diharapkan untuk terus memantau pembaruan informasi dari BMKG dan tetap mematuhi petunjuk dari aparat berwenang setempat demi menjamin keselamatan jiwa di tengah situasi bencana yang masih berlangsung.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti