Ribuan Ular Dievakuasi, Patriot Fauna Soroti Dampak Kemarau di Bekasi

BEKASI – Musim kemarau yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara dalam beberapa pekan terakhir memicu semakin seringnya kemunculan ular di kawasan permukiman warga Kota Bekasi. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya...

Ribuan Ular Dievakuasi, Patriot Fauna Soroti Dampak Kemarau di Bekasi – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Musim kemarau yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara dalam beberapa pekan terakhir memicu semakin seringnya kemunculan ular di kawasan permukiman warga Kota Bekasi.

Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah laporan evakuasi ular yang diterima petugas penyelamatan sepanjang 2026.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan penanganan secara mandiri apabila menemukan ular, terutama yang berbisa atau berukuran besar.

Fenomena meningkatnya aktivitas ular di lingkungan permukiman disebut berkaitan dengan perubahan musim yang membuat satwa melata tersebut keluar dari habitat alaminya untuk mencari sumber air, makanan, maupun lokasi yang lebih sejuk.

Situasi ini juga diperkuat oleh data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi yang mencatat ular sebagai satwa liar yang paling banyak dievakuasi selama tahun 2026.

Humas Patriot Fauna Kota Bekasi, Firman Ugama, mengatakan cuaca panas berkepanjangan menjadi faktor utama meningkatnya pergerakan ular ke wilayah yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

Menurut Firman, berdasarkan data evakuasi Disdamkarmat Kota Bekasi, sebanyak 1.779 ekor ular telah dievakuasi sepanjang 2026.

Jumlah tersebut menjadi angka evakuasi ular tertinggi dalam dua tahun terakhir.

“Cuaca yang sangat panas membuat ular keluar dari habitat alaminya untuk mencari tempat yang lebih teduh, sumber air, dan mangsa. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat membersihkan pekarangan atau area yang jarang tersentuh,” kata Firman, Jumat (1/8/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi di lingkungan permukiman memiliki potensi tinggi menjadi tempat persembunyian ular.

Di antaranya saluran air, kebun yang ditumbuhi semak lebat, tumpukan barang bekas, gudang yang jarang dibersihkan, hingga kandang ternak.

Pilihan Editor :  BFI Finance SunCity Bekasi Diduga Arogan Saat Debitur Menanyakan Penarikan Kendaraan

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi habitat sementara yang ideal karena menyediakan tempat berlindung sekaligus sumber makanan bagi ular, terutama keberadaan tikus yang populasinya cukup tinggi di lingkungan padat penduduk.

Firman menegaskan masyarakat sebaiknya tidak mencoba menangkap, mengusir, apalagi membunuh ular secara mandiri.

Selain berisiko memicu serangan dari satwa tersebut, tindakan tanpa keahlian juga dapat membahayakan keselamatan warga.

“Apabila menemukan ular berbisa maupun berukuran besar, masyarakat diminta segera menghubungi petugas penyelamat atau komunitas penanganan satwa liar agar evakuasi dilakukan secara aman dan profesional,” ujarnya.

Selain menghubungi petugas, warga juga diminta mengamankan lokasi dengan menjaga jarak dari ular serta memastikan anak-anak maupun hewan peliharaan tidak mendekati area tersebut hingga proses evakuasi selesai dilakukan.

Upaya Pencegahan dan Pentingnya Menjaga Predator Alami

Patriot Fauna Kota Bekasi turut mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar lingkungan rumah tidak menjadi habitat yang menarik bagi ular selama musim kemarau.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain memangkas rumput dan semak yang terlalu rimbun, membersihkan tumpukan material atau barang bekas, menutup lubang yang berpotensi menjadi sarang ular, serta mengendalikan populasi tikus yang menjadi sumber makanan utama reptil tersebut.

Firman menekankan bahwa ular pada dasarnya bukan satwa yang agresif terhadap manusia.

Serangan umumnya terjadi ketika ular merasa terancam atau terpojok.

“Ular pada dasarnya tidak menyerang manusia jika tidak merasa terancam. Langkah terbaik adalah menjaga jarak, mengamankan lokasi, lalu segera melaporkan kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman,” katanya.

Lebih lanjut, Patriot Fauna Kota Bekasi berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dapat meminimalkan konflik antara manusia dan satwa liar selama musim kemarau.

Pilihan Editor :  Reses Ketua Komisi IV DPRD Bekasi Serap Aspirasi Bansos hingga Kesehatan

Di sisi lain, keselamatan masyarakat tetap harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian satwa yang memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem.

Firman juga menyoroti pentingnya menjaga keberadaan predator alami ular di alam.

Menurutnya, perburuan biawak secara masif berpotensi mengganggu keseimbangan rantai makanan sehingga populasi ular semakin sulit dikendalikan.

“Untuk menekan ular yang semakin banyak masuk ke rumah, baik ular berbisa maupun ular lilit, salah satu caranya adalah menghentikan perburuan biawak secara masif. Jika predator alaminya terus diburu, maka ke depan populasi ular akan semakin sulit dikendalikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan kasus gigitan ular berbisa masih memiliki keterbatasan.

Menurutnya, ketersediaan serum antibisa ular di Indonesia belum mencakup seluruh jenis ular berbisa dan umumnya hanya tersedia di rumah sakit rujukan berskala besar.

Karena itu, Firman menilai langkah pencegahan tetap menjadi upaya paling efektif dibandingkan penanganan setelah terjadi insiden.

Ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan ular di sekitar permukiman.

Dengan meningkatnya laporan evakuasi ular sepanjang tahun ini, kewaspadaan warga dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya korban akibat konflik antara manusia dan satwa liar, tanpa mengabaikan upaya pelestarian ekosistem yang menjadi habitat alami reptil tersebut.**/Red

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *