Denmadam Jaya Gerak Cepat Padamkan Api Saat Demo Mahasiswa di UKI
Jakarta Timur, 17 Juni 2026 – Denmadam Jaya mengerahkan mobil water tank untuk memadamkan api dari pembakaran ban saat aksi mahasiswa di depan Universitas Kristen Indonesia. Aksi berlangsung Rabu di...

Jakarta Timur, 17 Juni 2026 – Denmadam Jaya mengerahkan mobil water tank untuk memadamkan api dari pembakaran ban saat aksi mahasiswa di depan Universitas Kristen Indonesia.
Aksi berlangsung Rabu di kawasan UKI, Jakarta Timur, ketika massa membakar ban di badan jalan sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Pembakaran ban memicu asap tebal dan kobaran api yang mengganggu lalu lintas serta menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.
Aparat gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait langsung merespons situasi dengan langkah cepat dan terukur.
Denmadam Jaya mengirim kendaraan water tank untuk memadamkan api demi mencegah risiko terhadap pengguna jalan.
Petugas mengendalikan api dalam waktu singkat sehingga situasi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
Setelah pemadaman, aparat segera membersihkan sisa pembakaran untuk mempercepat pemulihan akses jalan.
Respons Cepat Redam Dampak Aksi
Langkah cepat aparat berhasil mengurai kemacetan yang sempat terjadi akibat pembakaran ban di tengah jalan.
Pengguna jalan merespons positif tindakan tersebut karena arus lalu lintas kembali berjalan setelah penanganan selesai.
Komandan Denmadam Jaya Kolonel Arm Siswo Budiarto menegaskan kesiapan satuannya dalam mendukung pengamanan aksi masyarakat.
“Kami segera mengerahkan mobil water tank untuk memadamkan api demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Ia menilai tindakan cepat di lapangan menjadi kunci dalam mengendalikan situasi tanpa menimbulkan eskalasi.
Jaga Keseimbangan Hak dan Ketertiban
Denmadam Jaya mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal aksi penyampaian pendapat di ruang publik.
Aparat tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, aparat juga memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.
Kolonel Siswo Budiarto menegaskan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas lapangan.
“Sinergi aparat memungkinkan situasi tetap terkendali serta aktivitas masyarakat kembali normal dengan cepat,” katanya.
Situasi Kembali Kondusif
Secara keseluruhan, aksi berlangsung aman dan terkendali meski sempat menimbulkan gangguan lalu lintas.
Arus kendaraan berangsur normal setelah proses pemadaman dan pembersihan jalan selesai dilakukan.
Aparat terus memantau situasi guna memastikan tidak terjadi gangguan lanjutan setelah aksi berlangsung.
Langkah cepat dan terukur menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi kepentingan publik.
Dengan pendekatan tersebut, aparat berhasil menyeimbangkan pengamanan aksi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Sinergi antarinstansi di lapangan menjadi kunci utama dalam memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.









