Kamis, 5 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Politik » Lima Aduan terkait Putusan MK Masuk DKPP, KPU RI Jadi Pihak Teradu

Lima Aduan terkait Putusan MK Masuk DKPP, KPU RI Jadi Pihak Teradu

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima lima aduan yang berkaitan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 01-PHPU.PRES-XXIV/2026 hingga Rabu, 14 Oktober 2026. Seluruh aduan tersebut mengadukan Ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, tetapi masih harus melalui tahapan verifikasi sebelum dapat diproses sebagai perkara etik.

Ketua DKPP Heddy Lugito mengatakan, tiga aduan tambahan diterima pada 13 dan 14 Oktober 2026. Sebelumnya, DKPP telah menerima dua aduan serupa pada 8 dan 9 Oktober 2026.

“Dua aduan kami terima pada 13 Oktober 2026 dan satu aduan lainnya baru kami terima hari ini,” kata Heddy dalam keterangan yang disampaikan pada Rabu (14/10/2026).

Dua aduan yang masuk pada 13 Oktober tercatat dalam tanda terima Nomor 041/02-12/SET-02/X/2026 dan 044/02-13/SET-02/X/2026.

Aduan pertama diajukan dua pengacara, Novi Manaban dan Paman Nurlette. Sementara itu, aduan kedua disampaikan oleh Ibnu Jandi.

Menurut Heddy, kedua aduan tersebut masing-masing mengadukan Ketua dan lima anggota KPU RI.

Adapun aduan yang diterima pada 14 Oktober 2026 tercatat dengan tanda terima Nomor 045/01-14/SET-02/X/2026. Pengadu terdiri atas sejumlah nama yang berasal dari berbagai organisasi dan latar belakang, di antaranya Brahma Aryana selaku Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Ansufri Sambo selaku Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Ummat, Muhammad Sadiq selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Partai Ummat, pengacara Denny Indrayana, serta Moeryono Aladin dan Soenarko dari FPP TNI.

Aduan tersebut ditujukan kepada Ketua dan seluruh anggota KPU RI.

Lima Aduan Masih Harus Melewati Verifikasi

Dua aduan sebelumnya disampaikan pada 8 dan 9 Oktober 2026. Aduan pertama diajukan Azhar Sidiq S. dan Muhamad Afghan Ababil dari Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), dengan tanda terima Nomor 038/01-08/SET-02/X/2026.

Baca juga :  Hasan Nasbi Akui Kepuasan Publik Prabowo Turun, Soroti Evaluasi MBG

Aduan kedua disampaikan Sri Afrianis dan Dudy Agung Trisna dari Yayasan Dewi Keadilan, dengan tanda terima Nomor 039/01-08/SET-02/X/2026.

DKPP menyatakan kedua aduan tersebut telah menjalani verifikasi administrasi pada 13 Oktober 2026.

Heddy menegaskan, DKPP akan mengedepankan keterbukaan dalam menangani seluruh aduan yang berkaitan dengan putusan MK tersebut. Menurut dia, keterbukaan diperlukan agar masyarakat dapat memantau perkembangan penanganan laporan.

“Saya ingin menyampaikan bahwa DKPP akan mengedepankan prinsip keterbukaan dalam penanganan aduan ini. Prinsip keterbukaan ini kami lakukan secara sadar agar publik bisa mengetahui perkembangan dari aduan-aduan tersebut,” ujar Heddy.

Meski demikian, penerimaan aduan belum berarti pihak yang diadukan terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Setiap aduan harus melewati mekanisme pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pedoman beracara DKPP, terdapat dua tahapan pemeriksaan awal, yakni verifikasi administrasi dan verifikasi materiel.

Verifikasi administrasi merupakan pemeriksaan kelengkapan persyaratan formil atas pengaduan atau laporan yang diterima. Sementara itu, verifikasi materiel menilai alat bukti dan relevansinya dengan pokok pengaduan untuk menentukan apakah dugaan pelanggaran kode etik layak dibawa ke persidangan.

Jika dinyatakan memenuhi syarat dalam verifikasi administrasi, aduan akan memperoleh nomor pengaduan dan dilanjutkan ke tahap verifikasi materiel.

Sebaliknya, apabila berstatus belum memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat, DKPP akan menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada pengadu paling lambat lima hari kerja setelah proses verifikasi.

Khusus aduan berstatus belum memenuhi syarat, pengadu diberi kesempatan memperbaiki atau melengkapi dokumen paling lama tujuh hari kerja sejak pemberitahuan diterima. Apabila persyaratan tidak dilengkapi dalam batas waktu tersebut, aduan dinyatakan gugur.

Berita lainnya: Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel Siapkan Pipanisasi Air Bersih di Yamboi

Baca juga :  Ribuan Sahabat Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe Gelar Deklarasi

Ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu, sebagaimana telah diubah terakhir melalui Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022.

Tahapan serupa berlaku dalam verifikasi materiel. Aduan yang memenuhi persyaratan pada tahap ini akan dilimpahkan sebagai perkara, memperoleh nomor registrasi perkara, dan selanjutnya dijadwalkan untuk menjalani sidang pemeriksaan.

Dengan demikian, perkembangan penanganan lima aduan tersebut masih bergantung pada hasil verifikasi DKPP. Status masing-masing aduan menjadi penentu apakah laporan akan berlanjut ke pemeriksaan berikutnya atau tidak.

FAQ: Aduan ke DKPP terkait Putusan MK

Berapa jumlah aduan terkait Putusan MK yang diterima DKPP?

DKPP menerima lima aduan terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 01-PHPU.PRES-XXIV/2026 hingga 14 Oktober 2026.

Siapa pihak yang diadukan dalam laporan tersebut?

Kelima aduan tersebut berkaitan dengan Ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI). Cakupan pihak yang diadukan dalam setiap laporan mengikuti keterangan DKPP.

Siapa saja pengadu dalam tiga aduan terbaru?

Aduan yang diterima pada 13 Oktober 2026 diajukan oleh Novi Manaban bersama Paman Nurlette serta Ibnu Jandi. Aduan pada 14 Oktober 2026 melibatkan sejumlah nama, di antaranya Brahma Aryana, Ansufri Sambo, Muhammad Sadiq, Denny Indrayana, Moeryono Aladin, dan Soenarko.

Apakah penerimaan aduan berarti KPU RI terbukti melanggar kode etik?

Tidak. Penerimaan aduan tidak berarti pihak yang diadukan terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Aduan harus melalui tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan DKPP.

Apa perbedaan verifikasi administrasi dan verifikasi materiel di DKPP?

Verifikasi administrasi memeriksa kelengkapan persyaratan formil pengaduan. Verifikasi materiel menilai alat bukti dan relevansinya dengan pokok pengaduan untuk menentukan kelayakan perkara disidangkan.

Baca juga :  Hj Evi Mafiningsianti Ingatkan Biaya Program Wali Kota Bekasi Turun ke RW
Apa tahap berikutnya jika aduan memenuhi syarat?

Aduan yang memenuhi syarat dalam verifikasi administrasi dilanjutkan ke verifikasi materiel. Jika memenuhi syarat pada tahap materiel, aduan dilimpahkan sebagai perkara, diberi nomor registrasi perkara, dan dijadwalkan untuk sidang pemeriksaan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Semarak HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Danlanal Bintan Ikuti Olahraga Bersama di Kodaeral IV Batam

    Semarak HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Danlanal Bintan Ikuti Olahraga Bersama di Kodaeral IV Batam

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Batam – Dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komandan Lanal Bintan Kolonel (P) Dr. Eko Agus Susanto, S.E., M.M., mengikuti olahraga bersama yang diikuti oleh Prajurit dan PNS Kodaeral IV yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mako Kodaeral IV Batam, Selasa (19/8/2025). Dankodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa kegiatan […]

  • Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

    Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Nabire – TNI Angkatan Darat memperkuat organisasi pertahanan dan pembinaan teritorial di Papua Tengah melalui pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) XXIX/Mambruk yang bermarkas di Kimi, Kabupaten Nabire. Kodam XXIX/Mambruk resmi berdiri setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan enam Kodam baru pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. Pembentukan satuan […]

  • Indonesian Spices: Discovering the Magic of Flavor and Health

    Indonesian Spices: Discovering the Magic of Flavor and Health

    • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Foto oleh Andy Kuzma Indonesia, with its abundant natural resources and diverse cultural heritage, is a treasure trove of spices that have captivated food lovers and health enthusiasts around the world. From the fiery chili to the sweet cinnamon, Indonesian spices offer a unique blend of aromas, flavors, and healing properties that have been celebrated […]

  • Polda Jabar Masuk 5 Besar Nasional Dapat Kunjungan Tim Kompolnas Award 2025

    Polda Jabar Masuk 5 Besar Nasional Dapat Kunjungan Tim Kompolnas Award 2025

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bandung – Kabar membanggakan datang dari Polda Jawa Barat, Dalam rangkaian penilaian Kompolnas Award 2025, tim dewan juri melakukan kunjungan langsung ke Mapolda Jabar, Senin (23/06/2025) Tak hanya disambut hangat oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan dan jajaran, tim juri juga menyaksikan langsung berbagai inovasi dan pelayanan prima yang diberikan kepada masyarakat. membanggakan lagi, […]

  • Peduli Petani, Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Cek Langsung Kondisi Lahan di Kp. Limau Asri

    Peduli Petani, Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Cek Langsung Kondisi Lahan di Kp. Limau Asri

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — 15 Juni 2025, Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana, Koptu Frengki, turun langsung ke lapangan dan menyambangi para petani di Kampung Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, pada Minggu (15/6). Kegiatan komunikasi sosial (komsos) ini merupakan langkah penting TNI AD demi memahami kondisi pertanian di […]

  • Kelapa Hijau Laris Diburu Masyarakat Saat Bulan Ramadan

    Kelapa Hijau Laris Diburu Masyarakat Saat Bulan Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Gensa – Taukah kamu bahwa kelapa hijau paling laris diburu masyarakat saat bulan ramadan, kenapa demikian? Karena buah kelapa adalah buah yang sangat berguna untuk masyarakat mulai dari batang, daun, pucuk, buah, kulit, air nya, hingga batok nya, tidak ada yang terbuang dari buah kelapa ini. Tidak hanya itu, buah kelapa terlebih jenis kelapa muda […]

expand_less