Miskin Bukan Sekadar Isi Dompet, Cek Desil Keluarga Pakai NIK
- account_circle Tama
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- print Cetak

JAKARTA – Mau tahu keluarga masuk kelompok paling bawah atau justru sudah naik kelas secara sosial ekonomi? Jangan menebak-nebak dari isi dompet.
Kementerian Sosial (Kemensos) menggunakan desil keluarga sebagai salah satu dasar penentuan sasaran sejumlah program bantuan sosial dan program prioritas pemerintah.
Pada Jumat (11/9/2026), masyarakat dapat mengecek desil keluarga secara daring menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi ke dalam 10 kelompok. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan kondisi ekonomi paling tinggi.
Jadi, kalau selama ini ada yang merasa, “Saya kok kayaknya miskin, tapi kok tidak dapat bantuan?” atau sebaliknya, jangan buru-buru menyalahkan tetangga.
Data sosial ekonomi punya cara hitung sendiri.
Pengelompokan desil tidak semata-mata berdasarkan penghasilan bulanan.
Data tersebut menggunakan indikator sosial ekonomi yang lebih luas, termasuk pekerjaan, kepemilikan aset, dan kondisi keluarga.
Data desil diperbarui melalui proses verifikasi dan pemutakhiran yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemensos berdasarkan variabel sosial ekonomi yang digunakan dalam pemutakhiran DTSEN.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan secara daring melalui layanan resmi yang disediakan pemerintah dengan memasukkan NIK sesuai KTP.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, pengecekan dapat dilakukan tanpa perlu mendaftar atau login.
Desil 1-4 Jadi Kelompok Prioritas
Kemensos memberikan prioritas sasaran bantuan sosial kepada keluarga yang berada dalam desil 1 hingga desil 4.
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi paling rendah atau miskin ekstrem.
Desil 2 mencakup keluarga sangat tidak mampu atau miskin.
Kemudian, desil 3 mencakup keluarga tidak mampu atau hampir miskin.
Sementara desil 4 merupakan kelompok keluarga yang dinilai rentan jatuh ke dalam kemiskinan.
Adapun desil 5 sampai 10 menggambarkan kelompok keluarga dengan kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih stabil dan bukan menjadi prioritas utama penerima bansos berdasarkan mekanisme tersebut.
Namun, masuk desil 1-4 bukan berarti otomatis mendapat semua jenis bantuan.
Penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan dan kriteria masing-masing program.
Data desil digunakan pemerintah sebagai salah satu instrumen untuk menentukan sasaran program perlindungan sosial, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Data tersebut juga disebut menjadi salah satu dasar dalam pemfokusan calon penerima KIP Kuliah 2026 dari keluarga desil 1 sampai 4.
Pemutakhiran data menjadi bagian penting karena kondisi keluarga tidak selalu berjalan lurus seperti jalan tol.
Hari ini punya pekerjaan, besok bisa kehilangan pekerjaan.
Jumlah anggota keluarga juga dapat berubah, begitu pula kepemilikan aset dan kondisi ekonomi.
Karena itu, Kemensos bersama BPS melakukan proses pembaruan dan validasi data secara berkala melalui mekanisme verifikasi dan pelaporan lapangan.
Masyarakat pun dianjurkan rutin mengecek data desil keluarganya.
Jika kondisi sosial ekonomi berubah, data dapat mengalami perubahan setelah melalui proses verifikasi dan pemutakhiran.
Layanan pengecekan dapat diakses menggunakan ponsel maupun komputer tanpa harus memasang aplikasi tambahan.
Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak perlu menerka-nerka status sosial ekonominya hanya berdasarkan perasaan atau perbandingan dengan tetangga.
Cukup cek data resmi menggunakan NIK.
Satu hal yang perlu diingat: desil adalah bagian dari mekanisme penargetan program sosial, bukan tiket otomatis menerima seluruh bantuan pemerintah.
Penetapan penerima tetap bergantung pada ketentuan masing-masing program dan hasil pemutakhiran data.
Jadi, sebelum bertanya, “Bansos saya mana?”, ada baiknya bertanya dulu, “Desil keluarga saya berapa?” Data dulu, drama kemudian.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Tama
Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

