Senin, 12 Okt 2026
Beranda » EKONOMI » Miskin Bukan Sekadar Isi Dompet, Cek Desil Keluarga Pakai NIK

Miskin Bukan Sekadar Isi Dompet, Cek Desil Keluarga Pakai NIK

  • account_circle Tama
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Mau tahu keluarga masuk kelompok paling bawah atau justru sudah naik kelas secara sosial ekonomi? Jangan menebak-nebak dari isi dompet.

Kementerian Sosial (Kemensos) menggunakan desil keluarga sebagai salah satu dasar penentuan sasaran sejumlah program bantuan sosial dan program prioritas pemerintah.

Pada Jumat (11/9/2026), masyarakat dapat mengecek desil keluarga secara daring menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi ke dalam 10 kelompok. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan kondisi ekonomi paling tinggi.

Jadi, kalau selama ini ada yang merasa, “Saya kok kayaknya miskin, tapi kok tidak dapat bantuan?” atau sebaliknya, jangan buru-buru menyalahkan tetangga.

Data sosial ekonomi punya cara hitung sendiri.

Pengelompokan desil tidak semata-mata berdasarkan penghasilan bulanan.

Data tersebut menggunakan indikator sosial ekonomi yang lebih luas, termasuk pekerjaan, kepemilikan aset, dan kondisi keluarga.

Data desil diperbarui melalui proses verifikasi dan pemutakhiran yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemensos berdasarkan variabel sosial ekonomi yang digunakan dalam pemutakhiran DTSEN.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan secara daring melalui layanan resmi yang disediakan pemerintah dengan memasukkan NIK sesuai KTP.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, pengecekan dapat dilakukan tanpa perlu mendaftar atau login.

Desil 1-4 Jadi Kelompok Prioritas

Kemensos memberikan prioritas sasaran bantuan sosial kepada keluarga yang berada dalam desil 1 hingga desil 4.

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi paling rendah atau miskin ekstrem.

Desil 2 mencakup keluarga sangat tidak mampu atau miskin.

Kemudian, desil 3 mencakup keluarga tidak mampu atau hampir miskin.

Pilihan Editor :  Penyaluran Bantuan Beras Bulog untuk 2.105 KPM di Jatirasa Masih Berlangsung

Sementara desil 4 merupakan kelompok keluarga yang dinilai rentan jatuh ke dalam kemiskinan.

Adapun desil 5 sampai 10 menggambarkan kelompok keluarga dengan kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih stabil dan bukan menjadi prioritas utama penerima bansos berdasarkan mekanisme tersebut.

Namun, masuk desil 1-4 bukan berarti otomatis mendapat semua jenis bantuan.

Penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan dan kriteria masing-masing program.

Data desil digunakan pemerintah sebagai salah satu instrumen untuk menentukan sasaran program perlindungan sosial, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Data tersebut juga disebut menjadi salah satu dasar dalam pemfokusan calon penerima KIP Kuliah 2026 dari keluarga desil 1 sampai 4.

Pemutakhiran data menjadi bagian penting karena kondisi keluarga tidak selalu berjalan lurus seperti jalan tol.

Hari ini punya pekerjaan, besok bisa kehilangan pekerjaan.

Jumlah anggota keluarga juga dapat berubah, begitu pula kepemilikan aset dan kondisi ekonomi.

Karena itu, Kemensos bersama BPS melakukan proses pembaruan dan validasi data secara berkala melalui mekanisme verifikasi dan pelaporan lapangan.

Masyarakat pun dianjurkan rutin mengecek data desil keluarganya.

Jika kondisi sosial ekonomi berubah, data dapat mengalami perubahan setelah melalui proses verifikasi dan pemutakhiran.

Layanan pengecekan dapat diakses menggunakan ponsel maupun komputer tanpa harus memasang aplikasi tambahan.

Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak perlu menerka-nerka status sosial ekonominya hanya berdasarkan perasaan atau perbandingan dengan tetangga.

Cukup cek data resmi menggunakan NIK.

Satu hal yang perlu diingat: desil adalah bagian dari mekanisme penargetan program sosial, bukan tiket otomatis menerima seluruh bantuan pemerintah.

Penetapan penerima tetap bergantung pada ketentuan masing-masing program dan hasil pemutakhiran data.

Pilihan Editor :  Google Mau Bunuh Universitas ?

Jadi, sebelum bertanya, “Bansos saya mana?”, ada baiknya bertanya dulu, “Desil keluarga saya berapa?” Data dulu, drama kemudian.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Rekonstruksi Kasus Polisi Tembak Warga Digelar 6 Januari 2025

    Rekonstruksi Kasus Polisi Tembak Warga Digelar 6 Januari 2025

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Harapan kami, rekan-rekan media yang sejak awal mengikuti kasus ini tetap memantau perkembangan, termasuk proses rekonstruksi

  • Dari Subuh Hingga Siaga, Tim SAR Batalyon B Pelopor Bergerak

    Dari Subuh Hingga Siaga, Tim SAR Batalyon B Pelopor Bergerak

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur – Hujan deras sejak Sabtu malam, 17 Januari 2026, memicu banjir di Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.Air mulai menggenangi permukiman warga sejak dini hari, lalu perlahan meningkat dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Salah seorang warga, Hendra, mengungkapkan genangan mulai muncul sekitar pukul 04.00 WIB selepas salat Subuh. “Kisaran jam 04.00 atau 04.10 WIB, […]

  • Pangkoarmada I Letakkan Batu Pertama, Harapan Besar untuk Keamanan Maritim Kalimantan Tengah

    Pangkoarmada I Letakkan Batu Pertama, Harapan Besar untuk Keamanan Maritim Kalimantan Tengah

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pembangunan Markas Komando Lanal Kumai di Kalimantan Tengah bertujuan memperkuat pertahanan maritim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

  • Warga Bilogai Semangat Latihan Musik Bersama Satgas Habema

    Warga Bilogai Semangat Latihan Musik Bersama Satgas Habema

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Intan Jaya, Papua — Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Raider 509/Balawara Yudha Kostrad, bagian dari Komando Operasi HABEMA di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Mobil RI-PNG, khususnya di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Pada hari Rabu (16/10/2024). Satgas Yonif 509 Kostrad melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan para warga Kampung Bilogai, […]

  • Rehab Rumah Herman Tembus 80 Persen, TMMD Hadirkan Harapan Baru

    Rehab Rumah Herman Tembus 80 Persen, TMMD Hadirkan Harapan Baru

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sorong Selatan – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 mempercepat rehabilitasi rumah milik Herman di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan. Memasuki hari ke-13 pelaksanaan TMMD, Selasa (28/7/2026), progres rehabilitasi mencapai 80 persen. Capaian tersebut memperlihatkan komitmen Satgas mempercepat pembangunan bagi masyarakat pedalaman. Personel Kodim 1807/Sorong Selatan memimpin pekerjaan bersama […]

  • Ledakan di Bekas Markas TPNPB-OPM Lanny Jaya Tewaskan Remaja, Dugaan Sisa Munisi Mencuat

    Ledakan di Bekas Markas TPNPB-OPM Lanny Jaya Tewaskan Remaja, Dugaan Sisa Munisi Mencuat

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Lanny Jaya, Minggu, 7 Juni 2026 – Ledakan hebat terjadi di Kampung Toemalo, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, dan menewaskan seorang warga, memicu duka serta kekhawatiran masyarakat. Peristiwa itu merenggut nyawa Endite Wea (18), warga Kampung Mbu, saat ia bersama warga lain beraktivitas mencari dan membakar kelapa hutan. Insiden terjadi di kawasan bekas markas TPNPB-OPM […]

expand_less