Jumat, 6 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Narkoba Picu Pencurian Sawit Terorganisir di Sumut, Petani dan Perusahaan Terdampak

Narkoba Picu Pencurian Sawit Terorganisir di Sumut, Petani dan Perusahaan Terdampak

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan, 19 Juni 2026 – Lonjakan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara memicu kekhawatiran serius. Peredaran narkoba diduga kuat menjadi pemicu utama kejahatan terorganisir tersebut.

Aksi pencurian tidak hanya menyasar perkebunan besar, tetapi juga menghantam petani kecil. Dampaknya langsung terasa pada ekonomi keluarga yang bergantung pada hasil panen.

Selain itu, pelaku menjalankan aksi secara sistematis. Mereka memanfaatkan celah pengawasan, bahkan kerap membawa senjata untuk melindungi aktivitas ilegalnya.

Di Kabupaten Langkat, kasus pencurian meningkat menjelang masa panen. Situasi ini memperlihatkan pola kejahatan yang terencana dan berulang.

Petani sawit rakyat menjadi kelompok paling rentan. Mereka kehilangan sumber penghasilan utama tanpa perlindungan keamanan memadai.

Arman (54), petani setempat, mengaku rutin kehilangan hasil panen. Ia menilai kerugian tersebut langsung memukul kebutuhan keluarga.

“Setiap tandan sangat berarti bagi kami. Ketika dicuri, kami langsung kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Arman.

Ia menambahkan, pelaku semakin berani dan terorganisir. Ancaman kekerasan muncul ketika aksi mereka diketahui warga.

“Kalau kepergok, mereka berani mengancam pakai senjata. Situasi ini sangat menakutkan,” katanya.

Korelasi Narkoba dan Kejahatan Sawit

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada kebun rakyat. Perusahaan perkebunan negara juga menghadapi tekanan serupa dengan skala kerugian lebih besar.

Data menunjukkan peningkatan signifikan kehilangan TBS dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan tersebut mengindikasikan eskalasi kejahatan yang semakin sistematis.

Pada 2024, kehilangan tercatat 27.405 kilogram. Angka itu melonjak menjadi 215.509 kilogram pada 2025.

Selanjutnya, periode Januari hingga Mei 2026 mencatat kehilangan 219.700 kilogram. Nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, menilai pencurian sawit mengancam stabilitas operasional perusahaan.

Baca juga :  Tak Sekadar Seremonial, Bekasi Selatan Libatkan 40 UMKM dan Warga

“Setiap tandan yang hilang mengganggu produktivitas dan menekan efisiensi kerja di lapangan,” ujar Budi.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, mengungkap keterkaitan kuat antara narkoba dan kejahatan tersebut.

“Kami melihat pola berulang. Saat peredaran narkoba meningkat, pencurian sawit ikut meningkat,” tegas Arya.

Ia menjelaskan, ketergantungan narkoba mendorong kebutuhan ekonomi instan. Kondisi itu memicu pelaku mencari uang melalui tindakan kriminal.

Dampak Sosial dan Ekonomi Meluas

Masalah ini tidak hanya merugikan secara finansial. Pencurian juga merusak tanaman karena panen dilakukan tanpa standar.

Akibatnya, produktivitas kebun menurun dalam jangka panjang. Kerugian terus berlanjut bahkan setelah pencurian berhenti.

Pekerja kebun turut menghadapi tekanan. Mereka kesulitan mencapai target karena buah matang sudah hilang sebelum dipanen.

“Sering kami temukan buah sudah tidak ada. Target panen akhirnya tidak tercapai,” ujar Zulfikar (38), pekerja kebun.

Data menunjukkan Sumatera Utara memiliki tingkat penyalahgunaan narkoba tinggi. Sekitar 1,5 juta orang terindikasi menggunakan narkoba pada 2026.

Mayoritas pengguna berasal dari usia produktif. Kondisi ini memperparah dampak terhadap sektor ekonomi, termasuk perkebunan sawit.

Upaya Pengamanan dan Harapan

Perusahaan kini memperkuat sistem keamanan melalui patroli intensif dan pemetaan wilayah rawan. Selain itu, teknologi pengawasan mulai dimanfaatkan.

Koordinasi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat juga ditingkatkan. Langkah ini bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku.

“Ada jaringan penadah yang harus ditindak. Kami berharap aparat segera merespons,” kata Arya.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba harus berjalan seiring dengan penanganan pencurian sawit. Kedua masalah ini saling berkaitan.

Tanpa langkah terpadu, ancaman terhadap ekonomi masyarakat dan industri perkebunan akan terus meningkat di Sumatera Utara.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Erick Thohir Memanggil 6 BUMN Terkait Keterbukaan Informasi

    Erick Thohir Memanggil 6 BUMN Terkait Keterbukaan Informasi

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Saat ini, kita harus bertanya, apakah memang mereka ingin tetap tertutup? Tidak bisa. Kita telah menyampaikan bahwa check and balances

  • Jasaraharja Putera Gaungkan Komitmen ESG dan Pariwisata Hijau di Belitung

    Jasaraharja Putera Gaungkan Komitmen ESG dan Pariwisata Hijau di Belitung

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belitung — PT Asuransi Jasaraharja Putera kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pariwisata hijau. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Jasaraharja Putera melakukan penanaman 100 bibit pohon pelepak (Hopea bilitonensis) — flora endemik khas Belitung — di kawasan Whistle Trail, Tanjung Kelayang, Senin (6/10/2025). Sebanyak 16 bibit pohon ditanam secara simbolis di area Sheraton […]

  • Babinsa dan Komduk Patroli Siskamling, Jaga Keamanan Wilayah Tangerang

    Babinsa dan Komduk Patroli Siskamling, Jaga Keamanan Wilayah Tangerang

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Babinsa Koramil 06/Cibodas dan Koramil 07/Pondok Aren bersama Komponen Pendukung (Komduk) menggelar patroli siskamling, Jumat malam (21/8/2026). Patroli berlangsung di sejumlah wilayah teritorial Kodim 0506/Tangerang untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah potensi gangguan kamtibmas. Dalam kegiatan tersebut, personel menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan dan memantau kondisi lingkungan secara langsung. Selain […]

  • Patroli Tengah Malam Polsek Koja Sasar Titik Rawan

    Patroli Tengah Malam Polsek Koja Sasar Titik Rawan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 4 April 2026 – Polsek Koja menggelar patroli skala besar tengah malam untuk menekan potensi tawuran dan kejahatan jalanan di wilayah rawan. Kegiatan diawali dengan Apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan di Mapolsek Koja, Jalan Bhayangkara No. 1, Tugu Utara, Sabtu malam. Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto memimpin langsung apel sekaligus memberikan arahan kepada […]

  • Komplotan KKB Bakar Fasilitas Umum di Puncak Akibat Konflik Internal

    Komplotan KKB Bakar Fasilitas Umum di Puncak Akibat Konflik Internal

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Kami meminta agar masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan ke aparat jika ada aktivitas mencurigakan di sekitar mereka

  • Halal Bihalal Polres Jakut dan Serikat Buruh, Perkuat Komunikasi Jelang May Day

    Halal Bihalal Polres Jakut dan Serikat Buruh, Perkuat Komunikasi Jelang May Day

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara – Polres Metro Jakarta Utara menggelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H bersama serikat buruh, Rabu (8/4/2026), untuk memperkuat sinergi dan menjaga kondusivitas jelang May Day. Kegiatan berlangsung pukul 14.00 WIB di Aula Lantai II Polsek Koja, Jalan Bhayangkara Tugu No. 9, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja. Kapolres Metro Jakarta Utara, Erick Frendriz, […]

expand_less