TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice untuk OMC di Banjarmasin dan Palembang
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – TNI bersama tim gabungan mengirimkan 4,6 ton dry ice ke Banjarmasin dan Palembang untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pengiriman tersebut memasuki hari kesepuluh pelaksanaan OMC yang berpusat di Posko Operasi Modifikasi Cuaca Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Tim gabungan mengerahkan pesawat Hercules untuk mengangkut bahan pendukung operasi melalui empat sortie penerbangan menuju dua wilayah sasaran.
Langkah ini bertujuan mendukung proses pembentukan awan hujan dan membantu mengurangi kabut asap di wilayah terdampak karhutla.
Pusat Penerangan TNI menyampaikan bahwa dukungan logistik udara tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI bersama instansi terkait dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Empat Sortie Angkut Dry Ice ke Dua Wilayah
Dalam operasi pada Minggu tersebut, pesawat Hercules A-1339 mengangkut 2.338 kilogram dry ice ke Banjarmasin melalui dua sortie penerbangan.
Sementara itu, pesawat Hercules A-1344 membawa dua muatan menuju wilayah sasaran berbeda.
Pesawat tersebut mengangkut 1.123 kilogram dry ice ke Banjarmasin dan 1.162 kilogram ke Palembang.
Dengan demikian, total muatan dari kedua pesawat mencapai 4.623 kilogram atau sekitar 4,6 ton.
Distribusi itu menunjukkan bahwa Banjarmasin menerima muatan dari kedua pesawat, sedangkan Palembang memperoleh dukungan melalui penerbangan Hercules A-1344.
Pengiriman menggunakan pesawat angkut militer memungkinkan tim mendistribusikan bahan pendukung operasi ke wilayah sasaran sesuai kebutuhan misi.
Namun, keterangan yang tersedia belum menjelaskan rincian waktu keberangkatan setiap sortie, kondisi cuaca selama penerbangan, maupun hasil penyemaian awan setelah pengiriman bahan.
OMC Dukung Penanganan Karhutla dan Kabut Asap
Operasi Modifikasi Cuaca merupakan salah satu upaya yang melibatkan koordinasi lintas instansi untuk mendukung pembentukan awan hujan melalui intervensi terhadap proses atmosfer dalam kondisi yang sesuai.
Dalam pelaksanaannya, tim perlu mempertimbangkan kondisi atmosfer, ketersediaan awan potensial, serta parameter meteorologi yang mendukung kegiatan penyemaian.
Karena itu, pengiriman bahan pendukung menjadi salah satu bagian dari rangkaian operasi, bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan modifikasi cuaca.
TNI melalui dukungan alutsista udara membantu kelancaran distribusi logistik untuk menunjang kegiatan tersebut.
Di sisi lain, penanganan karhutla juga membutuhkan langkah lain, termasuk pemadaman di darat, pemantauan titik panas, pencegahan kebakaran baru, serta koordinasi dengan instansi terkait.
Upaya terpadu itu penting karena kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, dan kualitas udara di wilayah terdampak.
Meski demikian, informasi yang disampaikan Puspen TNI belum menyertakan data penurunan titik panas, luas kebakaran, perubahan kualitas udara, atau curah hujan setelah pelaksanaan OMC.
Oleh sebab itu, pengiriman 4,6 ton dry ice dapat dicatat sebagai dukungan operasional, sedangkan tingkat efektivitasnya dalam mengendalikan karhutla memerlukan data hasil lapangan dan evaluasi meteorologis.
TNI bersama instansi terkait melanjutkan dukungan terhadap OMC sebagai bagian dari upaya membantu penanganan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap di wilayah sasaran.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

