Satgas Udara OMC Tabur 10 Ton Bahan Semai di Palembang, Karhutla Jadi Sasaran
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palembang – Satuan Tugas Udara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menyalurkan sekitar 10 ton bahan semai ke langit Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/10/2026), untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Operasi tersebut melibatkan TNI, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta tim gabungan yang mengerahkan pesawat militer dan sipil.
Dalam pelaksanaannya, Satgas Udara yang beroperasi dari Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) menyalurkan dua jenis bahan semai, yakni dry ice dan natrium klorida (NaCl) atau garam semai.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, total bahan semai yang disalurkan mencapai sekitar 10 ton melalui tujuh sortie penerbangan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 kilogram dry ice diterbangkan menggunakan satu sortie pesawat Cassa N-212.
Sementara itu, petugas menyebarkan 9,2 ton garam semai melalui enam sortie penerbangan dengan pesawat Hercules C-130, Cassa N-212, dan pesawat sipil Caravan.
Pengerahan armada gabungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung penanggulangan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap di wilayah Sumatera Selatan.
Tujuh Sortie Kerahkan Pesawat Militer dan Sipil
Penggunaan sejumlah jenis pesawat memungkinkan Satgas Udara menjalankan misi penyemaian awan melalui beberapa penerbangan.
Pesawat Hercules C-130 dan Cassa N-212 dari TNI Angkatan Udara mendukung operasi bersama pesawat sipil Caravan.
Dalam kegiatan itu, personel menyalurkan bahan semai sesuai pembagian misi penerbangan yang telah ditetapkan.
Sebanyak 800 kilogram dry ice menjadi bagian dari muatan yang disebarkan melalui pesawat Cassa N-212.
Adapun 9,2 ton garam semai disalurkan melalui enam sortie menggunakan kombinasi armada militer dan sipil.
Dengan demikian, total tujuh sortie digunakan untuk membawa kedua jenis bahan semai tersebut ke wilayah operasi Palembang.
Puspen TNI menyebut pengerahan alutsista udara dan pesawat sipil merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan dalam pelaksanaan OMC.
Namun, keterangan yang disampaikan belum merinci lokasi penyemaian secara spesifik, pembagian muatan garam pada setiap penerbangan, maupun hasil pengamatan cuaca setelah penyebaran bahan semai.
Informasi tersebut penting untuk menilai perkembangan operasi, terutama dalam kaitannya dengan potensi pembentukan awan hujan dan penanganan karhutla.
Penyemaian Awan Dukung Penanganan Kabut Asap
Operasi Modifikasi Cuaca bertujuan memengaruhi proses pembentukan hujan melalui penyemaian bahan tertentu pada kondisi atmosfer yang mendukung.
Dalam operasi di Palembang, Satgas Udara menggunakan dry ice dan garam semai untuk merangsang pembentukan awan hujan.
Meski demikian, efektivitas penyemaian bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan awan yang sesuai, serta perkembangan cuaca di wilayah sasaran.
Karena itu, penyebaran bahan semai tidak serta-merta memastikan hujan turun atau seluruh titik api berhasil dipadamkan.
Pelaksanaan OMC perlu disertai pemantauan kondisi cuaca dan perkembangan karhutla untuk mengetahui dampak operasionalnya secara terukur.
TNI bersama BMKG dan unsur terkait terus mengerahkan dukungan udara sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman kebakaran lahan dan kabut asap.
Dalam keterangannya, Puspen TNI menyebut dukungan tersebut diarahkan untuk mempercepat pembentukan awan hujan, mengurai kabut asap, serta membantu pemadaman titik api di kawasan rawan karhutla.
Akan tetapi, keterangan resmi itu belum menyertakan data perubahan luas kebakaran, jumlah titik api sebelum dan sesudah operasi, ataupun hasil pengukuran kualitas udara.
Dengan demikian, jumlah bahan semai yang disalurkan menggambarkan skala dukungan operasi, tetapi belum dapat menjadi ukuran tunggal keberhasilan penanganan karhutla.
TNI dan BMKG Lanjutkan Dukungan Operasi
Keterlibatan TNI, BMKG, dan tim gabungan menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas instansi.
Dalam operasi ini, unsur udara menjalankan misi penyemaian, sedangkan pemantauan cuaca menjadi faktor penting untuk menentukan peluang keberhasilan pembentukan hujan.
Selain pengerahan pesawat, evaluasi hasil operasi diperlukan agar perkembangan kondisi atmosfer dan dampaknya terhadap wilayah terdampak dapat diketahui secara lebih jelas.
Publik juga membutuhkan informasi lanjutan mengenai curah hujan, kondisi kabut asap, dan perkembangan titik api setelah pelaksanaan OMC.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, Puspen TNI belum memaparkan hasil akhir penyemaian awan di Palembang pada Minggu tersebut.
Keterangan resmi mengenai operasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi.
Operasi penyemaian awan itu menjadi salah satu langkah dukungan udara dalam penanganan karhutla, sementara dampak akhirnya tetap perlu dinilai berdasarkan data cuaca dan perkembangan kebakaran di lapangan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

