BANN Kota Bekasi Serukan Persatuan di Tengah Gejolak Demonstrasi

oleh : Supriyatno
Ketua Badan Anti Narkoba Nusantara (BANN) DPC Kota Bekasi
Bekasi – Gelombang aksi unjuk rasa yang menuntut pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) belakangan ini menyisakan duka dan kegelisahan.
Tragedi yang menewaskan seorang warga bernama Affan Kurniawan menjadi sorotan publik sekaligus memunculkan keresahan atas potensi konflik horizontal.
Ketua Badan Anti Narkoba Nusantara (BANN) DPC Kota Bekasi, Supriyatno, menegaskan bahwa pihaknya menyerukan seluruh jajaran organisasi untuk tidak mudah terprovokasi.
Menurutnya, momentum duka tidak boleh ditunggangi pihak-pihak tertentu yang bisa memperkeruh keadaan.
“Kami sangat berduka atas wafatnya saudara kita, Affan Kurniawan. Saya merasakan kesedihan yang dialami keluarga almarhum. Namun, jangan sampai tragedi ini dijadikan alat provokasi yang memecah belah bangsa,” ujar Supriyatno dalam pernyataan resminya, Jumat (30/8).
Supriyatno menekankan, tragedi kehilangan nyawa harus menjadi pelajaran bersama untuk menahan emosi.
Ia mengingatkan bahwa kepentingan politik dan isu yang dimanfaatkan kelompok tertentu bisa memicu gesekan sosial yang lebih besar jika tidak dihadapi dengan bijak.
“Duka ini seharusnya menyatukan, bukan memecah belah. Kita berharap tidak ada lagi korban berjatuhan hanya karena masyarakat terprovokasi isu yang belum jelas,” katanya.
BANN Kota Bekasi menilai, menjaga persatuan dan kesatuan merupakan prioritas utama agar bangsa tidak terjerumus ke dalam konflik.
Supriyatno menyerukan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama di era digital di mana kabar hoaks kerap menyulut emosi massa.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga persaudaraan. Jangan terpengaruh narasi yang mengajak pada perpecahan. Mari kita fokus pada jalan damai dan berpikir bijak demi masa depan bangsa,” tambahnya.
Refleksi dan Tanggung Jawab Sosial
Opini ini menegaskan bahwa pernyataan BANN DPC Kota Bekasi bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga ajakan moral bagi masyarakat untuk menjaga stabilitas nasional.
Ketika duka dijadikan bahan agitasi, yang lahir bukanlah solusi, melainkan luka baru.
Tragedi wafatnya Affan Kurniawan semestinya menjadi refleksi tentang bagaimana bangsa ini mengelola perbedaan dan konflik.
Pertanyaannya, apakah kita akan terus membiarkan provokasi memakan korban, atau justru menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan?
BANN Kota Bekasi melalui Supriyatno sudah memberikan jawaban: memilih jalan damai, menahan diri, dan menolak provokasi. Kini, giliran masyarakat luas untuk ikut meneguhkan komitmen serupa.
Akhirnya, menjaga persatuan bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama.
^__^
