Senin, 14 Sep 2026
Beranda » OPINI » Dari Ruang Redaksi ke Panggung Dunia: Jejak Wartawan Indonesia yang Mendunia

Dari Ruang Redaksi ke Panggung Dunia: Jejak Wartawan Indonesia yang Mendunia

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • print Cetak

Oleh : Heru Riyadi
Penasehat DPP AMKI & Dosen Universitas Pamulang.

Jakarta – Siapa yang tak kenal dengan Bung Adam Malik, pria berpostur tubuh kecil kurus namun cerdik, lincah dan gesit bagaikan seekor kancil.

Dengan hanya bermodalkan Ijazah Madrasah, Pria asal Sumut ini menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah memimpin sidang PBB

Di dunia diplomasi yang penuh dengan gelar mentereng dari universitas kelas dunia, nama Adam Malik Batubara muncul sebagai sebuah anomali yang luar biasa.

Pria asal Pematangsiantar, Sumatera Utara ini membuktikan bahwa kecerdasan tidak selalu lahir dari bangku kuliah, melainkan dari tempaan pengalaman dan nyali yang tak terbatas.

Siapa sangka, sosok yang hanya sempat mengenyam pendidikan di Madrasah Sumatera Thawalib Parabek ini kelak jadi orang Indonesia pertama, dan satu-satunya hingga detik ini, yang pernah menduduki posisi paling bergengsi sebagai Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dijuluki si Kancil dari Siantar, Belajar di “Universitas Kehidupan”, Adam Malik, lahir pada tanggal 22 Juli 1917, Adam Malik adalah anak seorang pedagang kaya, namun, alih-alih berpangku tangan pada kekayaan orang tua, ia memilih merantau ke Jakarta di usia 20 Tahun. Pendidikan formalnya terhenti di tingkat madrasah karena ia lebih memilih membantu orang tua berdagang.

Namun di perantauan, ia belajar secara autodidak dari seorang pedagang, ia bertransformasi menjadi wartawan militan. Dengan dengan modal nekat dan mesin tik tua, ia bersama rekan-rekannya, ia mendirikan Kantor Berita Antara.

Di tangan “Si Kancil”—julukan akrabnya karena kecerdikannya—berita-berita perjuangan Indonesia berhasil menembus barikade informasi penjajah.

Mencetak Sejarah di Podium PBB

Karier diplomatik Adam Malik mencapai puncaknya pada tahun 1971. Dalam sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York, pria bersahaja dari Sumatra Utara ini terpilih menjadi Ketua/Presiden Majelis Umum PBB.

Pilihan Editor :  Skena: Gaya Hidup Anak Muda yang Lagi Ngetren, Kamu Termasuk?

Di gedung kaca yang jadi pusat politik dunia tersebut, Adam Malik memimpin jalannya persidangan penting, termasuk memutuskan keanggotaan Republik Rakyat Tiongkok (RRC) di PBB. Dunia Internasional terperangah melihat seorang autodidak mampu memimpin forum diplomatik paling rumit di bumi dengan sangat tenang dan piawai.

“Semua Bisa Diatur”: Diplomasi Tanpa Sekat, Adam Malik dikenal memiliki “1001 jawaban” untuk setiap masalah. Kalimat legendarisnya, “Semua bisa diatur”, jadi ciri khas gaya diplomasinya. Bagi Bung Adam, tidak ada kebuntuan yang tidak bisa dipecahkan melalui komunikasi yang cerdas.

Berkat kepiawaiannya pula, Indonesia berhasil kembali menjadi anggota PBB pada 1966 dan menjadi salah satu pendiri ASEAN melalui Deklarasi Bangkok pada tahun 1967.

Ia adalah bukti nyata bahwa bahasa diplomasi tidak melulu soal istilah teknis yang rumit, melainkan soal integritas dan kemampuan meyakinkan orang lain.

Dari Istana Wakil Presiden hingga Akhir Hayat

Setelah sukses mengharumkan nama bangsa di kancah global dan menjabat sabagai Menteri Luar Negeri selama 11 Tahun, Adam Malik mencapai puncak pengabdian domestiknya saat dilantik menjadi Wakil Presiden RI ketiga pada tahun 1978.

Meskipun sudah berada di puncak kekuasaan, ia tetaplah sosok yang rendah hati dan ceplas-ceplos.

Ia wafat pd 5 September 1984 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Tahun 1998 sabagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya yang tak ternilai.

Inspirasi untuk Generasi Muda

Kisah Adam Malik adalah pengingat keras bagi kita semua: bahwa keterbatasan latar belakang pendidikan bukanlah penghalang untuk mengguncang dunia.

Gajah mati meninggalkan gading.

Manusia mati meninggalkan nama.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Gus Leman Tantang Komnas HAM Lakukan Sumpah Pocong

    Gus Leman Tantang Komnas HAM Lakukan Sumpah Pocong

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Aksi tak biasa terjadi di depan Kantor Komnas HAM, Senin (28/4/2025) sore. Gus Leman, Kuasa Hukum Ong Sing Tjwan, datang dengan satu misi tegas: menantang Komnas HAM melakukan sumpah pocong. Ini menjadi bentuk kekecewaan Gus Leman terhadap kinerja lembaga negara tersebut, yang dinilai lamban dan tidak responsif. “Kami menuntut Komnas HAM berani melakukan […]

  • Pasmar 3 Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Dubes Uni Emirat Arab di Sorong

    Pasmar 3 Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Dubes Uni Emirat Arab di Sorong

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Sorong — Dalam upaya mempererat hubungan bilateral dan memperkuat diplomasi maritim antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), Asintel Danpasmar 3 mewakili Komandan Pasmar 3, Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M., menghadiri jamuan makan malam bersama Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Republik Indonesia, Yang Mulia Abdulla Salem Obaid Salem AlDhaheri, bertempat di […]

  • Rumah Rata, Keadilan Juga? Gus Leman Laporkan Dugaan KKN Eksekusi Rumah SHM ke Kejagung

    Rumah Rata, Keadilan Juga? Gus Leman Laporkan Dugaan KKN Eksekusi Rumah SHM ke Kejagung

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Kasus eksekusi rumah milik Ong Sing Tjwan yang sudah bersertifikat SHM di Semarang bikin geger. Tanpa pernah merasa dipanggil pengadilan, tiba-tiba rumahnya rata dengan tanah. Merasa jadi korban permainan kotor hukum, Ong bersama Gus Leman melaporkan dugaan KKN dalam proses persidangan ke Kejaksaan Agung RI pada Jumat (2/5/2025). “Hari ini kami resmi lapor […]

  • Kontroversi 100 Hari Jabatan Raffi Ahmad: Pengawalan Mobil Kosong Jadi Sorotan

    Kontroversi 100 Hari Jabatan Raffi Ahmad: Pengawalan Mobil Kosong Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Itu aneh. RI 36 itu pernah difoto sama netizen, selain nempel di Lexus itu tadi, nempel juga di mobil lain warna silver. Ini nggak boleh

  • Krisis Air Bersih, TNI Bangun Sumur Bor di Sejumlah Wilayah Aceh

    Krisis Air Bersih, TNI Bangun Sumur Bor di Sejumlah Wilayah Aceh

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Aceh – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Satuan Peralatan Kodam Iskandar Muda (Paldam IM) melaksanakan pembangunan sumur bor guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Aceh, Selasa (16/12/2025). Pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan di empat titik yang dinilai mengalami kesulitan akses air bersih pascabencana, […]

  • Babinsa dan Komduk Perkuat Patroli Malam Jaga Kondusivitas Wilayah

    Babinsa dan Komduk Perkuat Patroli Malam Jaga Kondusivitas Wilayah

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Babinsa bersama Komponen Pendukung (Komduk) meningkatkan patroli malam di wilayah Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, dan Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Senin (27/7/2026). Kegiatan itu menjadi langkah preventif TNI AD untuk memperkuat keamanan, menjaga ketertiban masyarakat, sekaligus membangun komunikasi langsung dengan warga. Patroli yang berlangsung di sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, dan pusat […]

expand_less