Selasa, 13 Okt 2026
Beranda » OPINI » Kritik Pengawasan UMKM Bekasi, Frits Saikat: Saatnya Transparansi dan Evaluasi Nyata

Kritik Pengawasan UMKM Bekasi, Frits Saikat: Saatnya Transparansi dan Evaluasi Nyata

  • account_circle Bento
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Frits Saikat
Aktivis Sosial

Opini – Kritik terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bukanlah bentuk penolakan, melainkan bagian dari kontrol publik yang sehat.

Sorotan aktivis sosial Frits Saikat terhadap kinerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop-UKM) Kota Bekasi menjadi momentum penting untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan yang menyangkut sektor ekonomi rakyat.

Apalagi, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang menyerap tenaga kerja dan menopang ketahanan ekonomi masyarakat.

Frits Saikat menilai kinerja Diskop-UKM Kota Bekasi belum optimal, terutama dalam aspek pendataan, pengawasan, serta pembinaan pelaku UMKM.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang belum terdata secara menyeluruh dan belum merasakan manfaat program pemerintah secara maksimal.

Ia juga mempertanyakan klaim pembinaan terhadap ribuan UMKM yang disebut telah dilakukan dinas, karena dampaknya dinilai belum sepenuhnya terlihat di lapangan.

Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah UMKM di Kota Bekasi diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu unit.

Sementara itu, pembinaan yang diklaim menjangkau 9.600 UMKM dinilai perlu diverifikasi melalui pengecekan lapangan yang komprehensif.

Selain itu, program fasilitasi sertifikasi halal juga disoroti karena dinilai belum merata menjangkau seluruh pelaku usaha yang membutuhkan.

Kritik ini harus dipahami sebagai bagian dari diskursus publik yang wajar.

Dalam sistem demokrasi, evaluasi terhadap kebijakan pemerintah merupakan hak warga negara sekaligus instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Analisis Berbasis Data dan Regulasi

Secara normatif, kewajiban pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa pemerintah harus melakukan pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi akses pembiayaan dan legalitas usaha secara berkelanjutan.

Pilihan Editor :  Mengangkat Martabat Wartawan adalah Menjaga Kehormatan Bangsa

Selain itu, implementasi kebijakan di tingkat daerah juga diperkuat oleh Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 07 Tahun 2021, yang menekankan pengembangan UMKM melalui pendataan, pembinaan, dan pengawasan program secara sistematis.

Dalam konteks kebijakan publik, pendataan menjadi fondasi utama efektivitas program.

Data yang tidak akurat berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran bantuan, duplikasi penerima, serta ketimpangan akses program.

Hal ini juga berdampak pada transparansi anggaran dan akuntabilitas pemerintah.

Kritik Frits mengenai perlunya audit data UMKM dan verifikasi penerima bantuan memiliki dasar rasional dalam prinsip good governance.

Audit data bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga strategi meningkatkan kualitas kebijakan berbasis evidence-based policy.

Selain itu, isu sertifikasi halal yang belum merata juga relevan mengingat regulasi nasional telah mewajibkan sertifikasi halal bagi produk tertentu.

Ketimpangan akses fasilitasi sertifikasi berpotensi menimbulkan hambatan bagi pelaku UMKM dalam memperluas pasar.

Di sisi lain, penting untuk melihat bahwa Diskop-UKM Kota Bekasi juga telah menyampaikan klaim pembinaan melalui tenaga pendamping, kerja sama paguyuban, serta sosialisasi regulasi.

Program tersebut menunjukkan adanya upaya pemerintah dalam mendukung pengembangan UMKM.

Namun, perbedaan persepsi antara klaim program dan kondisi lapangan merupakan fenomena umum dalam implementasi kebijakan publik.

Tantangan birokrasi, keterbatasan anggaran, jumlah tenaga pendamping, serta dinamika pertumbuhan UMKM menjadi faktor yang dapat memengaruhi efektivitas program.

Selain itu, kritik publik juga tidak otomatis berarti kegagalan kebijakan.

Kritik dapat menjadi masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat koordinasi, dan menyesuaikan program dengan kebutuhan riil pelaku usaha.

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Diskop-UKM Kota Bekasi terkait kritik yang disampaikan.

Dalam prinsip jurnalistik yang berimbang, ruang klarifikasi dari pemerintah tetap penting agar publik memperoleh gambaran yang utuh.

Pilihan Editor :  Anto Suroto: Media Penentu Jembatan Bangsa, Pemerintah Harus Jaga Kesejahteraan Wartawan

Sorotan terhadap pengawasan dan pembinaan UMKM di Kota Bekasi harus dipandang sebagai momentum evaluasi, bukan polemik semata.

Penguatan pendataan, audit program, peningkatan kapasitas tenaga pendamping, serta transparansi penerima bantuan merupakan langkah rasional untuk memastikan kebijakan tepat sasaran.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun ekosistem UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.

Tanpa data yang akurat dan pengawasan yang kuat, program pemberdayaan berisiko menjadi administratif tanpa dampak nyata bagi pelaku usaha.

Di sisi lain, kritik publik juga perlu disertai pendekatan konstruktif dan berbasis fakta.

Evaluasi kebijakan harus diarahkan pada perbaikan sistem, bukan serangan personal, sehingga tercipta dialog yang produktif antara masyarakat dan pemerintah.

Pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan UMKM bukan diukur dari jumlah program yang diklaim, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha: peningkatan omzet, akses pasar yang lebih luas, serta kemampuan usaha bertahan dan berkembang.

Transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan UMKM benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan masyarakat.

Kritik Frits Saikat, terlepas dari perbedaan persepsi yang mungkin ada, merupakan pengingat bahwa kebijakan publik harus terus diuji melalui realitas lapangan.

Momentum ini seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bersama untuk memastikan UMKM Kota Bekasi tidak hanya menjadi slogan pembangunan, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nikko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Batalyon C Pelopor Amankan Aksi Hari Pangan Sedunia di Monas

    Batalyon C Pelopor Amankan Aksi Hari Pangan Sedunia di Monas

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan aksi peringatan Hari Pangan Sedunia, jajaran Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya melaksanakan pengamanan dan pelayanan masyarakat di kawasan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025). Aksi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP SPI) ini diikuti sekitar 250 peserta yang membawa […]

  • Nongkrong Bareng Ojek, Babinsa Timika Ingatkan Soal Safety Riding!

    Nongkrong Bareng Ojek, Babinsa Timika Ingatkan Soal Safety Riding!

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — Ada yang beda pagi ini di Kelurahan Kwamki Baru, Distrik Mimika Baru, Jumat (25/4/2025). Dua Babinsa dari Koramil 02/Timika Kodim 1710/Mimika, Serma Wawan Setiawan dan Serda Samsudin, nongkrong bareng tukang ojek sambil ngobrol santai, tapi isinya berbobot banget! Dalam sesi Komunikasi Sosial (Komsos) itu, Serma Wawan nggak cuma sekadar say hi. Beliau langsung […]

  • Saka Dirgantara Meriahkan CFD di Lanud Sultan Hasanuddin

    Saka Dirgantara Meriahkan CFD di Lanud Sultan Hasanuddin

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Suasana pagi di Komplek Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, tampak berbeda pada Minggu (18/5/2025). Ratusan warga berkumpul memeriahkan Car Free Day (CFD) yang digelar oleh Lanud Sultan Hasanuddin, lengkap dengan aktivitas olahraga, hiburan rakyat, dan atraksi edukatif dari Saka Dirgantara. Sejak pukul 06.00 WITA, warga sekitar antusias mengikuti senam bersama, jalan santai, hingga berburu […]

  • Meriah dan Menginspirasi, Festival Dirgantara Bumi Lasinrang 2025 Resmi Ditutup di Pinrang

    Meriah dan Menginspirasi, Festival Dirgantara Bumi Lasinrang 2025 Resmi Ditutup di Pinrang

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pinrang — Rangkaian Festival Dirgantara Bumi Lasinrang 2025 resmi berakhir dalam suasana meriah dan penuh kebanggaan. Penutupan digelar di Detasemen TNI AU Kabupaten Pinrang dan dipimpin langsung oleh Danlanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., bersama Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S.Sos. Disambut dengan tarian adat Paduppa dan pengalungan kain sutra khas […]

  • TNI Ajarkan Bahasa Indonesia kepada Anak-anak Perbatasan RI-PNG

    TNI Ajarkan Bahasa Indonesia kepada Anak-anak Perbatasan RI-PNG

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Boven Digoel – Prajurit TNI di perbatasan RI-Papua Nugini tak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai guru bagi generasi penerus bangsa. Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kalacakti yang bertugas di Pos Inggembit, Distrik Ninati, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anak-anak setempat yang sehari-harinya justru lebih fasih menggunakan bahasa Inggris, Rabu […]

  • Komandan Kodaeral I dan Ketua Daerah Jalasenastri Hadiri Puncak HUT Ke-79 Jalasenastri

    Komandan Kodaeral I dan Ketua Daerah Jalasenastri Hadiri Puncak HUT Ke-79 Jalasenastri

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan – Suasana penuh kebanggaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Jalasenastri tahun 2025. Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., didampingi Ketua Daerah Kodaeral I Gabungan Koarmada RI, Ny. Lia Deny Septiana, hadir langsung dalam acara puncak yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana […]

expand_less