Minggu, 1 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Kuasa Hukum Hanya Janji Klarifikasi, Polemik PT Glow Industri Herbal Care Terus Bergulir

Kuasa Hukum Hanya Janji Klarifikasi, Polemik PT Glow Industri Herbal Care Terus Bergulir

  • account_circle Tama
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Polemik dugaan ketidaklengkapan perizinan lingkungan dan persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Glow Industri Herbal Care terus bergulir.

Hingga pertengahan Februari 2026, status dokumen lingkungan perusahaan tersebut belum mendapat penjelasan tegas dari otoritas terkait, sementara informasi internal menyebutkan IPAL perusahaan masih dalam tahap percobaan dan belum berfungsi optimal.

Kuasa Hukum atau pihak yang disebut mewakili perusahaan, Dr. (c) Sunandar Yuwono, S.H., M.H., C.Me., meminta awak media bersabar terkait rencana konferensi pers.

Ia menyatakan belum dapat memberikan keterangan resmi karena kesibukan dan keterbatasan waktu.

“Maksud saya gini loh bang, saya itu mau menjadwalkan waktu untuk konfrensi pers, tapi waktu saya, lagi riweuh, oleh karena itu saya minta waktu, kalo sudah longgar pasti saya kabarin teman-teman, gitu ya bang,” ujarnya kepada wartawan melalui panggilan whatsapp, Jumat (13/2/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik mengenai dugaan belum rampungnya kewajiban perizinan lingkungan PT Glow Industri Herbal Care yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sumber internal perusahaan (Ordal) yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan menyampaikan bahwa mesin atau alat IPAL yang disebut-sebut sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah masih mengalami kendala teknis.

Hingga kini, menurutnya, belum ada hasil uji baku mutu dan juga hasil uji laboratorium karena alat tersebut belum berfungsi sebagaimana mestinya.

“Alat IPAL nya masih bermasalah, belum ada hasil uji baku mutu dan hasil lab nya juga karena alatnya sampai sekarang belum berfungsi,” kata Ordal tersebut, Kamis (12/2/2026).

Ia juga menambahkan, apabila ada pihak luar yang datang untuk meminta klarifikasi terkait perusahaan, akan dihadapkan kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) yang disebut telah ditunjuk oleh perusahaan.

Baca juga :  TNI Sigap Evakuasi Penumpang Pesawat Saudi Arabia Setelah Ancaman Bom

“Jadi sekarang tuh, misalnya ada wartawan atau orang yang menanyakan terkait itu, bakal ada ormas yang nyamperin, nanti dihadapin sama ormas,” ujarnya.

Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga berita ini ditulis, manajemen PT Glow Industri Herbal Care belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi lanjutan yang dilayangkan redaksi.

Sebelumnya, polemik ini bermula dari belum adanya penjelasan komprehensif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi mengenai status dokumen lingkungan perusahaan tersebut.

Berdasarkan penelusuran pada sistem informasi amdalnet.kemenlh.go.id milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PT Glow Industri Herbal Care tercatat sebagai usaha berisiko rendah dengan kewajiban penyusunan dokumen UKL-UPL.

Namun, sejumlah tahapan krusial dalam proses persetujuan lingkungan belum tercatat secara terbuka, seperti pengumuman kepada masyarakat, penerimaan saran publik, rapat pemeriksaan, hingga penerbitan Persetujuan Kelayakan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PKPLH).

Di sisi lain, Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Timur, Kompol Sugiharto, S.H., menyatakan akan meminta jajarannya mendalami kembali aduan yang masuk terkait perusahaan tersebut.

“Nanti saya kasih informasi ke Reskrim, kira-kira lebih dalam lagi untuk penyelidikannya. Enggak apa-apa nanti kita lidik lagi, kemarin mungkin kurang tajam penyelidikannya,” ujar Sugiharto Selasa (4/2/2026).

Kewajiban Mutlak Persetujuan Lingkungan

Pengamat hukum dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) PWI Bekasi Raya, Agus ATP, S.H., mengatakan secara regulatif, kewajiban persetujuan lingkungan diatur dalam Pasal 22 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Industri kosmetik dan perawatan tubuh, seperti yang dijalankan PT Glow Industri Herbal Care, berpotensi menghasilkan limbah cair, padat, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Karena itu, keberadaan dan fungsi IPAL menjadi aspek krusial dalam memastikan kegiatan usaha tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Baca juga :  Pos TNI AL Midai Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Natuna, Edukasi Nelayan

Aturan tersebut menegaskan bahwa dokumen UKL-UPL merupakan instrumen pengendalian dampak lingkungan yang wajib diselesaikan sebelum suatu usaha beroperasi.

Pengawas dan Penegakan Hukum (Gakkum) DLH Kabupaten Bekasi, Fathia, sebelumnya menegaskan bahwa setiap pelaku usaha harus menuntaskan perizinan lingkungan terlebih dahulu.

“Secara aturan, perizinan harus diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi juga telah diajukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, belum ada tanggapan resmi yang diterima redaksi.

Dengan belum adanya kejelasan mengenai status perizinan dan fungsi IPAL, polemik ini masih menyisakan pertanyaan publik terkait transparansi, efektivitas pengawasan, dan kepastian hukum dalam tata kelola lingkungan di Kabupaten Bekasi.

Redaksi akan terus berupaya meminta klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna memastikan informasi yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.**/Tim

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Anggota DPRD Bekasi Ahmad Murodi Serap Aspirasi Warga Dalam Giat Reses 3 2025-2026

    Anggota DPRD Bekasi Ahmad Murodi Serap Aspirasi Warga Dalam Giat Reses 3 2025-2026

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bekasi — Dalam kegiatan reses ke-3 tahun anggaran 2025–2026, anggota DPRD Kota Bekasi Ahmad Murodi, S.Pd. melaksanakan agenda serap aspirasi masyarakat di lapangan bulu tangkis lingkungan RW/RT 009/005. Dalam kesempatan itu, Ketua RW 009 menyampaikan pesan kepada warga agar langsung menyampaikan masukan dan keluhan kepada Bapak Ahmad Murodi saat reses berlangsung, bukan hanya melalui musrenbang. […]

  • TNI Uji Kesiapan Evakuasi Medis Udara dengan Helikopter Bell 412 di Situbondo

    TNI Uji Kesiapan Evakuasi Medis Udara dengan Helikopter Bell 412 di Situbondo

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Situbondo – Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) bersama Tim Kesehatan TNI menguji kesiapan evakuasi medis udara melalui latihan Medical Evacuation (Medevac) dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Situbondo, Selasa (13/10/2026). Latihan yang berlangsung di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya tersebut menggunakan helikopter Bell 412 untuk mengasah kemampuan prajurit dalam mengevakuasi korban secara cepat, tepat, […]

  • Lanal Bintan Gelar Pengajian, Tenangkan Hati, Kuatkan Iman

    Lanal Bintan Gelar Pengajian, Tenangkan Hati, Kuatkan Iman

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan – Di tengah hiruk-pikuk tugas dan tanggung jawab sebagai penjaga lautan Nusantara, Prajurit dan PNS Lanal Bintan memilih jeda sejenak. Bukan untuk beristirahat, tapi untuk mengisi ulang batin melalui pengajian bersama — membaca Surat Yasin dan Tahlil — yang digelar di lingkungan Mako Lanal Bintan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tapi ruang spiritual yang […]

  • Eks Pekerja Glow Industri Herbal Care Diduga Belum Terima Hak Normatif

    Eks Pekerja Glow Industri Herbal Care Diduga Belum Terima Hak Normatif

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Kalo diberhentikan via telpon kan kayaknya gak etis banget ya pak, alasan nya pun gak dijelasin, nomor saya di blokir, gak bisa komplain

  • Denpom Lanal Bintan Tindak Knalpot Brong, Puluhan Kendaraan Diamankan

    Denpom Lanal Bintan Tindak Knalpot Brong, Puluhan Kendaraan Diamankan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan, 22 April 2026 – Denpom Lanal Bintan menindak tegas penggunaan knalpot brong dalam operasi gabungan, setelah keluhan warga terkait kebisingan malam meningkat tajam. Personel TNI Angkatan Laut melalui Denpom Lanal Bintan menggelar razia di depan Kompleks TNI AL Tanjung Uban. Mereka menyasar pengendara yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar, terutama pada malam hari saat […]

  • AMKI Pusat Gelar RALB, Bahas Kepemimpinan dan Penataan Organisasi

    AMKI Pusat Gelar RALB, Bahas Kepemimpinan dan Penataan Organisasi

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat akan menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (19/8/2026). Forum tersebut akan menentukan sejumlah langkah penting organisasi, termasuk membahas pengunduran diri Tundra Meliala dan memilih Ketua Umum AMKI Pusat yang baru. Ketua Panitia RALB AMKI Pusat 2026 Simon Leo Siahaan mengatakan, panitia […]

expand_less