Selasa, 27 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » HUKUM » Sperma di Tubuh Korban Bukan Milik Terdakwa, Fakta Baru Terungkap di Sidang

Sperma di Tubuh Korban Bukan Milik Terdakwa, Fakta Baru Terungkap di Sidang

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Malang – Penemuan jejak sperma pada tubuh Faradila Amalia Najwa (23), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menjadi korban pembunuhan, sempat memunculkan dugaan adanya kekerasan seksual sebelum korban tewas.

Namun, hasil pemeriksaan DNA yang dipaparkan dalam persidangan memastikan profil genetik sampel sperma tersebut tidak identik dengan dua terdakwa, yakni Bripka Agus Muhammad Sulaiman dan Suyitno.

Temuan ilmiah tersebut menjadi salah satu fakta penting dalam persidangan yang menguatkan bahwa dugaan persetubuhan yang melibatkan kedua terdakwa tidak terbukti.

Fakta tersebut disampaikan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kota Batu, Budi Murwanto, seusai jalannya persidangan, Kamis (30/7/2026).

Menurut Budi, hasil pemeriksaan DNA telah dipaparkan di hadapan majelis hakim dan diperkuat melalui keterangan dokter forensik yang dihadirkan sebagai saksi ahli.

“Intinya mereka memang tidak mengakui, karena merasa tidak melakukan perbuatan tersebut. Mengenai sampel sperma yang ditemukan hasilnya bukan milik mereka, sehingga mereka juga mengaku tidak mengetahui asal-usul sampel tersebut,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, sejak awal proses persidangan kedua terdakwa secara konsisten membantah melakukan persetubuhan maupun kekerasan seksual terhadap korban, baik sebelum maupun setelah peristiwa pembunuhan.

Keterangan tersebut kemudian dinilai sejalan dengan hasil uji DNA yang menunjukkan tidak adanya kecocokan antara sampel sperma yang ditemukan pada tubuh korban dengan profil genetik kedua terdakwa.

Selain hasil pemeriksaan DNA, dokter forensik yang memberikan keterangan di persidangan juga menjelaskan bahwa hasil autopsi tidak menemukan bukti ilmiah yang mengaitkan kedua terdakwa dengan dugaan persetubuhan terhadap korban.

Dengan demikian, unsur dugaan kekerasan seksual yang sempat berkembang pada awal penyidikan tidak memperoleh dukungan berdasarkan hasil pemeriksaan forensik.

Meski demikian, perkara pembunuhan terhadap Faradila tetap berlanjut.

Baca juga :  Kakak Beradik Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual oleh Ayah Sambung, Polisi Diminta Bertindak Cepat

Jaksa Penuntut Umum menilai alat bukti yang ada telah memenuhi unsur untuk membuktikan dugaan keterlibatan kedua terdakwa dalam tindak pidana pembunuhan, terlepas dari tidak terbuktinya dugaan hubungan seksual berdasarkan hasil pemeriksaan DNA.

Selama persidangan, kedua terdakwa juga tetap membantah telah melakukan hubungan intim dengan korban.

Mereka mengaku hanya memberikan keterangan terkait peristiwa pembunuhan sebagaimana tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Keterangan Terdakwa Dinilai Selaras dengan Bukti Ilmiah

Budi Murwanto mengungkapkan, Bripka Agus Muhammad Sulaiman memang sempat memberikan keterangan yang berubah-ubah pada tahap awal pemeriksaan.

Menurutnya, perubahan keterangan tersebut terjadi karena Agus berupaya menutupi keterlibatan Suyitno dalam perkara tersebut.

Namun, setelah proses penyidikan berjalan lebih lanjut, Agus akhirnya mengakui bahwa tindak pidana pembunuhan dilakukan bersama Suyitno.

Kendati demikian, keduanya tetap secara konsisten membantah adanya hubungan intim maupun kekerasan seksual terhadap korban.

“Keterangan Suyitno dan Agus saling bersesuaian, dalam artian memang tidak ada hubungan intim saat pembunuhan terjadi,” kata Budi.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan kedua terdakwa dalam BAP, korban dibunuh dan selanjutnya jasadnya langsung dibuang oleh Suyitno ke lokasi penemuan.

“Mereka hanya membunuh, lalu jasad korban langsung dibuang. Itu sesuai dengan fakta di BAP. Mengenai keberadaan sperma tersebut, mereka menegaskan tidak tahu-menahu bagaimana sperma itu bisa ada di tubuh korban,” ujarnya.

Budi mengatakan seluruh agenda pembuktian dalam perkara tersebut kini telah selesai dilaksanakan.

Persidangan selanjutnya dijadwalkan memasuki tahap pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum.

“Untuk minggu depan agenda persidangan langsung pembacaan tuntutan,” katanya.

Kasus pembunuhan Faradila Amalia Najwa sebelumnya menyita perhatian publik setelah jasad korban ditemukan seorang petani di aliran sungai di pinggir Jalan Raya Pasuruan–Malang, Dusun Kauman, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa, 16 Desember 2025.

Baca juga :  Dr. Herman Hofi Munawar Bicara "Jangan Sampai Kasus Emas Hilang Ditelan Waktu Lagi"

Saat ditemukan, korban masih mengenakan helm berwarna merah muda, hoodie cokelat kehitaman, serta celana kain.

Penemuan jasad tersebut kemudian memicu penyelidikan intensif aparat kepolisian.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad, penyidik menetapkan Bripka Agus Muhammad Sulaiman, yang diketahui merupakan kakak ipar korban, sebagai tersangka.

Polisi kemudian turut menetapkan Suyitno sebagai tersangka karena diduga ikut terlibat dalam tindak pidana pembunuhan tersebut.

Hingga kini, proses hukum masih berlangsung di pengadilan.

Fakta mengenai tidak ditemukannya kecocokan DNA antara sampel sperma dengan kedua terdakwa menjadi bagian dari rangkaian alat bukti yang telah diuji dalam persidangan.

Adapun penilaian akhir terhadap seluruh alat bukti dan pembuktian perkara sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim yang akan memutus perkara sesuai fakta persidangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Babinsa Koramil 1710-01/Kokonao Kawal Penyaluran Beras Ketahanan Pangan ke Kampung Pesisir Mimika

    Babinsa Koramil 1710-01/Kokonao Kawal Penyaluran Beras Ketahanan Pangan ke Kampung Pesisir Mimika

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika, 30 Juli 2025 – Dengan menempuh jalur laut menggunakan perahu, Babinsa Koramil 1710-01/Kokonao Sertu Hendrik Renyaan mendampingi penyaluran bantuan beras ketahanan pangan dari Bulog kepada warga di Distrik Amar dan Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika. Bantuan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat pesisir yang selama ini mengandalkan pasokan bahan pokok dari pusat kota. Sertu […]

  • Cara Mengatasi Subwoofer Berdengung Pada Speaker Aktif

    Cara Mengatasi Subwoofer Berdengung Pada Speaker Aktif

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Diterbitkan oleh : icuen WhatsApp :  0838 3347 4553 Gensa – Cara Mengatasi Subwoofer Berdengung Pada Speaker Aktif. Dengung terjadi pada perangkat speaker aktif ataupun power amplifer memang sangat mengganggu, karena jika kita memutar suara pada speaker aktif terdengar kurang bersih serta sangat menggagu di telinga pendengar. Cara Mengatasi Subwoofer Berdengung Pada Speaker Aktif Subwoofer yang […]

  • Istana Minta Polisi Tahan Diri Usai Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob

    Istana Minta Polisi Tahan Diri Usai Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Bahkan penghuni rusun di lantai sepuluh masih mencium gas air mata. Lansia dan anak-anak yang ada di dekat gerbang ikut terkena

  • Cerita Warga Sekitar Tower Roboh: Proyek Diduga Belum Rampung

    Cerita Warga Sekitar Tower Roboh: Proyek Diduga Belum Rampung

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Menurut Leni, insiden ini terjadi usai beberapa pekerja terlihat menggetok-getok beton pada tower tersebut

  • Satgas Pamtas Yonkav 12/BC di Perbatasan RI – MLY, Lakukan Pelayanan Kesehatan Door To Door

    Satgas Pamtas Yonkav 12/BC di Perbatasan RI – MLY, Lakukan Pelayanan Kesehatan Door To Door

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Sajingan Besar – Membantu masyarakat perbatasan dengan melaksanakan berbagai kegiatan sosial, salah satunya adalah pelayanan kesehatan, Pos Komando Utama (Kout) Pamtas RI-Malaysia Yonkav 12/BC melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan “Door to Door” kepada masyarakat perbatasan Dusun Trans, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Senin (07/09/2024). Kegiatan yang dipimpin oleh Sertu Supriadi beserta tim kesehatan Kout melaksanakan kegiatan […]

  • Prajurit Hiu Perkasa Perketat Pengamanan Mudik di Pelabuhan Tanjung Priok

    Prajurit Hiu Perkasa Perketat Pengamanan Mudik di Pelabuhan Tanjung Priok

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Prajurit Marinir dikerahkan di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjaga keamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri.

expand_less