TMMD ke-128 Resmi Dibuka di Bekasi, Fokus Rutilahu dan Infrastruktur Dasar
"TMMD ke-128 di Kota Bekasi menjadi salah satu contoh konkret kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan daerah"

Bekasi – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 resmi digelar di Kota Bekasi, Selasa (pagi), dengan pembukaan langsung oleh Wali Kota Bekasi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ini menandai dimulainya kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan wilayah, khususnya di Kecamatan Jatisampurna.
Pembukaan TMMD berlangsung dengan melibatkan partisipasi aktif warga.
Sejumlah layanan publik disediakan di lokasi kegiatan, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembagian bantuan sembako.
Kehadiran layanan tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan momentum ini untuk memperoleh akses pelayanan secara langsung.
Komandan Kodim Kota Bekasi, Krisrantau Hermawan, menegaskan bahwa keberhasilan program TMMD sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak.
Menurutnya, TNI tidak dapat menjalankan program tersebut secara mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.
“Pelaksanaan TMMD ini membutuhkan kolaborasi yang kuat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program ini,” ujar Krisrantau dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, salah satu program prioritas dalam TMMD ke-128 adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 15 unit.
Namun demikian, anggaran awal yang dialokasikan sebesar Rp20 juta per unit dinilai belum mencukupi untuk menghasilkan perbaikan yang optimal.
Krisrantau mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi dan berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, guna memperoleh tambahan dukungan anggaran.
“Dengan adanya tambahan stimulus anggaran, kami berharap kualitas pembangunan rumah dapat lebih maksimal dan benar-benar layak huni bagi masyarakat penerima manfaat,” katanya.
Selain program Rutilahu, TMMD ke-128 juga mencakup pembangunan infrastruktur dasar lainnya.
Di antaranya pengerasan jalan lingkungan dan perbaikan saluran drainase, terutama di wilayah yang kerap mengalami genangan saat musim hujan.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan aksesibilitas serta mengurangi potensi banjir di kawasan tersebut.
Program ini juga mengantisipasi kebutuhan air bersih, terutama menjelang musim kemarau.
TNI bersama pemerintah daerah merencanakan pengeboran sumber air di sejumlah titik untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, TMMD ke-128 turut menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik.
Program tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, serta pelatihan di bidang pertanian.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Dengan total anggaran sekitar Rp2,5 miliar serta dukungan tambahan dari berbagai pihak, program TMMD ke-128 diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun penguatan nilai gotong royong.
“Harapannya, seluruh hasil pembangunan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” kata Krisrantau.
Sinergi Wilayah Jadi Kunci Pelaksanaan
Sementara itu, Camat Jatisampurna, Nata Wirya, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung pelaksanaan TMMD ke-128.
Persiapan tersebut melibatkan seluruh unsur aparatur kecamatan hingga tingkat RT dan RW.
Ia menyebut, sejumlah kegiatan pra-TMMD telah dilaksanakan, salah satunya melalui program “Jatisampurna Bersih” yang bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan siap mendukung pelaksanaan program pembangunan.
Nata Wirya menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program tersebut.
Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.
“Kami menyambut baik dan bangga atas kepercayaan yang diberikan dengan menjadikan Jatisampurna sebagai lokasi TMMD ke-128. Seluruh jajaran telah kami instruksikan untuk bergerak bersama mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga melibatkan partisipasi langsung masyarakat dalam proses pembangunan di lapangan.
Dengan demikian, hasil program diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang.
Pelaksanaan TMMD ke-128 di Kota Bekasi menjadi salah satu contoh konkret kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan daerah.
Program ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan secara berkelanjutan.**/Ihwan









