Pengembangan Wisata Air Kalimalang Disorot DPRD, Konsep Dinilai Belum Matang
Kota Bekasi – Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, menyoroti rencana pengembangan Wisata Air Kalimalang yang dinilai belum memiliki konsep dan arah pengelolaan yang jelas.
Ia mengingatkan, tanpa perencanaan matang dan blue print jangka panjang, proyek wisata yang digarap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot (PT MP) itu berpotensi tidak berkelanjutan dan sepi pengunjung setelah diresmikan.
Sorotan tersebut disampaikan Faisal menanggapi rencana grand opening Wisata Air Kalimalang yang ditargetkan berlangsung pada Maret 2026.
Menurutnya, agenda pembukaan tidak boleh hanya berorientasi pada seremoni semata, melainkan harus dibarengi kesiapan konsep kawasan secara menyeluruh.
“Opening itu hanya awal. Yang paling krusial justru konsep jangka panjangnya. Jangan sampai setelah dibuka, pengunjung datang sebentar lalu kawasan itu menjadi sepi,” kata Faisal, Kamis (…).
Politikus Partai Golkar itu mengungkapkan, hingga kini DPRD belum melihat adanya blue print pengembangan Wisata Air Kalimalang yang memuat arah, tujuan, dan segmentasi pengunjung secara jelas.
Ia mempertanyakan visi besar proyek tersebut, termasuk target pasar dan diferensiasi yang ingin ditawarkan kepada publik.
“Sampai sekarang ini belum terlihat jelas konsepnya seperti apa. Wisata ini mau dibawa ke mana? Segmentasinya apa? Hal-hal mendasar seperti itu harus ditentukan sejak awal,” ujarnya.
Faisal menegaskan, pembangunan kawasan wisata tidak bisa hanya mengandalkan penyediaan fasilitas fisik, seperti jembatan, jalur pedestrian, atau deretan lapak kuliner.
Menurutnya, tanpa konsep yang kuat dan pembeda yang jelas, Wisata Air Kalimalang akan sulit bersaing dengan destinasi lain, baik di dalam maupun di luar Kota Bekasi.
“Kalau hanya mengandalkan kuliner, hampir semua daerah juga punya. Harus ada nilai lebih, ada ciri khas yang membuat orang tertarik datang dan ingin kembali,” katanya.
Ia menilai Kalimalang memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan pendekatan yang tepat.
Selain bentang alam yang memanjang, kawasan tersebut juga memiliki nilai historis yang dapat diolah menjadi daya tarik wisata.
Namun potensi tersebut, kata Faisal, hanya akan optimal jika dikemas dalam konsep wisata yang terintegrasi.
“Kalimalang ini punya nilai historis dan karakter ruang yang panjang. Kalau dikemas dengan baik, bisa menjadi ruang publik yang hidup, bukan sekadar tempat makan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa konsep wisata air seharusnya tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan agenda kebudayaan, seni, dan aktivitas masyarakat.
Ia menyebut pentingnya penyediaan ruang seni, pertunjukan budaya, serta penyelenggaraan event tematik secara rutin agar kawasan tersebut tetap hidup dan menarik pengunjung secara berkelanjutan.
“Harus ada seni dan budaya, ada event-event yang terjadwal. Jangan monoton. Kalau konsepnya hidup, pengunjung akan datang dengan sendirinya,” ucapnya.
Sebagai unsur pimpinan DPRD Kota Bekasi, Faisal menegaskan lembaganya akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan Wisata Air Kalimalang.
Menurutnya, pemanfaatan aset daerah dan keterlibatan BUMD harus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat.
“DPRD tentu akan mengawasi. Jangan sampai aset daerah ini tidak memberikan manfaat bagi warga Kota Bekasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pengelola agar tidak terburu-buru mengejar target waktu pembukaan tanpa kesiapan konsep yang matang.
Faisal menilai, penundaan pembukaan lebih baik dilakukan jika perencanaan belum solid, daripada memaksakan diri namun berujung pada kegagalan pengelolaan.
“Lebih baik matang di konsep daripada cepat dibuka tapi tidak bertahan lama,” katanya.
Faisal berharap Wisata Air Kalimalang ke depan benar-benar disiapkan sebagai destinasi unggulan Kota Bekasi, bukan sekadar proyek sesaat.
Dengan perencanaan yang terukur, terintegrasi, dan dikelola secara profesional, ia optimistis kawasan tersebut dapat menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Kota Bekasi.
“Kalau konsepnya jelas dan berkelanjutan, ini bisa menjadi kebanggaan Kota Bekasi. Tapi semua itu harus dimulai dari perencanaan yang serius,” pungkasnya.**/Ugm







