TPU Jatisari Hampir Penuh, DPRD Kota Bekasi Siapkan Lahan Makam 1,5 Hektare

BEKASI – Krisis kapasitas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari dan persoalan banjir yang berulang menjadi aspirasi utama warga dalam agenda Reses II Anggota DPRD Kota Bekasi, Anim Imamudin, S.E., M.M.,...

TPU Jatisari Hampir Penuh, DPRD Kota Bekasi Siapkan Lahan Makam 1,5 Hektare – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Krisis kapasitas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari dan persoalan banjir yang berulang menjadi aspirasi utama warga dalam agenda Reses II Anggota DPRD Kota Bekasi, Anim Imamudin, S.E., M.M., di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih.

Menanggapi keluhan tersebut, legislator Komisi IV DPRD Kota Bekasi itu menyampaikan bahwa telah tersedia lahan pemakaman seluas 1,5 hektare di Kelurahan Jatisampurna sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus menyatakan komitmennya mengawal upaya perluasan lahan pada masa mendatang.

Permasalahan keterbatasan lahan makam menjadi perhatian serius warga karena kapasitas TPU Jatisari disebut sudah mendekati batas maksimal.

Kondisi tersebut semakin diperumit dengan banjir musiman yang kerap menggenangi TPU Jatisari 2 akibat luapan air kiriman dari wilayah Bogor.

Dalam forum reses yang menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat itu, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap ketersediaan lahan pemakaman yang dinilai semakin terbatas.

Mereka berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD dapat menghadirkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar kebutuhan fasilitas pemakaman tetap terpenuhi seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi yang membidangi kesejahteraan rakyat, kesehatan, sosial, pendidikan, hingga fasilitas publik, Anim Imamudin mengatakan persoalan tersebut telah menjadi perhatian dan telah ditindaklanjuti melalui pengawalan pemenuhan kewajiban pengembang perumahan.

Menurutnya, masyarakat Kota Bekasi kini memiliki tambahan lahan pemakaman seluas 1,5 hektare yang berasal dari kompensasi penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial oleh pengembang Perumahan ALTEA.

“Alhamdulillah, lahan seluas 1,5 hektare untuk masyarakat Kota Bekasi ini didapat dari kompensasi TPU Perumahan ALTEA. Dari total luas perumahan 75 hektare dikali kewajiban prasarana 2 persen, kita berhasil mendapatkan 1,5 hektare yang berlokasi di Kelurahan Jatisampurna RW 03,” ujar Anim di hadapan peserta reses.

Pilihan Editor :  800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter Peringati Hari Lahir Pancasila

Ia menjelaskan, keberadaan lahan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung TPU Jatisari yang selama ini dikeluhkan warga.

Selain itu, lokasi baru juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPU yang kerap terdampak banjir.

Dalam kesempatan yang sama, warga juga menyoroti dampak banjir terhadap area pemakaman.

Menurut mereka, genangan air yang terjadi hampir setiap musim hujan tidak hanya menghambat aktivitas pemakaman, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi makam keluarga.

Aspirasi tersebut menjadi salah satu poin yang dicatat dalam agenda reses sebagai bahan pembahasan lebih lanjut di DPRD Kota Bekasi maupun pemerintah daerah.

Warga Dorong Perluasan Lahan Pemakaman

Kepastian tersedianya lahan pemakaman baru disambut positif oleh warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Salah satunya disampaikan Andra, warga Jatisari, yang mengaku merasa lebih tenang setelah memperoleh informasi mengenai ketersediaan lahan alternatif.

Ia mengatakan, sebelumnya masyarakat cukup khawatir karena kondisi TPU Jatisari semakin padat, sementara banjir masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

“Jujur sebelumnya kami sangat cemas melihat kondisi TPU Jatisari yang makin penuh ditambah masalah banjir kiriman. Tapi setelah mendengar penjelasan Pak Anim, sekarang kami tidak khawatir lagi karena lahan makam ternyata sudah tersedia,” kata Andra.

Meski demikian, Andra berharap penyediaan lahan pemakaman tidak berhenti pada hibah 1,5 hektare tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif mengingat kebutuhan lahan pemakaman akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Kota Bekasi.

“Kedepannya, kami sangat berharap agar lahan makam yang ada saat ini bisa terus diperluas. Semoga Pak Anim bisa terus mengawal aspirasi kami di DPRD agar rencana perluasan itu benar-benar terealisasi,” ujarnya.

Pilihan Editor :  Bekasi Benahi Angkot, Trayek Ditata Ulang dan Armada Diremajakan

Menanggapi harapan tersebut, Anim menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal kebijakan terkait penyediaan fasilitas publik, termasuk kemungkinan penambahan luas area pemakaman apabila kebutuhan masyarakat terus meningkat.

Ia mengungkapkan masih terdapat potensi lahan kosong di sekitar lokasi hibah yang dapat dipertimbangkan untuk perluasan TPU melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Di situ kan masih ada tanah yang kosong. Saya akan dorong untuk coba lakukan bagaimana mekanisme pembebasan lahannya. Untuk keperluan perluasan TPU, potensinya masih ada sekitar 2.000 meter persegi sampai 6.000 meter persegi lagi ke depannya,” ujar Anim.

Menurutnya, penyediaan fasilitas pemakaman merupakan bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat yang perlu direncanakan secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban pengembang, penyediaan anggaran, serta perencanaan tata ruang menjadi aspek penting agar kebutuhan lahan pemakaman dapat diantisipasi sejak dini.

Agenda reses tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan fasilitas publik masih menjadi perhatian utama masyarakat di wilayah Jatisari.

Selain isu banjir, keterbatasan kapasitas TPU menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak untuk segera ditangani melalui sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Bekasi, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara berkesinambungan di masa mendatang.**/Ihwan

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *