Stafsus Menhan Lenis Kogoya Minta TPNPB-OPM Hentikan Kekerasan di Wamena
Jakarta – Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Lenis Kogoya meminta TPNPB-OPM menghentikan kekerasan dan meninggalkan wilayah Wamena. Lenis menyampaikan seruan tersebut kepada juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dan...

Jakarta – Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Lenis Kogoya meminta TPNPB-OPM menghentikan kekerasan dan meninggalkan wilayah Wamena.
Lenis menyampaikan seruan tersebut kepada juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dan kelompoknya melalui keterangan resmi pada Senin (10/8/2026).
Ia meminta kelompok tersebut menghentikan tindakan yang menurutnya mengancam keselamatan warga sipil di Papua.
Lenis juga meminta kelompok tersebut mengosongkan Wamena dan wilayah sekitarnya agar aktivitas masyarakat serta persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan aman.
Menurut Lenis, eskalasi keamanan di Papua dalam beberapa waktu terakhir memerlukan perhatian seluruh pihak untuk mencegah jatuhnya korban.
Ia menyoroti dugaan intimidasi, penganiayaan, pembunuhan, serta pembakaran fasilitas pendidikan yang menurutnya melibatkan kelompok bersenjata.
Tiga Seruan untuk TPNPB-OPM
Dalam pernyataannya, Lenis menyampaikan tiga poin yang ia minta dipatuhi TPNPB-OPM.
Pertama, ia meminta kelompok tersebut menghentikan penyebaran isu provokatif serta ancaman terhadap warga sipil dan pemerintah daerah.
Kedua, Lenis meminta kelompok tersebut meninggalkan Wamena dan kawasan sekitarnya agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Ketiga, ia menyerukan penghentian kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap masyarakat Papua maupun warga sipil lainnya.
“Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa eskalasi kekerasan harus segera dihentikan,” ujar Lenis.
Ia menilai masyarakat sipil harus memperoleh ruang aman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa ancaman kekerasan.
Selain itu, Lenis mengaitkan seruannya dengan persiapan masyarakat menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dorong Masyarakat Tetap Tenang
Lenis menyatakan dirinya membawa mandat adat dari tujuh wilayah adat di Papua serta menjalankan tanggung jawab konstitusional untuk melindungi masyarakat.
Ia juga mengatakan para pemilik hak ulayat dan masyarakat adat dapat mengambil sikap apabila seruannya tidak mendapat respons.
“Jika tiga poin ini tidak diikuti, maka para pemilik tanah wilayah adat dari tujuh wilayah adat akan berkumpul,” katanya.
Namun, Lenis menekankan pendekatan yang ia tawarkan tetap mengedepankan nilai adat, perdamaian, dan persaudaraan masyarakat Papua.
Ia juga mengingatkan rekam jejaknya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua, termasuk sikapnya terkait pelabelan teroris terhadap OPM.
Menurut Lenis, berbagai langkah tersebut bertujuan menjaga keselamatan masyarakat Papua, baik yang tinggal di wilayah perkotaan maupun pedalaman.
Karena itu, ia meminta TPNPB-OPM tidak memperkeruh situasi keamanan di wilayah La Pago yang menurutnya memiliki ikatan sejarah dengan masyarakat setempat.
Selanjutnya, Lenis mengimbau masyarakat di kawasan La Pago, Mee Pago, dan wilayah sekitarnya tetap tenang menghadapi informasi mengenai kondisi keamanan.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Di sisi lain, pemerintah bersama tokoh adat terus mendorong keamanan agar pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan.
Lenis berharap seluruh pihak mengutamakan keselamatan warga sipil serta menghentikan tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan korban.
Pernyataan tersebut menjadi seruan terbuka Lenis kepada kelompok TPNPB-OPM untuk menghentikan kekerasan dan menjaga masyarakat Papua dari dampak konflik berkepanjangan.












