Satgas Udara Semai 5,6 Ton NaCl untuk Dukung Penanganan Karhutla Sumsel
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 52 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palembang – Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) menyemai 5,6 ton garam natrium klorida (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Senin (2/11/2026).
TNI bersama BMKG dan tim gabungan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu untuk mengoptimalkan penanganan karhutla di wilayah Palembang dan sekitarnya.
Dalam operasi tersebut, Satgas Udara mengerahkan pesawat Hercules C-130 dan Cassa NC-212 untuk menyebarkan bahan semai di wilayah sasaran.
Hujan Mengguyur Sebagian Wilayah Sumatera Selatan
BMKG memantau perkembangan operasi melalui radar dan penakar hujan, sementara personel TNI melaporkan kondisi cuaca dari lapangan.
Berdasarkan pemantauan tersebut, hujan mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Selatan setelah pelaksanaan penyemaian.
Panglima TNI menegaskan bahwa OMC merupakan bagian dari misi kemanusiaan, kepedulian, dan tanggung jawab TNI untuk melindungi keselamatan masyarakat.
“Operasi modifikasi cuaca tidak hanya sekadar pemadaman Karhutla, tapi juga merupakan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan korban terdampak,” tegasnya.
TNI Perkuat Dukungan Penanganan Karhutla
Melalui pengerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara, TNI terus mengoptimalkan dukungan terhadap penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Selain itu, TNI memperkuat koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Upaya terpadu tersebut bertujuan melindungi masyarakat serta meminimalkan dampak karhutla terhadap lingkungan dan kehidupan warga di Sumatera Selatan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

