TNI Siapkan 1.311 Penyuluh untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – TNI menyiapkan 1.311 personel penyuluh untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan kepada seluruh personel secara daring, Senin (2/11/2026).
Kegiatan berlangsung di Posko Karhutla Sahli Panglima TNI, Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Para penyuluh berasal dari Pasis Sesko TNI, Seskoad, Seskoal, Seskoau, Sekkau, dan Pusdik Matra Darat.
TNI menyiapkan personel tersebut untuk bertugas di wilayah terdampak karhutla, dengan fokus memperkuat pencegahan melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat.
Langkah ini menempatkan penyuluhan sebagai bagian penting dalam upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan, terutama melalui perubahan perilaku warga.
TNI Tekankan Peran Penyuluh di Lapangan
Dalam pembekalannya, Donny menegaskan bahwa penyuluhan menjadi langkah strategis untuk mendukung penanggulangan karhutla yang tengah menjadi perhatian nasional.
Ia meminta para personel mengoptimalkan peran penyuluhan saat menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
“Pembekalan ini merupakan langkah strategis TNI dalam mengoptimalkan peran penyuluhan di lapangan, guna mendukung upaya penanggulangan Karhutla yang tengah menjadi perhatian nasional,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya penyuluhan, Donny memberikan enam pedoman bagi personel sebelum mereka menjalankan tugas.
Pertama, para penyuluh harus menjadi pelopor pencegahan karhutla di tengah masyarakat.
Kedua, mereka perlu memahami karakteristik wilayah agar dapat menyesuaikan pendekatan dengan kondisi setempat.
Ketiga, Donny meminta personel memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Keempat, penyuluh harus melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.
Kelima, mereka wajib mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan.
Keenam, setiap penyuluhan perlu memiliki tindak lanjut yang terukur agar pelaksanaannya tidak berhenti pada penyampaian materi.
Melalui enam pedoman tersebut, TNI mengarahkan penyuluh untuk menggabungkan edukasi, koordinasi, keterlibatan warga, dan tindak lanjut dalam satu rangkaian kegiatan.
Penyuluhan Ditargetkan Mendorong Tindakan Pencegahan
Setelah mengikuti pembekalan, setiap personel ditargetkan mampu menjelaskan penyebab dan dampak karhutla kepada masyarakat.
Selain itu, mereka harus mengedukasi warga agar menerapkan enam tindakan utama pencegahan kebakaran.
Namun, materi sumber tidak merinci enam tindakan tersebut secara satu per satu.
Karena itu, pelaksanaan penyuluhan akan mengacu pada pedoman dan materi yang disampaikan dalam pembekalan.
Para penyuluh juga perlu membangun kesiapsiagaan masyarakat melalui deteksi dini, pelaporan cepat, koordinasi, serta penyelamatan diri.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan penyuluhan tidak hanya menyampaikan informasi mengenai bahaya karhutla.
Sebaliknya, personel diharapkan mendorong masyarakat mengenali potensi kebakaran, memahami langkah pencegahan, dan mengetahui tindakan saat menghadapi keadaan darurat.
Di sisi lain, koordinasi lintas sektor menjadi salah satu pedoman agar upaya pencegahan dapat berjalan selaras dengan kondisi wilayah.
Donny juga menekankan pentingnya tindak lanjut yang terukur untuk memastikan kegiatan penyuluhan memiliki arah dan tujuan yang jelas.
TNI Dorong Perubahan Perilaku Warga
Menutup pembekalannya, Donny mengingatkan para personel agar tidak sekadar menyampaikan pengetahuan tentang bahaya kebakaran.
Ia meminta penyuluh menjadikan perubahan perilaku masyarakat sebagai sasaran utama kegiatan.
“Jangan hanya menjadi Tim Penyuluhan yang mampu menjelaskan bahaya kebakaran. Jadilah Tim Penyuluhan yang mampu mencegah kebakaran melalui perubahan perilaku masyarakat,” pungkasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penyuluhan tidak cukup diukur dari penyampaian materi.
Sebaliknya, para penyuluh perlu mendorong masyarakat mengambil langkah nyata untuk mencegah kebakaran dan meningkatkan kesiapsiagaan.
Melalui pembekalan 1.311 personel ini, TNI berupaya memperkuat upaya pencegahan karhutla di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Pengerahan penyuluh tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap penanggulangan karhutla melalui edukasi, koordinasi, dan keterlibatan masyarakat.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

