Koops TNI Habema Tindak Tokoh OPM Jeki Murib di Puncak, Operasi Diklaim Terukur
Puncak, Papua Tengah, 20 April 2026 – Koops TNI Habema melaporkan penindakan terhadap Jeki Murib, yang disebut sebagai tokoh penting OPM Kodap XVIII/Ilaga, di Distrik Omukia. Operasi berlangsung di Kampung...

Puncak, Papua Tengah, 20 April 2026 – Koops TNI Habema melaporkan penindakan terhadap Jeki Murib, yang disebut sebagai tokoh penting OPM Kodap XVIII/Ilaga, di Distrik Omukia.
Operasi berlangsung di Kampung Pinapa, kemudian aparat melakukan langkah penegakan keamanan terhadap sosok yang diduga terlibat berbagai aksi kekerasan bersenjata.
Koops TNI Habema menyebut Jeki Murib sebagai Danops Kepala Air OPM yang berperan dalam sejumlah gangguan keamanan di wilayah Puncak dan Mimika.
Data yang disampaikan mengaitkan Jeki Murib dengan pembakaran fasilitas di Kampung Kago, Distrik Ilaga, pada Agustus 2023.
Selain itu, laporan juga mengaitkan yang bersangkutan dengan penganiayaan pekerja pembangunan puskesmas di Kampung Eromaga pada Oktober 2023.
Kemudian, aparat mengaitkan keterlibatan dalam penembakan di Bandara Aminggaru pada Juni 2025 yang memicu gangguan keamanan wilayah.
Koops TNI Habema juga menyebut dugaan penyanderaan terhadap 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tower 270 pada Januari 2026.
Selanjutnya, laporan mengaitkan penyerangan terhadap anggota Koramil Tembagapura pada Februari 2026 yang menyebabkan seorang warga sipil terluka.
Selain itu, aparat menyebut keterlibatan dalam penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia di area Grasberg serta gangguan terhadap evakuasi korban pada Maret 2026.
Dasar Operasi dan Pendekatan Terpadu
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menjelaskan bahwa operasi mengacu pada mandat hukum yang berlaku.
“Operasi ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam kerangka OMSP sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Wirya dalam keterangan resmi.
Ia menegaskan bahwa aparat menjalankan operasi secara terukur, kemudian tetap mengedepankan keselamatan masyarakat sipil di wilayah operasi.
Koops TNI Habema juga mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 yang menekankan pendekatan keamanan dan kesejahteraan secara terpadu.
Pendekatan tersebut mendorong perlindungan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di wilayah Papua yang terdampak konflik.
Dampak Keamanan dan Respons Aparat
Rangkaian aksi yang dikaitkan dengan Jeki Murib dinilai meningkatkan gangguan keamanan serta menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi, sehingga aparat meningkatkan langkah penegakan keamanan di wilayah tersebut.
Koops TNI Habema menyatakan operasi mendapat dukungan dari tokoh adat, tokoh agama, serta pemerintah daerah setempat.
Selain itu, aparat mengimbau pihak yang masih terlibat kelompok bersenjata untuk menghentikan aksi kekerasan.
Aparat juga mendorong mereka kembali ke masyarakat guna mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Koops TNI Habema menegaskan komitmen menjaga stabilitas keamanan sekaligus melindungi masyarakat di wilayah Papua Tengah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan kondisi damai serta mendukung pembangunan di Papua.









