Kapolsek Jatiasih Serap Aspirasi Warga, Tawuran dan Narkoba Jadi Sorotan

BEKASI – Kepolisian Sektor (Polsek) Jatiasih membuka ruang dialog langsung dengan warga di Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) Kampung Kebantenan, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (7/8/2026). Pertemuan tersebut...

Kapolsek Jatiasih Serap Aspirasi Warga, Tawuran dan Narkoba Jadi Sorotan – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Kepolisian Sektor (Polsek) Jatiasih membuka ruang dialog langsung dengan warga di Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) Kampung Kebantenan, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas kondisi keamanan lingkungan, termasuk potensi tawuran, kejahatan jalanan, dan penyalahgunaan narkoba.

Kapolsek Jatiasih AKP Marganda Siahaan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi mengenai persoalan keamanan yang terjadi di lingkungan warga.

Marganda datang bersama Kanit Binmas Polsek Jatiasih Iptu Misin Mustion dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiasih Aiptu Maulanan. Mereka menemui warga yang berkumpul di Pos Kamling RT 05/04, Kampung Kebantenan.

“Kami bersama Kanit Binmas Iptu Misin Mustion dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiasih Aiptu Maulanan melakukan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di Pos Kamling RT 05/04,” kata Marganda, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Ketua Lingkungan RW 04 Atang, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Polisi tidak hanya memantau situasi keamanan, tetapi juga mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi, keluhan, dan masukan terkait kondisi kamtibmas.

Menurut Marganda, komunikasi langsung dengan warga penting untuk mengetahui persoalan di tingkat lingkungan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Selain memantau situasi keamanan, kami beserta jajaran membuka ruang dialog untuk menyerap langsung aspirasi, keluhan, serta masukan masyarakat terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, polisi meminta masyarakat tidak bersikap pasif ketika menemukan indikasi gangguan keamanan. Warga didorong segera berkoordinasi dengan aparat apabila mengetahui adanya potensi gangguan ketertiban masyarakat.

“Kami meminta masyarakat meningkatkan kepedulian dan selalu berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” kata Marganda.

Pilihan Editor :  Ribuan Keluarga di Bekasi Terima Bansos PKH dan Sembako Tahap I

Polisi Dorong Warga Waspadai Provokasi di Media Sosial

Sejumlah isu menjadi perhatian dalam komunikasi antara polisi dan warga, terutama potensi tawuran, kejahatan jalanan, serta penyalahgunaan narkoba. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya.

Imbauan tersebut dinilai penting karena informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman dan memperburuk situasi keamanan lingkungan. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan media sosial secara bijak serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah berbagai gangguan kamtibmas sejak dini,” ujar Marganda.

Ia mengatakan keberadaan Pos Kamling memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat warga melakukan penjagaan lingkungan. Pos tersebut dapat menjadi ruang interaksi antara masyarakat dan aparat kepolisian untuk membahas persoalan keamanan secara langsung.

“Dari komunikasi langsung itu, berbagai persoalan di lingkungan diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” katanya.

Pendekatan tersebut menempatkan warga sebagai salah satu unsur penting dalam upaya pencegahan gangguan keamanan. Informasi dari masyarakat dapat menjadi bahan awal bagi aparat untuk mengetahui situasi di lapangan, sementara kepolisian memiliki kewenangan untuk melakukan langkah penanganan sesuai ketentuan hukum.

Polsek Jatiasih berharap komunikasi antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan warga tidak berhenti pada kegiatan tatap muka tersebut. Sinergi di tingkat lingkungan dinilai perlu terus dijaga agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Pilihan Editor :  Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Family Gathering Penuh Kehangatan dan Kebanggaan di HUT ke-68

Bagi masyarakat, keberadaan aparat di tengah lingkungan juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan persoalan secara langsung tanpa harus menunggu gangguan keamanan berkembang menjadi perkara yang lebih besar.

Polisi juga menekankan pentingnya koordinasi apabila warga menemukan indikasi tawuran, kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, maupun gangguan keamanan lainnya. Penanganan terhadap setiap persoalan tetap harus dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Marganda menyatakan kegiatan di Pos Kamling Kampung Kebantenan berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif,” pungkasnya.**/Ugm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *