Hari Kesembilan Gempa NTT, TNI Kerahkan 8.012 Personel

Jakarta – TNI mengerahkan 8.012 personel untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Minggu (23/8/2026). Pengerahan tersebut mencakup dukungan kepada masyarakat terdampak serta pelaksanaan berbagai kegiatan...

-AA+

Jakarta – TNI mengerahkan 8.012 personel untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Minggu (23/8/2026).

Pengerahan tersebut mencakup dukungan kepada masyarakat terdampak serta pelaksanaan berbagai kegiatan penanganan bencana di wilayah yang mengalami dampak gempa.

Dalam operasi kemanusiaan itu, TNI juga mengerahkan 27 unit alat utama sistem persenjataan atau alutsista untuk memperkuat mobilitas dan distribusi bantuan.

Kekuatan tersebut terdiri atas 21 pesawat, lima kapal perang Republik Indonesia (KRI), dan satu kapal ADRI.

TNI menggunakan sarana tersebut untuk mengangkut personel, mendistribusikan bantuan, serta mendukung kebutuhan penanganan bencana di lapangan.

Advertisement

Memasuki hari kesembilan penanganan, TNI terus mengoptimalkan jalur laut dan udara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Bantuan Mencapai 803,824 Ton

Pada Minggu (23/8/2026), TNI mengirimkan 159,22 ton bantuan melalui jalur laut menggunakan KRI menuju wilayah terdampak.

Pada hari yang sama, TNI juga menyalurkan 37,399 ton bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.

Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang TNI salurkan hingga hari kesembilan mencapai 803,824 ton.

Besarnya volume bantuan menunjukkan skala dukungan logistik yang terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setelah bencana gempa.

TNI memanfaatkan jalur laut dan udara secara bersamaan agar distribusi bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak dengan dukungan sarana yang tersedia.

Penggunaan dua jalur distribusi juga memberikan fleksibilitas dalam mengatur pengiriman sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan penanganan bencana.

Di tengah proses distribusi, ribuan personel TNI tetap menjalankan tugas membantu masyarakat sekaligus mendukung penanganan dampak gempa.

Pilihan Editor :  Bareskrim Bongkar Skema TPPU Judi Online di Balik Hotel Aruss Semarang

Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kebutuhan penanganan bencana mendapat dukungan sesuai perkembangan situasi.

Perkuat Sinergi Antarinstansi

TNI juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelaraskan langkah penanganan sesuai kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Selain pemerintah daerah, TNI berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta instansi terkait.

Koordinasi tersebut membantu menyatukan kebutuhan, sumber daya, dan distribusi bantuan agar penanganan bencana berjalan lebih efektif.

TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan instansi terkait untuk mendukung penanganan bencana,” demikian keterangan Puspen TNI.

Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan bergerak menuju masyarakat yang terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.

Memasuki hari kesembilan, TNI terus mempertahankan dukungan personel dan alutsista untuk membantu pemerintah menangani dampak gempa di NTT.

Pengerahan kekuatan tersebut menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung masyarakat selama proses penanganan bencana berlangsung.

Selain distribusi logistik, keterlibatan personel juga memperkuat kapasitas penanganan di wilayah yang masih membutuhkan dukungan.

TNI terus menempatkan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan.

Dengan dukungan 8.012 personel, 27 alutsista, serta distribusi bantuan yang mencapai 803,824 ton, operasi kemanusiaan memasuki fase lanjutan.

Penanganan tersebut akan terus berjalan melalui koordinasi lintas instansi untuk mendukung masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti