Truk Rem Blong Hantam Rumah di Pasuruan, Empat Orang Tewas
PASURUAN – Kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu kegagalan sistem pengereman (rem blong) pada sebuah truk terjadi di Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Truk yang melaju tanpa kendali...

PASURUAN – Kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu kegagalan sistem pengereman (rem blong) pada sebuah truk terjadi di Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Truk yang melaju tanpa kendali menghantam sejumlah kendaraan dan tiga rumah warga di sepanjang jalur tersebut.
Peristiwa itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia, sementara pengemudi truk berhasil diselamatkan setelah terjepit di dalam kabin selama proses evakuasi yang berlangsung sekitar tiga jam.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di ruas jalan yang dikenal memiliki arus lalu lintas padat.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, truk melaju dengan kecepatan tinggi tanpa menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Kendaraan berat itu kemudian menghantam pengguna jalan yang berada di depannya sebelum akhirnya menabrak tiga unit rumah warga di sisi jalan.
Benturan keras menyebabkan bagian depan bangunan mengalami kerusakan berat. Material bangunan runtuh menimpa bagian depan truk hingga membuat kabin ringsek parah.
Puing-puing bangunan dan serpihan kendaraan berserakan di badan jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu.
Akibat kecelakaan tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi maupun setelah dievakuasi.
Seluruh korban selanjutnya dibawa ke kamar jenazah rumah sakit setempat untuk proses identifikasi.
Di sisi lain, pengemudi truk terjebak di dalam kabin akibat terhimpit badan kendaraan dan reruntuhan bangunan.
Kondisi tersebut membuat proses penyelamatan berlangsung cukup rumit karena petugas harus memastikan keselamatan korban sekaligus mengantisipasi kemungkinan runtuhnya sisa struktur bangunan.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Surabaya, kepolisian, unsur pemadam kebakaran, tenaga medis, serta relawan segera diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan kejadian.
Mereka melakukan penanganan darurat dengan memasang pengamanan di sekitar titik kecelakaan sebelum memulai proses ekstrikasi terhadap pengemudi.
Petugas menggunakan alat pemotong hidrolik dan berbagai peralatan penyelamatan khusus untuk membuka akses menuju posisi korban.
Material bangunan yang menimpa kabin dibongkar secara bertahap agar tidak memicu pergeseran yang dapat memperburuk kondisi korban maupun membahayakan personel penyelamat.
Evakuasi Berlangsung Tiga Jam, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian tinggi karena korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat petugas pertama kali melakukan asesmen di lokasi.
Menurut dia, kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan cukup berat menjadi tantangan utama selama operasi penyelamatan.
Tim harus memastikan setiap tahapan pembongkaran material dilakukan secara terukur agar tidak menimbulkan keruntuhan susulan.
“Kami berfokus untuk sangat berhati-hati dalam melaksanakan evakuasi. Karena kondisi korban di dalam impitan truk masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, kami melakukan asesmen akses terlebih dahulu agar proses penyelamatan berjalan aman,” ujar Nanang di lokasi kejadian.
Setelah bekerja selama kurang lebih tiga jam, tim akhirnya berhasil mengeluarkan pengemudi dari dalam kabin yang ringsek.
Korban kemudian langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif akibat luka-luka yang dideritanya.
Sementara itu, aparat Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang merekam detik-detik sebelum truk kehilangan kendali.
Selain memeriksa kondisi kendaraan, penyidik akan mendalami kemungkinan adanya kegagalan fungsi sistem pengereman maupun faktor lain yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan.
Pemeriksaan terhadap kondisi teknis truk dan keterangan para saksi menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan kendaraan angkutan barang, khususnya pemeriksaan berkala terhadap sistem pengereman sebelum kendaraan beroperasi.
Jalur yang padat dengan aktivitas masyarakat menuntut setiap kendaraan berat berada dalam kondisi laik jalan guna meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan.
Identitas seluruh korban meninggal maupun rincian hasil pemeriksaan teknis kendaraan belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden dan menunggu hasil penyelidikan yang akan disampaikan setelah proses investigasi selesai.**/Red










