Selasa, 29 Sep 2026
Beranda » BERITA » BEM UI Kepung Bundaran HI, Suarakan Krisis Kedaulatan Sehari Pasca-HUT RI

BEM UI Kepung Bundaran HI, Suarakan Krisis Kedaulatan Sehari Pasca-HUT RI

  • account_circle Kontributor
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • print Cetak

JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026).

Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menjadi bentuk protes keras mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah, tepat sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menyatakan bahwa demonstrasi ini bukan sekadar rutinitas turun ke jalan, melainkan bentuk refleksi kritis atas kondisi bangsa yang dinilai jauh dari semangat kemerdekaan yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

Massa mahasiswa akan berangkat dari kampus UI, Depok, sejak pukul 11.00 WIB untuk menyampaikan delapan tuntutan krusial terkait nasib rakyat dan kedaulatan negara.

“Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan? Kami melihat ini bukan sekadar krisis ekonomi, ini adalah krisis kedaulatan,” tegas Yatalathof saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).

Dalam aksi tersebut, BEM UI merinci delapan poin tuntutan yang mencakup spektrum luas, mulai dari persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga isu otonomi daerah. Secara rinci, delapan tuntutan tersebut meliputi:

  1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
  2. Menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
  4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  5. Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Ketahanan Pangan (KDMP).
  6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah sepenuhnya.
  7. Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
  8. Menghentikan tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil, serta membubarkan YON TP.
Pilihan Editor :  BNN Gerebek Kampung Bahari, Petugas Dihujani Mercon

Menggugat Realitas di Balik Narasi Kemerdekaan

Aksi ini mencerminkan keresahan mahasiswa atas kesenjangan antara narasi pembangunan pemerintah dengan realitas di lapangan.

Yatalathof menyoroti sejumlah ketimpangan, seperti perjanjian dagang internasional yang dianggap lebih menguntungkan pihak asing, pembungkaman suara kritis rakyat, hingga sulitnya akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan gratis yang sering kali hanya menjadi janji politik.

Mahasiswa menilai kemerdekaan seharusnya dirasakan oleh seluruh rakyat, bukan sekadar dinikmati oleh segelintir kelompok kepentingan.

Isu-isu seperti ketersediaan lapangan kerja yang minim dan penegakan hukum yang dianggap tajam ke bawah menjadi pemantik utama munculnya tuntutan-tuntutan ini.

Pilihan lokasi aksi di Bundaran HI yang merupakan pusat strategis ibu kota menunjukkan upaya mahasiswa untuk memastikan suara mereka didengar langsung oleh pemangku kebijakan.

Hingga berita ini terbit, massa mahasiswa terpantau memadati kawasan Bundaran HI dengan membawa atribut demonstrasi.

Aksi ini menjadi barometer bagi ketegangan sosial yang mungkin akan terus berlanjut jika aspirasi mahasiswa tidak direspons secara transparan oleh pemerintah.

Aksi ini juga mendapat sorotan di tengah duka mendalam yang menyelimuti Indonesia pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mahasiswa dalam aksinya turut menekankan urgensi penetapan status bencana nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang sedang terjadi, selain menuntut perbaikan tata kelola pemerintahan yang dianggap semakin terpusat dan kurang berpihak pada rakyat kecil.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Kontributor Gensa Media Indonesia yang berperan mendukung kerja jurnalistik melalui pengumpulan informasi dan peliputan di lapangan secara profesional, independen, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Menarik Dibaca

  • Semarak HUT RI ke-81, Lurah Jatirasa Dedi Suhadi Ajak Warga Bersatu Bangun Kota Bekasi

    Semarak HUT RI ke-81, Lurah Jatirasa Dedi Suhadi Ajak Warga Bersatu Bangun Kota Bekasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    JATIRASA, KOTA BEKASI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 pada tanggal 17 Agustus 2026, Lurah Jatirasa, Bapak Dedi Suhadi, ST., menyampaikan ucapan selamat dan pesan penuh semangat kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Jatirasa. Melalui media sosialisasi resmi, Lurah Dedi Suhadi tampil gagah mengenakan seragam dinas upacara […]

  • MCI Desak Kapolres Ketapang Usut Penghinaan terhadap Profesi Wartawan

    MCI Desak Kapolres Ketapang Usut Penghinaan terhadap Profesi Wartawan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Burhanuddin menegaskan bahwa penghormatan terhadap profesi wartawan merupakan bagian dari menjaga kualitas demokrasi

  • Kenapa Mobil Ditarik Debt Collector dan Apa Solusi nya ?

    Kenapa Mobil Ditarik Debt Collector dan Apa Solusi nya ?

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Sakit gak sih ketika susah payah banting tulang buat nyari cicilan mobil namun saat keuangan agak memburuk dan mengalami tunggakkan cicilan baru 3 bulan tetapi sudah berhadapan dengan pihak eksternal lesing hingga ditarik mobil sama debt collector ? Ya… itulah kenyataan yang banyak dirasakan oleh masyarakat kita saat mengalami keterlambatan pembayaran cicilan sampai ditariknya kendaraan […]

  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan 19 Calon PMI Ilegal ke Malaysia

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 19 Calon PMI Ilegal ke Malaysia

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Dumai — Dalam operasi laut dramatis jelang dini hari, Tim Gabungan F1QR Lanal Dumai bersama Satgas Denintel Koarmada I berhasil menggagalkan upaya pengiriman 19 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural ke Malaysia. Penangkapan dilakukan di Perairan Selat Morong, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (8/5) pukul 00.25 WIB. Tak hanya menyelamatkan para calon migran dari potensi perdagangan […]

  • Polsek Cabangbungin Gencarkan Police Goes to School di SMAN 1 Cabangbungin

    Polsek Cabangbungin Gencarkan Police Goes to School di SMAN 1 Cabangbungin

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    BEKASI, Kamis (15/1/2026) – Polsek Cabangbungin, Polres Metro Bekasi, menggencarkan program Police Goes to School di SMAN 1 Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, sebagai langkah nyata mencegah kenakalan remaja sejak dini. Melalui kegiatan ini, polisi mengedukasi pelajar tentang bahaya narkoba, tawuran, serta pentingnya etika bermedia sosial. Kapolsek Cabangbungin AKP Alex Candra memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi Kanit […]

  • Satgas Yonif 126/KC Bersama Warga Perbaiki Jembatan Oga

    Satgas Yonif 126/KC Bersama Warga Perbaiki Jembatan Oga

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Epsembit, Papua – Suasana penuh semangat terlihat di Kampung Epsembit, Distrik Mindiptana, Selasa (29/7/2025). Puluhan prajurit Satgas Pamtas Yonif 126/KC bersama masyarakat setempat bergotong royong memperbaiki Jembatan Oga, jalur vital yang menghubungkan kampung mereka dengan wilayah sekitarnya. Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga itu mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut membuat akses transportasi […]

expand_less