Korem 052 Tanam 2.000 Pohon Peringati Hari Hutan Nasional
Kab. Tangerang, 7 Agustus 2026 – Korem 052/Wijayakrama menanam 2.000 pohon secara serentak di seluruh wilayah jajarannya untuk memperingati Hari Hutan Nasional sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, Jumat (7/8)....

Kab. Tangerang, 7 Agustus 2026 – Korem 052/Wijayakrama menanam 2.000 pohon secara serentak di seluruh wilayah jajarannya untuk memperingati Hari Hutan Nasional sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, Jumat (7/8).
Aksi penghijauan tersebut menjadi bagian dari program “Jaga Bumi, Jaga Jayakarta” yang terus dijalankan Kodam Jaya sebagai gerakan pelestarian lingkungan berkelanjutan.
Korem 052/Wijayakrama memusatkan salah satu kegiatan di Stadion Mini Kecamatan Kresek, Desa Talok, Kabupaten Tangerang, wilayah Kodim 0510/Tigaraksa.
Komandan Korem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faizal Rizal memimpin kegiatan mewakili Pangdam Jaya.
Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf Yudho Setyono mendampingi Danrem selama pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Forkopimcam Kresek, perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta kreator konten Arief Kamarudin ikut berpartisipasi.
Melalui kegiatan tersebut, Korem 052/Wijayakrama mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata menanam dan merawat pohon.
Edukasi Lingkungan Libatkan Pelajar
Panitia mengusung semangat “Kita Saling Jaga” sebagai pesan utama dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Karena itu, Korem 052/Wijayakrama tidak hanya menanam pohon, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Panitia melibatkan puluhan siswa sekolah dasar dalam kegiatan penanaman sebagai sarana pembelajaran sejak usia dini.
Setiap tiga siswa menanam satu pohon bersama seorang pendamping dari unsur TNI maupun instansi terkait melalui pola pendampingan 3+1.
Pendekatan tersebut memberi pengalaman langsung kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
Selanjutnya, peserta menanam 200 pohon di kawasan Stadion Mini Kresek dan lingkungan sekolah menengah atas di sekitarnya.
Setelah penanaman selesai, seluruh peserta menyiram bibit pohon secara bersama-sama.
Berikutnya, petugas Dinas Lingkungan Hidup memeriksa hasil penanaman untuk memastikan setiap bibit tertanam dengan baik.
Danrem bersama rombongan kemudian berkeliling menyapa peserta, berdialog dengan pelajar, serta meninjau lokasi penanaman.
Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan
Brigjen TNI Faizal Rizal menegaskan program penghijauan merupakan implementasi kebijakan Pangdam Jaya yang terus berjalan secara konsisten.
Menurutnya, gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.
“Program ini bukan kegiatan yang berhenti pada satu momentum, melainkan gerakan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan selama masa kepemimpinan Bapak Pangdam Jaya,” ujar Faizal Rizal.
Ia menjelaskan Hari Hutan Nasional yang bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan menjadi momentum menghadirkan 2.000 pohon sebagai “Kado untuk Indonesia.”
“Saat kita menjaga pohon yang ditanam hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga lingkungan, menjaga kehidupan, dan menjaga masa depan generasi yang akan datang,” katanya.
Menurut Faizal, kepedulian terhadap lingkungan harus tumbuh melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Korem 052/Wijayakrama terus mengajak pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat memperkuat budaya peduli lingkungan.
Penghijauan Disertai Aksi Sosial
Selain menggelar penanaman pohon, Korem 052/Wijayakrama menyerahkan 50 paket sembako kepada warga sekitar.
Penyaluran bantuan tersebut memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama dan ramah tamah sebelum mengakhiri kegiatan menjelang Salat Jumat.
Melalui program “Jaga Bumi, Jaga Jayakarta,” Korem 052/Wijayakrama terus memperluas gerakan penghijauan di berbagai wilayah teritorial.
Pada akhirnya, penanaman 2.000 pohon tidak hanya memperingati Hari Hutan Nasional, tetapi juga memperkuat kolaborasi, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mendorong lahirnya budaya merawat alam demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.










