Kejuaraan Nasional Pencak Silat di Bogor Diikuti Lebih 15 Provinsi

BOGOR – Lebih dari 15 provinsi dipastikan akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Pencak Silat Nasional yang dijadwalkan berlangsung di GOR Laga Satria, Pakansari, Kabupaten Bogor, pada Agustus 2026. Kejuaraan perdana tersebut...

Kejuaraan Nasional Pencak Silat di Bogor Diikuti Lebih 15 Provinsi – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BOGOR – Lebih dari 15 provinsi dipastikan akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Pencak Silat Nasional yang dijadwalkan berlangsung di GOR Laga Satria, Pakansari, Kabupaten Bogor, pada Agustus 2026.

Kejuaraan perdana tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pesilat dari berbagai daerah, tetapi juga diarahkan sebagai upaya menjaring atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya asli Indonesia.

Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nasional, Fahmi Fahreza, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan ini bertujuan menyediakan ruang kompetisi yang sehat bagi atlet dari berbagai tingkatan usia untuk mengukur kemampuan sekaligus memperluas jaringan antarpesilat dari seluruh Indonesia.

Menurut Fahmi, kejuaraan nasional tersebut diharapkan mampu menjadi momentum lahirnya regenerasi atlet pencak silat yang siap bersaing pada level yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Tujuan utama kami adalah regenerasi atlet-atlet daerah agar mampu berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, kami juga ingin melestarikan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia,” kata Fahmi, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan langkah awal dalam membangun sistem kompetisi yang berkelanjutan.

Atlet dari berbagai kategori, mulai pelajar hingga dewasa, diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan publik dan para pemangku kepentingan olahraga.

Fahmi menuturkan, penyelenggara tidak mengambil alih fungsi pembinaan atlet yang menjadi kewenangan pemerintah daerah maupun organisasi cabang olahraga.

Peran panitia lebih difokuskan pada penyediaan wadah kompetisi yang dapat menjadi tolok ukur perkembangan prestasi atlet dari berbagai daerah.

Menurutnya, pembinaan atlet secara teknis tetap berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah melalui program-program seperti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), maupun pembinaan nasional melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Pilihan Editor :  Calung Garut Hipnotis Pengunjung, Pasar Seni Ancol Disesaki Penonton

Namun demikian, keberadaan kompetisi yang rutin dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas atlet.

Fahmi menambahkan, pihaknya telah menyiapkan konsep pengembangan kompetisi secara berjenjang, mulai dari kategori usia sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga kategori dewasa.

Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan jalur pembinaan yang lebih terstruktur sehingga proses regenerasi atlet dapat berjalan secara berkesinambungan.

Hingga saat ini, panitia mencatat peserta yang telah mendaftarkan diri berasal dari lebih dari 15 provinsi di Indonesia.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah mengingat proses pendaftaran masih berlangsung hingga menjelang pelaksanaan kejuaraan.

Disiapkan Menjadi Kompetisi Berseri

Selain menjadi ajang nasional perdana, penyelenggara juga telah menyiapkan rencana jangka panjang berupa penyelenggaraan kejuaraan secara berseri di berbagai daerah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan bertanding bagi atlet sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan pencak silat di tingkat nasional.

“Rencananya setelah event perdana ini kami akan menggelar seri berikutnya di Lampung, kemudian berlanjut ke provinsi-provinsi lainnya,” ujar Fahmi.

Ia berharap penyelenggaraan kejuaraan ini dapat menjadi panggung bagi atlet-atlet daerah untuk menunjukkan kualitas dan potensi yang selama ini dibina di masing-masing wilayah.

Melalui kompetisi nasional, atlet diharapkan memperoleh pengalaman bertanding yang lebih luas sekaligus meningkatkan motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Fahmi juga mendorong pemerintah agar memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan olahraga pencak silat.

Menurutnya, dukungan pemerintah, baik dalam bentuk program pembinaan maupun alokasi anggaran, memiliki peran penting dalam menciptakan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa.

Pilihan Editor :  Irjen Pol Dedi Prasetyo, Pimpin Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid SMA Kemala Taruna Bhayangkara

“Harapannya setiap atlet bisa mengekspresikan kemampuan terbaiknya. Kami juga berharap pemerintah lebih serius memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet, baik melalui dukungan program maupun anggaran, sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fahmi menilai pencak silat memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai olahraga yang dikenal di tingkat internasional.

Selain memiliki nilai kompetitif, pencak silat juga membawa identitas budaya Indonesia yang telah diakui sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Karena itu, ia berharap berbagai upaya pengembangan olahraga pencak silat dapat terus diperkuat, termasuk melalui peningkatan kualitas kompetisi nasional yang mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi.

Menurutnya, semakin banyak kejuaraan yang terselenggara secara profesional, semakin besar pula peluang lahirnya atlet berkualitas yang siap bersaing di level dunia.

Fahmi juga menyampaikan optimisme terhadap langkah kepengurusan baru Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dalam memperjuangkan pencak silat agar dapat dipertandingkan pada ajang Olimpiade.

Menurutnya, cita-cita tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari organisasi olahraga, pemerintah, hingga masyarakat pencak silat di seluruh Indonesia.

“Harapan kami tentu pencak silat bisa segera masuk Olimpiade. Dengan kepengurusan baru PB IPSI, kami optimistis cita-cita itu bisa terus diperjuangkan,” pungkasnya.**/Ugm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *