PKB Bekasi Konsolidasi Internal, Target Gandakan Kursi DPRD pada 2029
"Dengan organisasi yang solid dan kader yang teruji, PKB optimistis mampu meningkatkan daya saing politiknya di Kota Bekasi"

Kota Bekasi – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi mulai memanaskan mesin politik lebih awal dengan menggelar konsolidasi pengurus sekaligus kick off pencalegan dini untuk Pemilu 2029.
Langkah ini diambil sebagai strategi memperkuat struktur partai dan melipatgandakan capaian suara yang diraih pada Pemilu 2024.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/3/2026) tersebut menandai dimulainya agenda politik jangka panjang PKB di Kota Bekasi.
Partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu menitikberatkan pada dua fokus utama, yakni penataan organisasi hingga tingkat ranting dan rekrutmen bakal calon legislatif (bacaleg) secara lebih dini.
Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda, menyatakan bahwa konsolidasi ini menjadi bagian dari ikhtiar serius partai dalam menjaga momentum politik yang dinilai tengah mengalami tren positif di wilayah tersebut.
“Agenda hari ini adalah konsolidasi pengurus dan kick off pencalegan dini. Ini menjadi langkah strategis untuk melipatgandakan kemenangan pada 2029,” ujar Rizki kepada wartawan usai kegiatan.
Ia menegaskan, PKB menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi di DPRD Kota Bekasi.
Dari capaian lima kursi pada Pemilu 2024, partai menargetkan bisa meraih hingga 10 kursi pada Pemilu 2029.
Target tersebut setara dengan dua kursi di setiap daerah pemilihan (dapil).
Menurut Rizki, pencalegan dini menjadi kunci dalam menyiapkan kader yang lebih matang, baik dari sisi kapasitas, elektabilitas, maupun kesiapan menghadapi dinamika politik di lapangan.
PKB juga membuka peluang luas bagi kader internal maupun tokoh eksternal untuk bergabung.
“Rekrutmen ini tidak hanya untuk kader lama, tetapi juga membuka ruang bagi tokoh masyarakat yang memiliki potensi dan komitmen. Termasuk mereka yang sebelumnya maju dari partai lain namun belum terpilih,” katanya.
Selain itu, proses penjaringan bacaleg juga akan disertai dengan evaluasi terhadap calon legislatif yang belum berhasil pada pemilu sebelumnya.
Mereka akan mendapatkan pembekalan dan peningkatan kapasitas agar lebih siap menghadapi kontestasi mendatang.
Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis PKB dalam membangun kekuatan politik berbasis kaderisasi dan regenerasi, bukan sekadar mengandalkan popularitas sesaat.
Penataan Struktur dan Mekanisme Muscab
Di sisi lain, Rizki menjelaskan bahwa penataan struktur kepengurusan partai juga menjadi prioritas dalam waktu dekat.
Hal ini berkaitan dengan agenda Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan menentukan kepemimpinan baru di tingkat DPC PKB Kota Bekasi.
Ia menyebutkan bahwa mekanisme pemilihan ketua akan mengikuti arahan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat.
Dalam proses tersebut, akan disaring tiga kandidat calon ketua yang kemudian mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
“Prosesnya tetap mengacu pada instruksi DPP dan DPW. Akan ada tiga nama yang diuji untuk memastikan kepemimpinan ke depan benar-benar mampu membawa PKB lebih kuat dan solid,” jelasnya.
Rizki menambahkan, penguatan struktur hingga tingkat akar rumput menjadi fondasi penting dalam menghadapi Pemilu 2029.
Dengan organisasi yang solid dan kader yang teruji, PKB optimistis mampu meningkatkan daya saing politiknya di Kota Bekasi.
Langkah konsolidasi dan pencalegan dini ini juga mencerminkan strategi partai dalam merespons dinamika politik nasional dan lokal yang semakin kompetitif.
Dengan memulai lebih awal, PKB berharap dapat membangun basis dukungan yang lebih luas dan terorganisir secara efektif.
Di akhir pernyataannya, Rizki menegaskan komitmen partai untuk mempertahankan tren positif sekaligus memperluas representasi politik hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Target kami jelas, menggenapi kemenangan 2024 dan memastikan PKB memiliki representasi yang kuat di setiap dapil, bahkan hingga tingkat pusat,” pungkasnya.**/frm














